Sabtu, 28 Maret 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News

Google Hapus Aplikasi Antivirus Kaspersky dari Play Store

9 Oktober 2024
in News
Reading Time: 2 mins read
Kaspersky Lab Jawara di Wuzhen Summit Awards 2016

Kaspersky Lab, berhasil memenangkan World Leading Internet Scientific and Technological Achievement Award. (Foto: Istimewa/Youngsters.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Google menghapus aplikasi Antivirus Kaspersky dari play store. Akun developer aplikasi ini juga telah dinonakifkan. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari larangan yang dikeluarkan oleh pemerintah Amerika Serikat (AS).

Juru Bicara Google menyebut bahwa biro industri dan keamanan Departemen Perdagangan AS baru-baru ini mengumumkan berbagai pembatasan terhadap Kaspersky.

“Sebagai hasilnya, kami telah menghapus aplikasi Kaspersky dari Google Play,” kata juru bicara Google, dikutip dari BleepingComputer Rabu (9/10/2024).

Penghapusan ini merupakan masalah terbaru yang menimpa perusahaan keamanan siber tersebut. Sebelumnya ada berbagai masalah yang meningkat dalam beberapa bulan terakhir karena menghadapi sanksi AS menyusul kekhawatiran atas keamanan nasional. Pihak AS telah lama berpendapat bahwa perangkat lunak Kaspersky berisiko dimanipulasi oleh pemerintah Rusia yang membuat mereka dapat mengendalikan komputer.

Baca juga :   Mataharimall.com Rambah Produk Properti

Bahkan pemerintah AS telah melarang penuh atas penjualan produk Kaspersky pada awal 2024. Perusahaan Rusia tersebut dimasukkan ke dalam Daftar Entitas AS, yang mencakup “individu, perusahaan, dan organisasi asing yang dianggap sebagai masalah keamanan nasional.” Akibatnya larangan penjualan produk Kaspersky dimulai sejak 20 Juli 2024.

Dalam forum resmi Kaspersky menyebut akan menyelidiki alasan perangkat lunaknya tidak lagi tersedia di toko aplikasi Google. Perusahaan juga akan berusaha agar pengguna kembali dapat mengunduh aplikasi keamanan siber tersebut.

“Kaspersky menjajaki solusi potensial untuk memastikan bahwa pengguna produknya dapat terus mengunduh dan memperbarui aplikasi mereka dari Google Play,” tulis Kaspersky.

Perusahaan mengatakan pengguna masih dapat mengunduh aplikasinya dari toko aplikasi alternatif, seperti Galaxy Store, Huawei AppGallery, dan Xiaomi GetApps, atau menginstal aplikasi dengan mengunduh file instalasi .apk dari situs web Kaspersky.

Baca juga :   EF Spelling Bee 2019 : Kemampuan Anak Indonesia Semakin Meningkat

Dilansir dari Techradar, juru bicara Kaspersky mengatakan perusahaan telah mendapat pemberitahuan dari Google mengenai penghapusan aplikasi dari platform. Keputusan Google mengacu pada tindakan pemerintah AS terkini, yang membatasi distribusi dan penjualan produk Kaspersky di Amerika Serikat setelah 29 September. Meskipun pembatasan ini tidak memiliki dampak hukum material di luar AS, Google secara sepihak memutuskan untuk menghapus produk perusahaan dari Google Play sebelum 29 September, sehingga pengguna di seluruh dunia tidak dapat mengakses solusi Kaspersky.

“Kami yakin keputusan Google didasarkan pada penafsiran berlebihan atas pembatasan AS, yang tidak didukung oleh konfirmasi dari Departemen Perdagangan AS. Langkah-langkah pembatasan ini tidak melarang penjualan atau distribusi produk dan layanan Kaspersky di luar negeri. Kaspersky juga telah menyampaikan pemahaman ini kepada Departemen Perdagangan AS, dan kami berharap dapat segera menerima arahan tambahan dari Departemen tersebut,” tulisnya.

Baca juga :   Waspada, Ada Malware Bersembunyi Di Musik Artis Favorit

 

STEVY WIDIA

Tags: GoogleGoogle Playkasperskykeamanan siber
Previous Post

Boom Esports dan RRQ Wakili Indonesia di VCT Pacific 2025

Next Post

Indonesia Jadi Pengguna TikTok Terbanyak di Dunia

Related Posts

Ancaman Siber Berbasis Web
Technology

Ancaman Siber Berbasis Web di Indonesia Tembus 14,9 Juta Kasus di Tahun 2025

3 Maret 2026
0
Grup GoTo
Features

Perjalanan GoTo dari Startup Call Center hingga Raksasa Ekosistem Digital Indonesia

28 Februari 2026
0
startup AI
Technology

Untuk Perkuat Daya Saing Startup AI Nasional Komdigi Gandeng Google

27 Februari 2026
0
Load More
Next Post
TikTok

Indonesia Jadi Pengguna TikTok Terbanyak di Dunia

Serial Gadis Kretek Raih Penghargaan di ACA & Global OTT Awards di Busan

Serial Gadis Kretek Raih Penghargaan di ACA & Global OTT Awards di Busan

belanja online Indonesia Timur

Ada Kenaikan Tren Belanja Online di Indonesia Timur

Discussion about this post

Recent Updates

Workshop AI Ready ASEAN Bandung

Gibran Apresiasi Workshop AI Ready ASEAN: Dorong Literasi Digital Siswa Bandung

28 Maret 2026
AFTECH OJK

Sambut DK OJK Baru, AFTECH Dorong Penguatan Tata Kelola Fintech Nasional

27 Maret 2026
Revolusi AI Indonesia

Revolusi AI di Indonesia: Dari Tren Menjadi Jantung Strategi Bisnis

27 Maret 2026
Resign Pasca-THR

Meredam Tren Resign Pasca-THR, Gaji Saja Tidak Cukup Pertahankan Karyawan

27 Maret 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Workshop AI Ready ASEAN Bandung

Gibran Apresiasi Workshop AI Ready ASEAN: Dorong Literasi Digital Siswa Bandung

28 Maret 2026
AFTECH OJK

Sambut DK OJK Baru, AFTECH Dorong Penguatan Tata Kelola Fintech Nasional

27 Maret 2026
Revolusi AI Indonesia

Revolusi AI di Indonesia: Dari Tren Menjadi Jantung Strategi Bisnis

27 Maret 2026
Resign Pasca-THR

Meredam Tren Resign Pasca-THR, Gaji Saja Tidak Cukup Pertahankan Karyawan

27 Maret 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version