Grab Pimpin Pasar Transportasi Online di Indonesia dan Vietnam

Grab Indonesia. (Foto: Grab/Youngsters.id)

youngster.id - Perusahaan riset asal Inggris, ABI Research merilis Grab memimpin pasar berbagi tumpangan (ride hailing) atau transportasi online di Indonesia dan Vietnam. Pangsa pasar Grab di Indonesia dan Vietnam masing-masing 64% dan 74%. ABI Research menilai, kepemimpinan Grab di kedua negara ini ditopang oleh layanan yang beragam.

“Kepemimpinan pasar ini merupakan buah keberhasilan Grab menjadi SuperApp yang dapat menangkap volume permintaan masyarakat yang begitu besar selain transportasi,” demikian ketrerangannya dalam siaran pers ABI Research, Rabu (18/9/2019).

Sebagaimana diketahui, Grab menyediakan beberapa layanan. Di bidang transportasi ada GrabBike, GrabCar, bus dan eScooter. Lalu, ada Grab Express untuk pengiriman barang dan GrabFood untuk pesan-antar makanan. Startup bervaluasi lebih dari US$ 10 miliar ini pun memiliki layanan GrabFresh, dan GrabFinancial. Perusahaan ini juga sudah hadir di Indonesia, Malaysia, Singapura, Myanmar, Thailand, Kamboja, dan Vietnam. Akan tetapi, pesaing Grab yakni Gojek juga menyediakan beragam layanan.

Namun, menurut data ABI Research, pangsa pasar Gojek hanya 35,3% di Indonesia dan 10,3% di Vietnam. “Pertumbuhan transportasi online mengalami perlambatan,” kata Smart Mobility Principal Analyst di ABI Research James Hodgson. Tahun lalu, ia mencatat ada 22 miliar perjalanan menggunakan layanan ride hailing di Asia Pasifik. Tahun ini, jumlahnya diperkirakan kurang dari pencapaian pada 2018.

Baca juga :   GrabFres, Kolaborasi Grab dan Happy Fresh

ABI Research mencatat, Asia Pasifik menjadi pasar terbesar ride hailing di dunia. Kawasan ini mencakup 70% dari semua perjalanan dengan berbagi tumpangan di dunia. Berdasarkan riset ABI Research, pangsa pasar layanan berbagi tumpangan Grab mencapai 11,4% di Asia Pasifik. Paling banyak berasal dari Indonesia dan Vietnam. Kajian ini merupakan riset kedua yang dikeluarkan oleh ABI Research setelah 2018.

Yang menarik, Hodgson mencatat bahwa pertumbuhan layanan pesan-antar makanan di Amerika Serikat (AS) lebih cepat dibanding berbagi tumpangan. Per Kuartal I 2019, layanan transportasi Uber hanya tumbuh 9%. Namun, UberEats tumbuh 89% pada periode yang sama.

 

STEVY WIDIA