youngster.id - Perusahaan pembiayaan regional IFS Capital Limited (IFS Capital) meluncurkan program pembiayaan teknologi lintas negara yang mencakup pasar Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Thailand. Inisiatif ini memungkinkan pelaku usaha, termasuk di Indonesia, untuk mendanai seluruh kebutuhan investasi teknologi mereka—mulai dari perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), hingga layanan pendukung (services)—dalam satu fasilitas terpadu.
Program ini diluncurkan melalui kemitraan strategis dengan salah satu penyedia teknologi global terkemuka. Lewat kerja sama tersebut, para pelanggan dan mitra saluran (channel partners) dari penyedia teknologi tersebut di keempat negara dapat langsung mengakses fasilitas pembiayaan IFS Capital saat melakukan pembelian solusi teknologi.
Keunggulan utama dari program ini terletak pada cakupannya yang luas, tidak terbatas pada peralatan fisik semata. Seiring dengan bergesernya alokasi anggaran teknologi perusahaan ke arah software dan services, model pembiayaan aset tradisional yang berfokus pada hardware dinilai tidak lagi sepenuhnya menjawab kebutuhan pelaku bisnis.
Dengan menggabungkan seluruh elemen proyek teknologi ke dalam satu fasilitas pembiayaan, perusahaan dapat menjaga modal kerja (working capital) mereka untuk kebutuhan prioritas lain, seperti pengelolaan inventaris, perekrutan tenaga kerja, dan ekspansi bisnis.
Ekosistem Pembiayaan Terintegrasi di Empat Negara
Program pembiayaan ini dibentuk melalui perjanjian antara IFS Capital dan divisi pembiayaan regional penyedia teknologi tersebut, dengan menetapkan kerangka kerja pembiayaan bersama di Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Thailand. Melalui kerangka ini, mitra saluran resmi dapat merekomendasikan pelaku usaha yang memenuhi syarat kepada IFS Capital untuk diproses sesuai kriteria penilaian.
Inisiatif ini didukung oleh rekam jejak IFS Capital yang telah berpengalaman selama 39 tahun di industri pembiayaan serta memiliki operasional langsung di setiap negara target, termasuk Indonesia.
Group CEO IFS Capital, Randy Sim, menjelaskan bahwa fleksibilitas pembiayaan menjadi kunci bagi keberlanjutan investasi digitalisasi perusahaan saat ini.
“Bagi banyak pelaku usaha hari ini, pertanyaannya sering kali bukan lagi apakah harus berinvestasi di bidang teknologi, melainkan bagaimana mendanainya tanpa mengikat modal yang mereka butuhkan di tempat lain. Program ini memberikan fleksibilitas yang lebih besar dengan mencakup seluruh cakupan proyek: tidak hanya hardware, tetapi juga software dan services. Kombinasi yang ditawarkan dalam satu fasilitas ini adalah nilai tambah nyata bagi para mitra teknologi dan pelaku bisnis yang mereka layani di seluruh kawasan,” ujar Randy, Kamis (8/10/2026).
Langkah ekspansi fasilitas pembiayaan ini diharapkan dapat mengakselerasi adopsi teknologi dan digitalisasi bagi sektor korporasi maupun UMKM di Indonesia tanpa mengganggu arus kas operasional perusahaan. (*AMBS)
















Discussion about this post