Selasa, 31 Maret 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline

Fintech Lending Restrukturisasi Pembiayaan Rp 681,17 Miliar

20 Februari 2021
in Headline, News
Reading Time: 2 mins read
AFPI

Peluncuran Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI). (Foto: istimewa/youngster.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Industri Financial Technolgy (Fintech) peer-to-peer (P2P) lending dinilai berhasil memfasilitasi restrukturisasi pembiayaan hingga Rp 681,17 miliar hingga akhir 2020. Nilai itu mencakup 95,72% dari total nilai pembiayaan yang diajukan oleh para penerima pinjaman (borrower) dan telah setujui pemberi pinjaman (lender).

Direktur Eksekutif Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Kuseryansyah mengungkapkan, ada sekitar 302 ribu lebih peminjam yang mengajukan restrukturisasi dengan nilai pinjaman sebesar Rp 711,65 miliar. Dan realisasinya itu sebesar 95,72%.

“Data itu yang kami peroleh dari AFPI atas survei terakhir untuk akhir Desember 2020,” ujar Kuseryansyah dalam webinar Peran Fintech dalam Pemulihan Ekonomi Nasional baru-baru ini.

Menurut dia, saat ini terdapat 148 penyelenggara fintech lending dan kurang dari 10 penyelenggara yang diperkenankan untuk menyalurkan pembiayaan dalam rangka mendukung program PEN. Dengan demikian masih terdapat ruang untuk fintech lending terlibat dan berkontribusi lebih besar.

Baca juga :   Industri Keuangan Harus Bersahabat dengan Teknologi

“Kami yakin ini perlahan tapi pasti platform fintech lending akan turun bekerjasama dengan bank jangkar. Karena progres kerjasama fintech lending itu semakin gencar. Kekhawatiran orang tahun lalu bahwa fintech lending akan mendisrupsi bank, ini tidak akan terjadi karena pasarnya besar. Maka pendekatan yang dilakukan adalah kolaborasi,” katanya lagi.

Sementara itu Deputi Direktur Pengaturan, Perizinan, dan Pengembangan Fintech Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Munawar Kasan mengungkapkan, ada perbedaan mendasar restrukturisasi oleh perbankan atau multifinance dengan fintech lending. Dalam hal ini, perbankan atau multifinance bisa langsung melakukan penilaian atas portofolio yang membutuhkan restrukturisasi. Sedangkan fintech lending hanya berperan memfasilitasi pengajuan restrukturisasi dari borrower, untuk kemudian disetujui lender.

Selain memfasilitas restrukturisasi, Munawar menyatakan, industri fintech lending juga menjalankan perannya mendukung program pemulihan ekonomi nasional (PEN). Fintech lending telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 262,16 miliar hingga akhir 2020 terkait program tersebut.

Baca juga :   Jualo Berkolaborasi Dengan Grab Untuk Layanan Logistik

“Lalu terkait program PEN, jumlah sampai Desember 2020 sebesar Rp 262,16 miliar, ada 48.629 rekening pinjaman penyaluran PEN. Tentunya adalah fintech p2p lending resmi dibawah pengawasan OJK,” ungkap Munawar.

Dia mengatakan, sejalan dengan target penerima dana PEN, fintech lending sendiri telah memiliki banyak data masyarakat ataupun usaha kecil yang memang terdampak pandemi Covid-19. Kemudian terlepas dari program PEN, sebenarnya segmen garapan fintech lending memang menjangkau masyarakat kecil yang belum terjamah bank (unbankable) atau belum terlayani jasa keuangan lainnya (underserved).

Di sisi lain, Munawar menuturkan, kinerja fintech lending juga dirasa cukup baik meskipun perekonomian Indonesia tercatat melambat 2,07% di akhir 2020. Pada saat yang sama, pembiayaan fintech lending turut tumbuh melambat 26,27% (yoy) menjadi Rp 74,41 triliun, padahal di tahun-tahun sebelumnya pembiayaan mampu tumbuh diatas dua kali lipat.

Baca juga :   Fintech Lending Restrukturisasi Pinjaman Hingga Rp 300 Miliar

“Dari sisi pertumbuhan memang menurun, tapi ini pertumbuhan yang cukup tinggi jika dibandingkan pertumbuhan-pertumbuhan industri atau pertumbuhan ekonomi,” katanya.

 

STEVY WIDIA

Tags: Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI)financial technology (fintech) peer-to-peer (P2P) lendingOtoritas Jasa Keuangan (OJK)restrukturisasi pembiayaan
Previous Post

Blibli Perluas Kurasi Produk Lokal Hadirkan Laman Khusus Produk Danau Toba

Next Post

Platform Pengembangan Perangkat Lunak Ini Dapat Investasi Senilai US$150 Juta

Related Posts

KPPU Fintech
Digital Business

KPPU Putuskan 97 Fintech P2P Lending Bersalah Atas Perkara Kartel Bunga

30 Maret 2026
0
Aplikasi neobank
Digital Business

OJK Batalkan Bank Neo Commerce Sebagai Mitra Pemasaran Perantara Pedagang Efek

30 Maret 2026
0
stimulus kredit UMKM
Startup & Entrepreneurship

Kredit UMKM Diproyeksi Tumbuh Hingga 9% di Tahun 2026

11 Maret 2026
0
Load More
Next Post
OutSystems Luncurkan Solusi App Intelligence Bagi Platform Pengembangan Low-Code

Platform Pengembangan Perangkat Lunak Ini Dapat Investasi Senilai US$150 Juta

Lomba TTS Berbahasa Sunda Virtual Diikuti 1.130 Peserta

Lomba TTS Berbahasa Sunda Virtual Diikuti 1.130 Peserta

Ekonomi Indonesia Diyakini Tumbuh di 2021

Ekonomi Indonesia Diyakini Tumbuh di 2021

Discussion about this post

Recent Updates

Capital A Tunjuk Effendy Shahul Hamid Jadi Deputy CEO, Fokus Ekspansi Regional

Capital A Tunjuk Effendy Shahul Hamid Jadi Deputy CEO, Fokus Ekspansi Regional

30 Maret 2026
ITSEC Asia

Laba Bersih Meroket, ITSEC Asia Catat Pendapatan Rp527,1 Miliar di Tahun 2025

30 Maret 2026
KPPU Fintech

KPPU Putuskan 97 Fintech P2P Lending Bersalah Atas Perkara Kartel Bunga

30 Maret 2026
Intervyou

Intervyou Luncurkan Platform Persiapan Karir Berbasis AI di Indonesia

30 Maret 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Capital A Tunjuk Effendy Shahul Hamid Jadi Deputy CEO, Fokus Ekspansi Regional

Capital A Tunjuk Effendy Shahul Hamid Jadi Deputy CEO, Fokus Ekspansi Regional

30 Maret 2026
ITSEC Asia

Laba Bersih Meroket, ITSEC Asia Catat Pendapatan Rp527,1 Miliar di Tahun 2025

30 Maret 2026
KPPU Fintech

KPPU Putuskan 97 Fintech P2P Lending Bersalah Atas Perkara Kartel Bunga

30 Maret 2026
Intervyou

Intervyou Luncurkan Platform Persiapan Karir Berbasis AI di Indonesia

30 Maret 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version