youngster.id - Kabar gembira bagi wisatawan dan pelaku usaha. Bank Indonesia (BI) dan Bank of Korea resmi meluncurkan konektivitas pembayaran QR Antarnegara Indonesia–Korea Selatan. Inisiatif ini memungkinkan masyarakat Indonesia bertransaksi di Korea Selatan menggunakan aplikasi QRIS tanpa perlu menukar valuta asing.
Peluncuran ini merupakan tindak lanjut dari Joint Vision Statement (JVS) yang ditandatangani oleh Presiden Prabowo dan Presiden Lee Jae Myung. Dengan sistem ini, transaksi dilakukan langsung menggunakan mata uang lokal kedua negara (LCT), sehingga lebih efisien dengan biaya yang lebih rendah.
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, meresmikan langsung konektivitas ini bersama Deputi Gubernur Senior Bank of Korea, Sangdai Ryoo. Perry menekankan bahwa integrasi sistem pembayaran ini adalah fondasi penting bagi ekonomi digital kedua negara.
“Terhubungnya pembayaran QR Antarnegara tidak hanya memudahkan transaksi, tetapi juga memperkuat UMKM, meningkatkan pariwisata, serta membuka peluang baru bagi dunia usaha,” tutur Perry Warjiyo, dikutip Senin (6/4/2026).
Senada dengan hal tersebut, Deputi Gubernur Bank of Korea, Chang Cheong-soo, menyebut kolaborasi strategis ini akan mempererat hubungan ekonomi kedua negara melalui sistem pembayaran yang aman dan andal.
Implementasi di Korea Selatan menambah daftar panjang kesuksesan QRIS antarnegara Indonesia. Berdasarkan data Bank Indonesia hingga Februari 2026, jumlah pengguna QRIS telah mencapai 60,77 juta orang.
Berikut adalah performa transaksi QRIS antarnegara dengan berbagai mitra:
|
Negara Mitra |
Sejak |
Volume Transaksi |
Nominal Transaksi |
|
Malaysia |
Mei 2023 |
10,66 Juta |
Rp2,75 Triliun |
|
Thailand |
Agustus 2022 |
1,64 Juta |
Rp656,27 Miliar |
|
Singapura |
November 2023 |
554.510 |
Rp179,28 Miliar |
|
Jepang |
Agustus 2025 |
5.088 |
Rp428,80 Juta |
Menariknya, data tahun 2025 menunjukkan bahwa frekuensi transaksi wisatawan asing di Indonesia (inbound) mencapai 5,89 juta transaksi, jauh lebih tinggi dibanding transaksi masyarakat Indonesia di luar negeri (outbound) yang tercatat sebesar 1,68 juta transaksi.
Keberhasilan integrasi dengan Korea Selatan ini merupakan hasil kolaborasi intensif antara: Bank Indonesia & Bank of Korea, Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), Korea Financial Telecommunications & Clearings Institute (KFTC), dan Lembaga keuangan serta penyelenggara infrastruktur sistem pembayaran anggota ASPI.
Dengan resminya kerja sama ini, pelancong asal Indonesia kini cukup memindai kode QR di toko-toko di Korea Selatan menggunakan aplikasi perbankan atau dompet digital yang sudah mendukung QRIS. Saldo akan otomatis terpotong dalam Rupiah dengan kurs yang kompetitif.
STEVY WIDIA
