youngster.id - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi berkolaborasi dengan perusahaan teknologi lokal Assemblr, serta didukung oleh Samsung melalui program Samsung for Education, untuk meluncurkan ImajiNation 2026. Inisiatif ini menjadi kompetisi Visual Coding tingkat nasional pertama di Indonesia yang diperuntukkan bagi siswa dan tenaga pendidik.
Program ini menargetkan keterlibatan lebih dari 11.000 peserta yang berasal dari 2.000 sekolah di 38 provinsi di Indonesia. Target peserta mencakup sekitar 10.000 siswa jenjang SD, SMP, SMA/SMK, serta 1.000 guru.
Para peserta akan mengoptimalkan platform Assemblr EDU untuk merancang proyek interaktif berbasis Visual Coding, animasi 3D, dan Augmented Reality (AR) tanpa memerlukan keterampilan pemrograman berbasis teks (text-based programming) maupun perangkat keras khusus.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menjelaskan bahwa ImajiNation 2026 dihadirkan guna mendukung implementasi mata pelajaran Coding dan Artificial Intelligence (AI) serta pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) di sekolah.
“Tujuan kami bukan sekadar mengajari siswa cara menulis kode program, melainkan menumbuhkan pola pikir yang sistematis, kreatif, kolaboratif, dan solutif. Saya mendorong para guru di seluruh Indonesia untuk mendampingi siswa agar berani bertanya, bereksperimen, berkolaborasi, dan mengubah gagasan mereka menjadi solusi yang bermanfaat,” ujar Abdul Mu’ti, dikutip Kamis (20/8/2026).
Pemberdayaan Guru dan Puncak Acara Grand Final
ImajiNation 2026 dirancang sebagai ajang pengembangan kompetensi yang berkelanjutan. Sebelum menyerahkan karya, para peserta akan mengikuti program pelatihan nasional selama enam minggu yang diisi dengan seri webinar dan roadshow di 38 provinsi.
Kompetisi ini membuka beberapa kategori untuk siswa berdasarkan jenjang pendidikan dengan tiga pilihan tema proyek (Creative Quests): Dream Quest, Eco Quest, dan Culture Quest. Bagi kategori guru, karya terpilih akan dimasukkan ke dalam bank sumber belajar nasional agar dapat dimanfaatkan oleh para pendidik secara luas. Kegiatan ini juga diakui sebagai aktivitas resmi nasional melalui sertifikasi dari direktorat dan lembaga terkait di Kemendikdasmen, seperti PDM, GTK, dan Puspresnas.
Co-Founder dan CEO Assemblr, Hasbi Asyadiq, mengungkapkan bahwa platformnya berupaya memberikan akses pemula yang ramah bagi generasi muda untuk menjadi pencipta teknologi.
“Melalui Visual Coding, visualisasi 3D, dan Augmented Reality, kami ingin memberikan pijakan yang mudah diakses bagi para siswa untuk menjadi kreator dan inovator. Tujuannya adalah membina pemikiran kreatif dan kepercayaan diri dalam memecahkan masalah di dunia nyata,” tutur Hasbi Asyadiq.
Dukungan teknologi juga diperkuat oleh Samsung. Head of Mobile Enterprise & Education Samsung Southeast Asia & Oceania, Ian Chong, menyatakan bahwa teknologi harus dimanfaatkan untuk menciptakan inovasi baru yang dapat dibagikan kepada masyarakat luas.
Rangkaian kompetisi diawali dengan babak kualifikasi secara daring di seluruh Indonesia, sebelum memuncak pada babak Grand Final yang akan digelar secara tatap muka di Jakarta pada Oktober 2026. Acara puncaknya akan menampilkan Junior High School Visual Coding Battle secara langsung di panggung Samsung EDU Innovation Stage, penganugerahan pemenang, serta pameran pendidikan (Education Expo) yang diperkirakan menyedot hingga 1.000 pengunjung secara langsung dan 5.000 penonton via livestreaming.
Pendaftaran ImajiNation 2026 dibuka secara gratis bagi siswa dan guru yang memenuhi syarat melalui situs resmi platform Assemblr.
STEVY WIDIA
















Discussion about this post