Perkuat Integrasi Keuangan, UEA dan Indonesia Percepat Sistem Pembayaran Lintas Negara

pembayaran lintas negara UEA Indonesia

Perkuat Integrasi Keuangan, UEA dan Indonesia Percepat Sistem Pembayaran Lintas Negara (Foto: Ilustrasi)

youngster.id - Uni Emirat Arab (UEA) dan Indonesia sepakat untuk mempercepat kerja sama konektivitas sistem pembayaran lintas negara (cross-border payments). Langkah strategis ini diambil untuk memperdalam integrasi keuangan, memfasilitasi perdagangan bilateral, serta menghadirkan solusi digital yang aman bagi kedua negara.

Kedua pihak berfokus pada mekanisme praktis untuk menghubungkan sistem pembayaran kedua negara agar transaksi keuangan dapat berjalan lebih cepat, efisien, transparan, dan terjangkau. Selain itu, pembicaraan ini mendorong implementasi penyelesaian transaksi dengan mata uang lokal (Local Currency Transactions/LCT) guna mengurangi ketergantungan pada mata uang utama global serta menekan risiko nilai tukar.

Gubernur Bank Sentral UEA (Central Bank of the UAE/CBUAE), Khaled Mohamed Balama, menegaskan komitmennya untuk memperkuat fondasi kerja sama perbankan dengan Indonesia selaras dengan visi UEA sebagai pusat keuangan global.

“Bank Sentral UEA bertujuan untuk mengembangkan solusi pembayaran digital yang inovatif dan aman guna memperkuat ketahanan ekonomi sekaligus mendukung perdagangan bilateral serta investasi bersama,” ujar Khaled, dilansir Economy Middle East, dikutip Rabu (29/7/2026).

Momentum 50 Tahun Hubungan Diplomatik

Duta Besar RI untuk UEA, Judha Nugraha, mengapresiasi kemajuan pesat infrastruktur pembayaran digital yang dimiliki UEA. Ia menilai momentum peringatan 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia–UEA menjadi saat yang tepat untuk memperdalam sinergi antarbank sentral.

“Penerapan Local Currency Transactions, peningkatan konektivitas pembayaran lintas negara, serta pertukaran pengetahuan yang berkelanjutan diharapkan dapat memperkuat perdagangan, investasi, dan kemitraan strategis kedua negara,” ungkap Judha.

Kerja sama ini melanjutkan serangkaian kesepakatan sebelumnya antara CBUAE dan Bank Indonesia (BI), termasuk Nota Kesepahaman (MoU) pada Desember 2023 serta kesepakatan Mei 2024 mengenai kerangka kerja penggunaan mata uang Dirham UEA (AED) dan Rupiah (IDR) dalam transaksi bilateral.

Didorong Pertumbuhan Perdagangan Bilateral

Percepatan integrasi sistem pembayaran ini sejalan dengan pesatnya pertumbuhan ekonomi kedua negara pasca-berlakunya Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (Comprehensive Economic Partnership Agreement/CEPA) pada September 2023. Perdagangan non-migas Indonesia–UEA melonjak dua kali lipat sejak 2017 hingga melampaui AED 16 miliar.

Menteri Perdagangan Luar Negeri UEA, Dr. Thani bin Ahmed Al Zeyoudi, mencatatkan bahwa perdagangan dengan Indonesia tumbuh sebesar 12% sepanjang tahun 2025. Tren positif ini menegaskan pentingnya ketersediaan infrastruktur pembayaran digital yang adaptif dan efisien bagi para pelaku usaha serta investor di kedua negara.

Melalui konektivitas sistem pembayaran lintas negara ini, Indonesia dan UEA berambisi menetapkan tolok ukur baru bagi integrasi keuangan regional di kawasan Timur Tengah dan Asia Tenggara. (*AMBS)

 

Exit mobile version