Rabu, 25 Februari 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News

Fintech Lending Salurkan 55% Pembiayaan ke Sektor Produktif

14 Februari 2022
in News
Reading Time: 1 min read
AFPI

Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (Foto: istimewa)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Tren penyaluran pembiayaan di sektor produktif diyakini akan terus meningkat. Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) mengungkapkan, fintech lending mencatat rata-rata alokasi penyaluran pembiayaan ke sektor produktif sebesar 55% per bulan.

Berdasarkan catatan AFPI, tren penyaluran untuk sektor produktif memang relatif meningkat sepanjang tahun lalu. Pada Januari 2021, pembiayaan yang diterima sektor produktif baru 42% atau senilai Rp 3,98 triliun. Porsi pembiayaan mayoritas berbalik pada lini produktif pada Februari 2021 menjadi 52% atau senilai Rp 4,99 triliun.

Ketua Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Adrian Gunadi menyampaikan, penyaluran pembiayaan fintech lending pada sektor produktif menjadi penting untuk mendukung perkembangan dan kelangsungan bisnis UMKM. Pembiayaan yang diberikan digunakan pelaku usaha sebagai modal kerja, pembelian barang, dan lainnya

Baca juga :   Iman Usman Tampil Di Markas PBB

Kontribusi fintech lending mencatat bahwa rata-rata pendanaan ke sektor produktif hampir 55%. Hal itu menjadi signifikan, dimana fokus kami tidak hanya dari sisi konsumtif, bahkan akan lebih karena dari trennya terlihat perkembangan yang lebih besar di sektor produktif tersebut,” kata Adrian dalam keterangannya baru-baru ini.

Memasuki Juli 2021, pembiayaan produktif kembali meningkat secara nilai menjadi Rp 7,79 triliun namun secara porsi susut jadi 50%. Sejak saat itu, porsi pembiayaan produktif terus meningkat dan ditutup sebesar 66% per Desember 2021 senilai Rp 8,96 triliun.

Adrian menegaskan, dampak fintech lending kepada UMKM tidak bisa dipungkiri. Manfaat pinjaman fintech lending di sektor produktif diantaranya membantu proses produksi, berkontribusi pada kinerja usaha, meningkatkan keuntungan, ekspansi bisnis, dan lainnya sesuai hasil survei DSInnovate. Selain itu, 75,7% UMKM masih membutuhkan akses pendanaan dan fintech lending menjadi alternatif menjawab kebutuhan tersebut.

Baca juga :   Ipsos: Perilaku Konsumen Indonesia Masih Konvensional Saat Belanja Online

“Hampir sebagian besar atau 84,5% pembiayaan digunakan untuk modal kerja, sehingga fokus industri untuk menciptakan dampak positif kepada UMKM tersebut perlu ditingkatkan,” ujarnya.

 

STEVY WIDIA

Tags: Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI)fintech lendingpembiayaan
Previous Post

Aplikasi Video Conference UMeetMe Jamin Keamanan Data Pengguna

Next Post

Startup Brick, Raih Pendanaan Modal Ventura Global Senilai Rp122 Miliar

Related Posts

Fintech Lending Days 2025
News

Tingkatkan Literasi Keuangan di Timur Indonesia, AdaKami Dukung Gelaran Fintech Lending Days 2025

14 Juli 2025
0
RupiahCepat
News

Penuhi Panggilan OJK dan AFPI, RupiahCepat Siap Bertanggung Jawab Tangani Pengaduan Pengguna

22 Mei 2025
0
AFPI
News

AFPI: Batas Bunga Maksimum Bukan Penyeragaman Harga, tapi Upaya Lawan Pinjol Ilegal dan Tekan Bunga Tinggi

15 Mei 2025
0
Load More
Next Post
Brick- Gavin Tan

Startup Brick, Raih Pendanaan Modal Ventura Global Senilai Rp122 Miliar

Kejahatan Siber

Koalisi Kolaborasi dan Standar Jadi Pondasi Bangun Keamanan Siber di Indonesia

Sociolla

Sociolla Ajak Pelanggannya Kurangi Limbah dan Berkontribusi untuk Bumi

Discussion about this post

Recent Updates

SIRCLO

Transaksi E-commerce Naik 115% Selama Ramadan–Lebaran 2025, SIRCLO Bagikan Tips Belanja Hemat

25 Februari 2026
PGE - Flow2Max

PGE Dorong Optimalisasi Panas Bumi Global lewat Teknologi Flow2Max di Filipina

25 Februari 2026
RAFI 2026, Telkomsel Proyeksi Payload Naik 11,1%

RAFI 2026, Telkomsel Proyeksi Payload Naik 11,1%

25 Februari 2026
AdaKami

Riset LPEM FEB UI: AdaKami Berkontribusi hingga Rp10,96 Triliun terhadap PDB Indonesia pada 2024

25 Februari 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
pendanaan Fintech

Inilah 5 Fintech dengan Pendanaan Terbesar di Indonesia Tahun 2025

15 Mei 2025
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
SIRCLO

Transaksi E-commerce Naik 115% Selama Ramadan–Lebaran 2025, SIRCLO Bagikan Tips Belanja Hemat

25 Februari 2026
PGE - Flow2Max

PGE Dorong Optimalisasi Panas Bumi Global lewat Teknologi Flow2Max di Filipina

25 Februari 2026
RAFI 2026, Telkomsel Proyeksi Payload Naik 11,1%

RAFI 2026, Telkomsel Proyeksi Payload Naik 11,1%

25 Februari 2026
AdaKami

Riset LPEM FEB UI: AdaKami Berkontribusi hingga Rp10,96 Triliun terhadap PDB Indonesia pada 2024

25 Februari 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version