Senin, 15 Juni 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News Digital Business

Jelang Lebaran Modus Penipuan Kian Beragam, JEDA Sebelum Bereaksi

16 Maret 2026
in Digital Business
Reading Time: 2 mins read
JEDA Sebelum Bereaksi

Pesan atau tautan mencurigakan yang menjanjikan promo besar atau meminta data pribadi bisa menjadi tanda penipuan digital. (Foto: ilustrasi/blibli)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Menjelang Lebaran, seiring meningkatnya aktivitas belanja dan pertukaran informasi, modus penipuan pun berkembang dan semakin beragam. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat hingga November 2025 terdapat 64.933 laporan penipuan transaksi belanja online dengan total kerugian masyarakat mencapai Rp1,14 triliun. Angka ini menempatkan penipuan belanja sebagai modus yang paling banyak dilaporkan, dengan teknik mulai dari social engineering, baiting & FOMO, hingga phishing.

Meningkatnya risiko ini, platform e-commerce Blibli mengajak masyarakat untuk melakukan JEDA sejenak sebelum bereaksi dan mengambil keputusan apa pun, baik saat beraktivitas di dunia daring (online) maupun situasi sehari-hari secara luring (offline).

“Situasi dan informasi yang serba cepat utamanya jelang Lebaran sering kali membuat kita lengah. Oleh karena itu, penting bagi kita semua untuk mulai mempraktikkan JEDA sebelum bereaksi. Dengan berhenti sejenak, kita memberi ruang bagi diri sendiri untuk memvalidasi setiap informasi yang diterima, sehingga interaksi tetap aman dari risiko penipuan atau informasi hoaks,” kata Nazrya Octora, Head of Public Relations Blibli dikutip Senin (16/3/2026).

Menurut Nazrya secara umum, modus penipuan yang marak terjadi dapat dikenali melalui beberapa pola. Pertama manipulasi psikologis (Social Engineering). Pada modus ini, pelaku memanfaatkan rasa percaya atau kepanikan korban dengan berpura-pura menjadi pihak tepercaya. Misalnya, menyamar sebagai kurir paket Lebaran, petugas bank, atau layanan pelanggan resmi untuk meminta data pribadi.

Dalam beberapa kasus, korban juga diminta memberikan kode OTP atau password dengan alasan verifikasi keamanan atau pembaruan sistem. Padahal, informasi tersebut dapat digunakan untuk mengambil alih akun korban. Karena itu, penting untuk tidak pernah membagikan data rahasia seperti OTP atau password kepada pihak mana pun.

Ada juga pelaku memancing korban dengan iming-iming keuntungan besar dalam waktu singkat (baiting & FOMO). Contohnya promo atau diskon yang terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, seperti “Diskon 90% hanya 5 menit” atau “Voucher terbatas untuk 50 orang pertama”. Selain itu, terdapat pula tawaran pekerjaan atau komisi online yang menjanjikan pendapatan tambahan menjelang Lebaran, namun berujung pada permintaan deposit atau transfer dana dari korban.

“Situasi seperti ini perlu disikapi dengan lebih kritis. Penawaran yang terlalu mendesak atau terdengar tidak masuk akal sering kali menjadi tanda awal penipuan,” ujarnya.

Modus lain adalah pencurian identitas digital (Phishing). Modus ini dilakukan dengan mengirim tautan yang mengarah ke halaman login palsu yang dirancang menyerupai platform resmi. Perbedaannya sering kali sangat tipis, misalnya alamat domain yang hampir sama dengan situs asli. Tidak jarang pelaku menggunakan taktik modus company impersonation, termasuk mengatasnamakan pimpinan atau eksekutif perusahaan. Tujuannya adalah untuk mencuri username, password, dan detail kartu kredit saat korban mencoba “login”.

“Untuk menghindari risiko ini, pastikan seluruh informasi dan transaksi diakses melalui kanal resmi serta periksa kembali alamat situs sebelum memasukkan data akun. Jika menemukan pesan atau tautan mencurigakan mengatasnamakan Blibli, masyarakat dapat melakukan pengecekan melalu laman resmi Blibli Care,” ucapnya.

Karena itu, Nazrya menegaskan, kewaspadaan digital tidak hanya bergantung pada kemampuan mengenali modus penipuan, tetapi juga pada kebiasaan sederhana untuk memberi JEDA dan berhenti sejenak sebelum bertindak. Melalui empat langkah sederhana yaitu: J- Jangan reaktif, E- Evaluasi informasi, D- Double-check, A- Ambil keputusan dengan tenang.

“Ini upaya memberikan ruang singkat bagi diri sendiri untuk memastikan setiap keputusan dan reaksi lahir dari kesadaran, bukan sekadar impuls. Dengan menerapkan langkah ini, masyarakat diajak memberi ruang bagi logika untuk bekerja sebelum mengambil keputusan, baik dalam aktivitas digital maupun kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.

 

STEVY WIDIA

Tags: bliblie-commerceJEDA sebelum bereaksipenipuan belanja
Previous Post

Adira Finance Catat Pembiayaan Baru Rp43,2 Triliun pada 2025, Tumbuh 18%

Next Post

Agoda: Bali, Yogyakarta, dan Bandung Jadi Destinasi Favorit Libur Hari Raya 2026

Related Posts

LazMall
Digital Business

Konsumen Makin Selektif, Penjualan Produk Asli di LazMall Naik 5 Kali Lipat

15 Juni 2026
0
Penjualan FMCG
Digital Business

Tembus US$2,36 Miliar, Penjualan FMCG di E-Commerce Indonesia Cetak Rekor Tertinggi

10 Juni 2026
0
Permendag PMSE Baru
Digital Business

Permendag PMSE Disahkan: e-Commerce, Ride-Hailing, dan OTA Kini Diatur Resmi

8 Juni 2026
0
Load More
Next Post
destinasi libur Hari Raya 2026

Agoda: Bali, Yogyakarta, dan Bandung Jadi Destinasi Favorit Libur Hari Raya 2026

Shopee Kenakan Biaya Layanan

Laba Bersih Shopee Melonjak Tiga Kali Lipat

Google Maps - Gemini AI

Google Maps Kini Punya Tampilan 3D Didukung Gemini AI

Discussion about this post

Recent Updates

jenama

Bukan Lagi Sekadar Chatbot, Era AI Agent Mulai Ubah Cara Orang Bekerja

15 Juni 2026
LazMall

Konsumen Makin Selektif, Penjualan Produk Asli di LazMall Naik 5 Kali Lipat

15 Juni 2026
Digitalisasi Peternakan Sapi

Jembatani Pembiayaan Formal, OJK dan ILO Luncurkan Sistem ERP untuk Peternak Sapi Perah Jatim

15 Juni 2026
EF Ambassador 2026

Dongkrak Peringkat Global Indonesia, EF EFEKTA Kenalkan 10 EF Ambassador 2026

15 Juni 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
jenama

Bukan Lagi Sekadar Chatbot, Era AI Agent Mulai Ubah Cara Orang Bekerja

15 Juni 2026
LazMall

Konsumen Makin Selektif, Penjualan Produk Asli di LazMall Naik 5 Kali Lipat

15 Juni 2026
Digitalisasi Peternakan Sapi

Jembatani Pembiayaan Formal, OJK dan ILO Luncurkan Sistem ERP untuk Peternak Sapi Perah Jatim

15 Juni 2026
EF Ambassador 2026

Dongkrak Peringkat Global Indonesia, EF EFEKTA Kenalkan 10 EF Ambassador 2026

15 Juni 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version