youngster.id - PT PLN (Persero) memperkuat pengembangan produk energi hijau melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) bersama The Climate Group (RE100). Penandatanganan ini berlangsung dalam ajang Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2026 di Jakarta guna mendukung pertumbuhan investasi nasional berbasis energi bersih.
Kemitraan strategis ini memfasilitasi kebutuhan energi terbarukan bagi lebih dari 400 perusahaan global yang tergabung dalam inisiatif RE100, baik yang telah beroperasi maupun yang berencana berinvestasi di Indonesia.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa potensi energi terbarukan Indonesia menjadi modal penting dalam membangun ekosistem industri yang berdaya saing global.
“PLN tidak hanya menyediakan listrik, tetapi juga membangun ekosistem energi yang mampu menjawab kebutuhan investasi dan pertumbuhan industri. MoU dengan The Climate Group menjadi bagian dari upaya strategis untuk mempertemukan kebutuhan perusahaan global terhadap energi terbarukan dengan pengembangan solusi energi hijau di Indonesia,” ujar Darmawan.
Permintaan Listrik Hijau Meningkat Signifikan
Kebutuhan sektor industri terhadap sertifikat energi terbarukan (Renewable Energy Certificate/REC) PLN mencatatkan lonjakan signifikan. Pada 2025, jumlah pelanggan REC PLN mencapai 18.715 pelanggan dengan volume energi 6,43 TWh, naik dari 7.354 pelanggan dengan volume 5,38 TWh pada 2024. Permintaan terbesar berasal dari sektor pertambangan, manufaktur, kimia, pulp and paper, makanan, hingga data center.
Direktur Retail dan Niaga PLN, M. Fahrur Rozy, menjelaskan bahwa kerja sama ini akan mencakup pengembangan produk energi hijau melalui studi teknis, peningkatan kompetensi SDM, kajian Nilai Ekonomi Karbon (NEK), serta riset kebijakan ketenagalistrikan.
”Kolaborasi ini mencakup kajian penerapan Nilai Ekonomi Karbon (NEK), peningkatan transparansi dan kredibilitas perhitungan emisi dalam transaksi Renewable Energy Certificate (REC), serta riset kebijakan ketenagalistrikan,” jelas Rozy.
Dorong Investasi dan Transparansi Emisi
Chief Executive Officer (CEO) The Climate Group, Helen Clarkson, menyambut positif kolaborasi ini dan menilai Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan utama energi terbarukan di kawasan.
“Indonesia memiliki semua potensi untuk menjadi kekuatan besar di bidang energi terbarukan, namun untuk mengoptimalkan potensi tersebut diperlukan investasi bisnis yang besar pada proyek-proyek energi bersih baru,” kata Helen.
Sinergi antara PLN dan The Climate Group diharapkan dapat memperkuat transparansi perhitungan emisi sekaligus membuka peluang investasi baru di sektor energi bersih Indonesia. (*AMBS)
















Discussion about this post