youngster.id - ShopeePay menegaskan komitmennya dalam mendukung akselerasi ekosistem pembayaran digital nasional yang dicanangkan Bank Indonesia (BI). Dukungan tersebut diwujudkan melalui kemudahan akses pembayaran bagi masyarakat serta penguatan kapabilitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pengguna QRIS.
Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Fitria Irmi Triswati, menjelaskan bahwa penetrasi QRIS terus tumbuh menjadi pilar utama efisiensi dan inklusi keuangan nasional.
“Perkembangan QRIS merupakan bagian dari upaya Bank Indonesia untuk membangun ekosistem pembayaran digital yang semakin inklusif, efisien, aman, dan terintegrasi. Saat ini, 96,69% dari 45,46 juta merchant QRIS merupakan UMKM. Angka ini menunjukkan bahwa manfaat digitalisasi pembayaran semakin luas dirasakan, termasuk bagi pelaku usaha mikro dan kecil,” jelas Fitria, dikutip Kamis (17/9/2026).
Menanggapi adopsi yang makin masif tersebut, Presiden Direktur ShopeePay Indonesia, Eka Nilam Dari, mengungkapkan bahwa ShopeePay berfokus pada pemberian nilai tambah bagi pengguna maupun mitra merchant. Salah satunya lewat peluncuran program Bayar QRIS Pasti Cashback s.d. Rp100.000 yang berlaku di seluruh jaringan merchant QRIS, mulai dari minimarket hingga warung kelontong.
“Melalui kampanye ini, kami berharap dapat mendorong lebih banyak pengguna memanfaatkan QRIS sekaligus membantu merchant dan UMKM menjangkau lebih banyak pelanggan melalui pembayaran digital,” tutur Eka.
Perluasan Inovasi Fitur QRIS Tap dan Antarnegara
Selain menghadirkan fleksibilitas sumber dana—mulai dari Saldo ShopeePay, SPayLater, SeaBank, hingga kartu kredit/debit—ShopeePay juga terus mengintegrasikan inovasi teknologi terbaru dari Bank Indonesia.
Integrasi ini mencakup pengembangan fitur QRIS Tap berbasis teknologi Near Field Communication (NFC) untuk mempermudah transaksi cepat, serta QRIS Antarnegara (Cross-Border QRIS) yang memungkinkan masyarakat Indonesia melakukan pembayaran digital secara langsung saat berada di luar negeri.
STEVY WIDIA
















Discussion about this post