Minggu, 17 Mei 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News

Dorong Pemulihan Industri Pariwisata Melalui Pemanfaatan Teknologi Digital

30 November 2021
in News
Reading Time: 2 mins read
pariwisata Indonesia

Kepulauan Raja Ampat di Papua. (Foto : Ilustrasi/istimewa)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Wisatawan di era normal baru ini sangat memperhatikan faktor keamanan dan keselamatan dalam berwisata. Pemanfaatan teknologi informasi akan sangat efektif dalam meningkatkan kepercayaan wisatawan. Untuk itu, Qlue bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dan Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) mendorong pemulihan industri pariwisata ini melalui pemanfaatan teknologi digital.

President Qlue Maya Arvini mengatakan, faktor keamanan dan keselamatan kini menjadi fokus utama wisatawan dalam melakukan perjalanan untuk berwisata. “Kawasan wisata saat ini sudah semakin ramai dan kembali bergeliat dan pemanfaatan teknologi memungkinkan untuk mengantisipasi terjadinya kerumunan, salah satunya dengan teknologi people counting dan vehicle counting. Dengan teknologi, deteksi akan semakin cepat yang memungkinkan pemangku kepentingan untuk merespon situasi dengan lebih baik dan akurat,” ucap Maya dalam keterangan pers, Selasa (30/11/2021).

Menurut Maya, bagi pelaku industri pariwisata teknologi juga memegang peranan penting untuk mengaktifkan kembali geliat bisnis agar meraih kepercayaan masyarakat yang kini mulai ramai menyasar daerah dengan daya tarik wisata. “Dengan teknologi, akan memberikan rasa aman yang lebih baik bagi wisatawan karena dapat menjangkau aspek operasional yang lebih luas namun tetap efisien dari sisi pengeluaran,” ujarnya.

Berdasarkan data dari Department of Economic and Social Affairs United Nations, demografi pariwisata global saat ini didominasi oleh kelas milenial yang berada dalam rentang usia 18-34 tahun, atau sekitar 51% dari total turis potensial di seluruh dunia. Segmen ini merupakan wisatawan yang sangat akrab dengan pemanfaatan teknologi yang semua hal akan terkait dengan aspek digital sehingga akan sangat berdampak pada destinasi wisata.

Di Indonesia sendiri, terdapat 82 juta orang yang masuk dalam kategori wisatawan millennial ini. Dalam diskusi publik bertajuk QlueTalk Road to Indonesia Smart Nation: Reaktivasi Industri Pariwisata Dengan Pemanfaatan Teknologi Indonesia, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mencatat selama pandemi COVID-19, terjadi perubahan perilaku wisatawan dibanding kondisi sebelum pandemi terjadi.

Direktur Komunikasi Pemasaran Kemenparekraf Diah Paham mengatakan, perubahan perilaku itu membuat Pemerintah mendorong pelaku usaha untuk lebih menyesuaikan diri agar dapat lebih efektif menjalankan usaha. Salah satu cara yang efektif untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat adalah dengan pemanfaatan teknologi informasi. Penggunaan teknologi juga diyakini akan meningkatkan preferensi wisatawan sekaligus menjadi daya tarik sendiri.

“Kemenparekraf mendorong semua aspek pariwisata dilengkapi dengan teknologi informasi, seperti digital payment dan digital tourism yang memanfaatkan teknologi virtual reality atau virtual tour. Jadi kuncinya adalah adaptasi, inovasi, dan kolaborasi. Pemanfaatan teknologi digital ini merupakan aspek tak terpisahkan dari semangat reaktivasi industri pariwisata di Indonesia,” ujar Diah.

Sementara founder dan CEO Qlue Rama Raditya, teknologi informasi menjadi aspek vital dalam revitalisasi industri pariwisata yang mulai kembali bergerak setelah hampir dua tahun terdampak. Implementasi teknologi informasi yang dilakukan oleh Qlue juga sudah masuk ke sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Sejumlah pelaku usaha pariwisata seperti Hotel Mandarin Oriental Jakarta dan Mall Grand Indonesia telah memanfaatkan solusi Qlue untuk mendeteksi suhu tubuh dalam menerapkan protokol kesehatan.

“Pada banyak aspek industri selama pandemi, digitalisasi melalui pemanfaatan teknologi informasi membuat operasional usaha bisa tetap berjalan secara adaptif. Karena itu, industri pariwisata harus berinovasi pada dunia digital untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat yang ingin berwisata. Kami berkomitmen mendukung penuh para pelaku usaha karena sektor pariwisata ini merupakan salah satu indikator perbaikan ekonomi masyarakat,” ujar Rama.

 

STEVY WIDIA

Tags: Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI)Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf)pariwisataQlueteknologi digital
Previous Post

Sinar Mas Land Gelar Kompetisi Esport “Ladies Battle”

Next Post

Young Creative Entrepreneur Program, Ajak Milenial dan Gen Z Jadi Creativepreneur

Related Posts

Bain & Company Investasi OpenAI Deployment Company
Digital Business

Percepat Adopsi AI, Bain & Company Investasi di OpenAI Deployment Company

13 Mei 2026
0
Bali All-Access Pass SatuSatu
Industry

SatuSatu Luncurkan Bali All-Access Pass dengan Layanan Concierge Pribadi

7 Mei 2026
0
TipTip platform SatuSatu
Digital Business

Cetak Profitabilitas di Awal 2026, TipTip Ekspansi ke Sektor Wisata Melalui Platform SatuSatu

4 Mei 2026
0
Load More
Next Post
PB ESI - kompetisi esports

Young Creative Entrepreneur Program, Ajak Milenial dan Gen Z Jadi Creativepreneur

Kecakapan Bahasa Inggris

Kecakapan Bahasa Inggris Orang Indonesia “Rendah”

Indosat Ooredoo

Indosat Ooredoo dan Snapchat Kembali Gelar IDCamp Developer Challenge

Discussion about this post

Recent Updates

H3RO Esports 6.0

Antusiasme Esports Indonesia Terus Naik, H3RO Esports 6.0 Jaring Ribuan Talenta Muda

16 Mei 2026
Nerflix

Persaingan OTT Makin Ketat, Netflix Bawa Paket Beriklan ke Indonesia

15 Mei 2026
SEA Esports Nations Cup 2026

Indonesia Juara Umum SEA Esports Nations Cup 2026, Perkuat Dominasi di Asia Tenggara

15 Mei 2026
School of Design BINUS

Di Tengah Era AI, School of Design BINUS Raih Employer Reputation #2 di Indonesia

15 Mei 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
H3RO Esports 6.0

Antusiasme Esports Indonesia Terus Naik, H3RO Esports 6.0 Jaring Ribuan Talenta Muda

16 Mei 2026
Nerflix

Persaingan OTT Makin Ketat, Netflix Bawa Paket Beriklan ke Indonesia

15 Mei 2026
SEA Esports Nations Cup 2026

Indonesia Juara Umum SEA Esports Nations Cup 2026, Perkuat Dominasi di Asia Tenggara

15 Mei 2026
School of Design BINUS

Di Tengah Era AI, School of Design BINUS Raih Employer Reputation #2 di Indonesia

15 Mei 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version