Hybrid Cloud, Komputasi Awan Masa Depan

Network Server Room. (Foto: ilustrasi/youngster.id)

youngster.id - Kemajuan teknologi mengikuti kebutuhan unik dari tiap-tiap aplikasi, baik yang tradisional maupun modern. Mendukung hal itu VMware memperkenalkan cloud mutakhir yang telah diperluas yakni Hybrid Cloud.

Raghu Raghuram, chief operating officer, produk dan layanan, VMware mengarakan, dengan dihadirkannya platform hybrid cloud di perusahaan, VMware mampu memberdayakan operator IT, pengembang, administrator dekstop, serta profesional di bidang keamanan dalam membangun, menjalankan, dan mengelola workload yang terdapat di infrastruktur yang kokoh. Baik itu di data center, public cloud, maupun di edge yang menjadi pilihan mereka.

“Hybrid cloud memberdayakan organisasi dalam mengoperasikan bisnis mereka, sekaligus menjadikan mereka makin leluasa dalam mengoptimalkan pemanfaatan inovasi-inovasi teknologi masa depan ke dalam bisnis mereka,” tutur Raghu dalam keterangannya, Rabu (28/8/2019).

Dia menjelaskan, platform hybrid cloud mendukung pelanggan VMware dalam melakukan migrasi dan memodernisasi aplikasi di lintas cloud, data center, maupun di edge, sekaligus mampu mendukung simplifikasi dalam proses perencanaan, penggelaran, hingga skema pembiayaan cloud, maupun operasi-operasi lain yang tengah berlangsung di lingkungan tersebut.

 
Bahkan, Hybrid cloud dijadikan sebagai standar baru bagi enterprise, dengan hampir dua pertiga dari jumlah konsumen cloud mencari model cloud yang memiliki cakupan hingga ke data center, cloud, maupun edge (Sumber: VMware Cloud Journey study, 2018). Jumlah organisasi IT yang beralih ke hybrid cloud dalam upaya mereka untuk mendukung dibangunnya sebuah lingkungan IT yang optimal untuk seluruh aplikasi juga mengalami peningkatan yang signifikan.

Baca juga :   Appcelerate 2018 Pilih 8 Startup Terbaik

“Belum ada vendor lain yang mampu menghadirkan solusi untuk hybrid cloud selengkap dan seluas yang dihadirkan oleh VMware. Platform hybrid cloud yang kami hadirkan selaras dengan setiap kebutuhan pelanggan,” ukarnya.

Memurut Raghu, Hybrid cloud membuka beragam peluang baru bagi bisnis dalam mendayagunakan sumber-sumber yang terdapat di data center, cloud maupun edge yang hampir tak terbatas jumlahnya.

Workload bisa dijalankan dan dipindahkan kapanpun dibutuhkan. Dengan hybrid cloud, perusahaan dapat mendayagunakan sumber-sumber di perusahaan secara lebih luas, bahkan hingga yang berskala global, sekaligus menghadirkan kapabilitas yang dibutuhkan oleh aplikasi-aplikasi, baik yang lama maupun yang mutakhir, tanpa perlu tambahan biaya maupun upaya lebih, seperti untuk refaktorisasi aplikasi, namun dengan ekses risiko yang bisa ditekan seminimal mungkin. Pengembangan arsitektur untuk lingkungan IT hybrid tersebut hanya mungkin terwujud dengan dukungan infrastruktur yang konsisten, baik dari sisi komputasi, storage dan jaringan, hingga operasinya.

Dia menegaskan, VMware Cloud siap menyongsong pendayagunaan lingkungan IT hybrid masa depan, sekaligus mendukung terpenuhinya semua kebutuhan yang beragam bagi tiap-tiap aplikasi, melalui dihadirkannya model layanan hybrid cloud as a platform. VMware memampukan platform hybrid cloud secara unik, yang mencakup layanan public cloud dari penyedia-penyedia besar, seperti AWS, Azure, Google Cloud, hingga IBM Cloud, serta lebih dari 60 layanan yang dihadirkan oleh mitra VMware Cloud Verified. Terdapat lebih dari 70 juta workload yang saat ini dioperasikan di atas VMware. Sepuluh juta di antaranya terdapat di cloud.

Baca juga :   Telkom dan Kemenpora Bangun Wadah Kreativitas Anak Muda

Seluruh workload tersebut berjalan di lebih dari 10.000 data center yang dijalankan oleh mitra-mitra penyedia VMware Cloud.

“Dikembangkannya inovasi-inovasi mutakhir semacam ini mendorong kami untuk terus menjadi yang terdepan di kancah cloud melalui kehadiran platform infrastruktur dan operasi yang konsisten, dari data center, cloud, hingga di edge,” pungkasnya.

STEVY WIDIA