Kamis, 12 Februari 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline

Gelombang PHK Menimpa Startup di Seluruh Dunia

28 Juni 2020
in Headline, News
Reading Time: 1 min read
Airy Perluas Pasar Lewat Platform Baru

Airy menutup layanan di Indonesia. (Foto: istimewa/youngster.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Pandemi Covid-19 telah mengguncang dunia, termasuk para pelaku startup. Ada puluhan ribu karyawan dari 500 startup dunia mesti rela jadi pengangguran akibat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karena perusahaan tak kebal wabah corona.

Dari semua itu, ada sekitar 43 startup di Asia Tenggara yang melakukan PHK, beberapa di antaranya beroperasi di Indonesia.

Pertama adalah Airy merupakan startup akomodasi daring yang terafiliasi dengan Traveloka. Perusahaan itu menutup seluruh operasional bisnis di Tanah Air pada akhir Mei. Akibatnya, startup ini harus melakukan PHK terhadap seluruh jumlah karyawan, yang jumlahnya tak disebutkan.

Selanjutnya langkah serupa harus dilakuan Grab. Pada pertengahan Juni, Bos Grab Anthony Tan mengumumkan PHK terhadap 5% karyawan; membuat 360 orang kehilangan pekerjaannya.

Baca juga :   Investasi Startup Capai Rp26,6 Triliun Pada Kuartal III 2020, Siapa Yang Dapat Terbanyak ?

Lewat PHK itu, Grab mengonsolidasikan tim di luar bisnis intinya. Karena itu, perusahaan berniat kembali fokus menggarap lini bisnis utama, yakni: transportasi, keuangan, dan jasa pengiriman.

Langkah ini diikuti oleh Akulaku, startup yang bergerak di bidang finansial teknologi. Perusahaan yang berdiri pada 2016 itu memberhentikan 100 karyawan, setara dengan 10% total tenaga kerjanya.

Yang terbaru adalah Gojek yang melakukan PHK terhadap 430 pegawai atau sekitar 9% dari total karyawan. Sebagian besar pegawai yang dipecat merupakan staf GoLife dan GoFood Festival. Kedua layanan ini juga ditutup oleh Gojek.
Kondisi serupa harus dilakukan oleh startup e-commerce Stoqo. Mereka melakukan PHK terhadap seluruh karyawannya. Diketahui, total tenaga kerja Stoqo mencapai 250 orang.

Baca juga :   Telkomsel The NextDev 2021 Fokus Pada Potensi Startup Digital Menjawab Tantangan Sosial

PHK juga harus dilakukan Sweet Escape. Startup yang berdiri pada 2017 ini merumahkan 33% dari total pegawainya. Meski begitu, tak ada rincian jumlah karyawan terdampak PHK startup itu.

Terakhir, adalah Traveloka. Turunnya permintaan terhadap tiket pesawat, kereta, bus, dan akomodasi akibat pandemi ini membuat Traveloka harus merumahkan 10% dari seluruh karyawannya, setara dengan 100 orang pekerja.

STEVY WIDIA

Tags: Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)startup
Previous Post

Tips Bagi Freelance Untuk Bertahan Hadapi Pandemi & Normal Baru

Next Post

Resso, Berbagi Empat Fitur Menarik

Related Posts

Living Lab Ventures
STARTUP

Living Lab Ventures Terapkan Strategi Investasi Berbasis Inovasi dan Kebutuhan Kota

12 Februari 2026
0
Kopi Kenangan
STARTUP

Raup Laba US$17 Juta, Kopi Kenangan Siap Meluncur Ke Bursa

9 Februari 2026
0
CES 2026 Innovation Awards
STARTUP

Startup Binaan Samsung C-Lab Raih 17 Penghargaan CES 2026 Innovation Awards

13 Januari 2026
0
Load More
Next Post
resso launching

Resso, Berbagi Empat Fitur Menarik

Detektor (ATSD) Untuk Minimalkan Para Pelanggar Lalu Lintas

Detektor (ATSD) Untuk Minimalkan Para Pelanggar Lalu Lintas

Human Care, Lawan COVID-19 Dengan Teknologi dan Kekuatan Data Lokasi

Human Care, Lawan COVID-19 Dengan Teknologi dan Kekuatan Data Lokasi

Discussion about this post

Recent Updates

AFTECH

AFTECH Luncurkan Chatpindar, Dorong Literasi Keuangan Digital

12 Februari 2026
Shopify

Pendapatan Shopify Tembus US$11,6 Miliar pada 2025, Didukung Pertumbuhan AI Commerce

12 Februari 2026
Living Lab Ventures

Living Lab Ventures Terapkan Strategi Investasi Berbasis Inovasi dan Kebutuhan Kota

12 Februari 2026
DANA - WEF Davos 2026

DANA Perkuat Posisi Teknologi Finansial Indonesia di WEF Davos 2026

12 Februari 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
pendanaan Fintech

Inilah 5 Fintech dengan Pendanaan Terbesar di Indonesia Tahun 2025

15 Mei 2025
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
AFTECH

AFTECH Luncurkan Chatpindar, Dorong Literasi Keuangan Digital

12 Februari 2026
Shopify

Pendapatan Shopify Tembus US$11,6 Miliar pada 2025, Didukung Pertumbuhan AI Commerce

12 Februari 2026
Living Lab Ventures

Living Lab Ventures Terapkan Strategi Investasi Berbasis Inovasi dan Kebutuhan Kota

12 Februari 2026
DANA - WEF Davos 2026

DANA Perkuat Posisi Teknologi Finansial Indonesia di WEF Davos 2026

12 Februari 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version