Selasa, 7 April 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News

Fintech Dapat Atasi Keterbatasan Akses Kredit

27 Maret 2017
in News
Reading Time: 1 min read
Dompet Digital & PayLater

Asosiasi Fintech Indonesia. (Foto: Istimewa/youngster.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Keterbatasan akses kredit perbankan kepada masyarakat nilainya ditaksir mencapai Rp1.000 triliun. Untuk itu Asosiasi Fintech Indonesia berharap usaha rintisan layanan keuangan berbasis teknologi atau (fintech) mampu mengatasi masalah tersebut.

“Peta demografi Indonesia menunjukkan masih ada keterbatasan Rp1.000 triliun belum terlayani akses kredit. Kami harapkan ‘fintech’ layanan pinjam meminjam bisa penuhi 30 persen pasar itu,” kata Adrian Gunadi Wakil Ketua Asosiasi Fintech Indonesia, Jumat (24/3/2017) di Kantor Otoritas Jasa Keuangan, Jakarta.

Adrian mengatakan, asosiasi telah menggelorakan semangat kolaborasi antara industri perbankan dan para usaha rintisan fintech. Terutama yang bergerak di bidang kegiatan layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi atau “peer-to-peer (p2p) lending”. Upaya kolaborasi dan semangat untuk tidak eksklusif tersebut, dinilai mampu menciptakan industri yang sehat dan berkembang.

Baca juga :   Mahasiswa Surabaya Perlu Bangun Kota Pintar

Adrian mencontohkan wujud kerja sama startup fintech dan perbankan yaitu kolaborasi PT Investree Radhika Jaya dengan Bank Woori Saudara dan Bank Danamon. Namun dia juga menyebutkan pentingnya komunikasi para pelaku usaha fintech dengan regulator untuk mengarahkan pertumbuhan industri yang berkelanjutan.

“Pada akhirnya ini akan mewujudkan inklusi keuangan,” ujar Adrian.

Dia menyebutkan, saat ini badan usaha yang terdaftar sebagai anggota Asosiasi Fintech Indonesia tercatat sekiatar 70 badan usaha. Ada 50 badan usaha bergerak di bidang pembayaran (“payment”) dan sisanya bergerak di model bisnis pemberi pinjaman. Itu dengan total transaksi fintech di Indonesia secara keseluruhan mencapai sekitar 18 miliar dolar AS, di mana kontribusi model bisnis pembayaran mencapai 85 persen dan sisanya merupakan sektor pemberi pinjaman.

Baca juga :   Regulasi Fintech Harusnya Dapat Lindungi Konsumen

Adrian mengatakan hampir semua fintech model bisnis pemberi pinjaman sedang berproses untuk menyesuaikan dengan Peraturan OJK Nomor 77/POJK.1/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi.

STEVY WIDIA

Tags: akses perbankanfinancial technologi (Fintech)Ketua Asosiasi Fintech Indonesialayanan pinjam meminjam uang berbasis teknologiOtoritas Jasa Keuangan (OJK)
Previous Post

meTube.id Gelar Kompetisi Video Kreatif

Next Post

Bhinneka Targetkan Pelanggan Korporasi Naik Hingga 25%

Related Posts

Aplikasi neobank
Digital Business

OJK Batalkan Bank Neo Commerce Sebagai Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek

30 Maret 2026
0
stimulus kredit UMKM
Startup & Entrepreneurship

Kredit UMKM Diproyeksi Tumbuh Hingga 9% di Tahun 2026

11 Maret 2026
0
Transaksi Kripto
Digital Business

Harga Global Terkoreksi, Nilai Transaksi Kripto di RI Turun

4 Maret 2026
0
Load More
Next Post
Tingkatkan Penjualan, XL – Bhinneka.Com Jalin Kerjasama

Bhinneka Targetkan Pelanggan Korporasi Naik Hingga 25%

Sekarang, Kartu Hadiah Google Play Tersedia di Indonesia

Sekarang, Kartu Hadiah Google Play Tersedia di Indonesia

GrabSchool Beri Pelatihan Kewirausahaan

GrabSchool Beri Pelatihan Kewirausahaan

Discussion about this post

Recent Updates

masa depan industri P2P Lending

Akhir Era “Bakar Uang”: Menakar Kedewasaan Baru Industri P2P Lending Indonesia

6 April 2026
Pitchbook - venture capital

Laporan Pitchbook Q1 2026: Investasi VC Asia Stabil, Sektor AI Geser Dominasi Fintech

6 April 2026
Agoda x WWF x Livingseas

Agoda dan WWF Kucurkan Dana Konservasi untuk Livingseas Asia di Bali

6 April 2026
ShopeePay

ShopeePay Soroti Perubahan Pola Konsumsi Masyarakat Pasca Ramadan 2026

6 April 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
masa depan industri P2P Lending

Akhir Era “Bakar Uang”: Menakar Kedewasaan Baru Industri P2P Lending Indonesia

6 April 2026
Pitchbook - venture capital

Laporan Pitchbook Q1 2026: Investasi VC Asia Stabil, Sektor AI Geser Dominasi Fintech

6 April 2026
Agoda x WWF x Livingseas

Agoda dan WWF Kucurkan Dana Konservasi untuk Livingseas Asia di Bali

6 April 2026
ShopeePay

ShopeePay Soroti Perubahan Pola Konsumsi Masyarakat Pasca Ramadan 2026

6 April 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version