youngster.id - Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Maluku Utara mulai memasuki babak baru digitalisasi dengan memanfaatkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Melalui rangkaian acara Pekan Inovasi AI, para pengusaha lokal kini mengandalkan alat berbasis AI untuk melakukan modernisasi produk, mulai dari desain kemasan hingga strategi pemasaran digital.
Kegiatan kolaboratif yang diselenggarakan oleh Microsoft Elevate bersama Fokus Target Solusi, Biji-Biji Initiative, dan Alkademi ini bertujuan meningkatkan literasi teknologi di wilayah Indonesia Timur. Program ini membuktikan bahwa AI bukan hanya milik korporasi besar, melainkan asisten strategis bagi usaha rumahan.
Salah satu kisah inspiratif datang dari Alfitrah (23), pemilik usaha Kerupuk & Peyek Takoma. Lulusan arsitektur ini berhasil melakukan re-packaging usaha keluarganya menggunakan Microsoft Designer dan Microsoft Copilot. Melalui AI, ia tidak hanya memperbarui logo, tetapi juga menemukan ide inovatif berupa kerupuk berbahan limbah tulang ikan yang lebih berkelanjutan.
“AI bukan alat untuk menggantikan kreativitas, melainkan partner berdiskusi. Proses pengembangan usaha yang dulunya lambat kini menjadi lebih terarah dan terstruktur,” ujar Alfitrah.
Hal serupa dirasakan oleh Junaidi Dahlan, pengelola minyak cengkeh dari Kelompok Tani Hutan Buku Manyeku. Baginya, AI membantu menyusun narasi produk dan perencanaan usaha jangka panjang yang sebelumnya sulit dijangkau tanpa bantuan profesional. Ia menekankan bahwa petani dan UMKM harus beradaptasi dengan teknologi agar tidak tertinggal.
Muhammad Ghifary, trainer ekonomi kreatif dari Fokus Target Solusi—yang juga pernah terlibat dalam departemen R&D film Avatar: The Way of Water—menyaksikan langsung dampak positif ini. Menurutnya, AI membantu menerjemahkan kekayaan lokal menjadi karya promosi yang menggugah dalam waktu singkat.
“Teknologi justru memperkuat nilai-nilai lokal, bukan menggantikannya. Ini membangun kepercayaan diri baru bagi UMKM untuk berkarya secara mandiri,” ungkap Ghifary.
Pelatihan ini tidak hanya berhenti pada teori, tetapi berlanjut melalui pendampingan daring selama bulan Ramadan 2026 untuk menyesuaikan kebutuhan promosi musiman para pelaku usaha.
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, memberikan apresiasi tinggi atas pemilihan Maluku Utara sebagai lokasi peluncuran pembelajaran Copilot Microsoft AI tahun 2026. Ia berharap efisiensi serupa dapat diterapkan oleh para Aparatur Sipil Negara (ASN) di masa depan.
Arief Suseno, AI Skills Director Microsoft Indonesia, menambahkan bahwa akses terhadap keterampilan AI adalah kunci meningkatkan daya saing daerah.
“Akses ini membantu pelaku usaha mengoptimalkan cara mereka merencanakan, memasarkan, dan mengembangkan bisnis secara efektif,” tuturnya.
Inisiatif ini menegaskan bahwa perkembangan UMKM tidak harus menunggu modal besar, melainkan dimulai dari keberanian mengadopsi cara-cara baru dalam berbisnis di era digital. (*AMBS)
