Senin, 18 Mei 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline

Indonesia Memiliki Jumlah Startup Tertinggi Di Asia Tenggara

10 Oktober 2016
in Headline, News
Reading Time: 2 mins read
Startup Indonesia Ikut Program Muru-D di Singapura

TelkomTelstra kirim Startup Indonesia di ajang Muru-D Singapura (Foto: Istimewa/Youngsters.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Pada tahun 2016, Indonesia tercatat sebagai negara yang memiliki jumlah start-up tertinggi di Asia Tenggara, yakni sekitar 2.000. Bahkan diproyeksikan jumlah bisnis rintisan berbasis teknologi ini di Indonesia bertumbuh sampai dengan 6,5 kali lipat menjadi sekitar 13.000 pada 2020.

Lembaga riset International Data Corporation (IDC) pun melihat, adanya peningkatan penerapan transformasi digital, terutama dalam hal belanja teknologi informasi (TI) yang meningkat 8,3% menjadi Rp 214,4 triliun pada 2016 dari Rp 199 triliun pada 2015. Dari jumlah belanja tersebut, sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM) berkontribusi sekitar 13%.

Perkembangan itu ditopang tren transformasi digital yang banyak diadopsi di berbagai sektor, sehingga telah mengubah lanskap bisnis, tidak hanya di negara maju, namun juga di negara berkembang, termasuk Indonesia.

Presiden Direktur Telkomtelstra Erik Meijer mengatakan, berkembangnya digitalisasi perekonomian tersebut telah menjadikan Indonesia sebagai pasar yang dinamis, khususnya dengan pertumbuhan start-up, yang merupakan bisnis berbasis teknologi, dalam negeri yang terus berkembang dari sisi sektor bisnis maupun jumlahnya.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini merupakan pengaruh positif dari perkembangan teknologi. Ini membuka peluang yang sangat baik bagi para investor dan pelaku industri internasional untuk berinvestasi di Indonesia,” kata Erik, dalam keterangan pers baru-baru ini di Jakarta.

Pertumbuhan pasar start-up yang sangat pesat di dalam negeri itu mengindikasikan ekonomi Indonesia yang kian menguat, serta membuktikan ketersediaan teknologi yang terus berkembang untuk mendukung pertumbuhan industri dan ekonomi digital.

Menurut Erik, saat ini, para investor global mulai melirik Indonesia sebagai negara dengan potensi ekonomi digital yang tinggi. Berdasarkan laporan investasi per kuartal yang dirangkum oleh Tech in Asia, pada kuartal II-2016 saja, terdapat investasi senilai Rp 2,09 triliun kepada 28 start-up di Indonesia. Nilai ini mengindikasikan peningkatan yang stabil lebih dari 100% pada setiap kuartalnya dalam setahun terakhir.

Hubungan Baik

Di sisi lain, dari berbagai sektor bisnis yang digeluti oleh para pelaku bisnis start-up di Indonesia, e-commerce dan marketplace merupakan sektor start-up yang paling banyak diminati oleh investor global. Khusus untuk sektor e-commerce, menurut Indonesia Startup Report 2015, Indonesia kerap dianggap sebagai negara acuan di bidang e-commerce setelah Tiongkok dan India.

Kepercayaan bisnis yang membuncah tersebut juga sejalan dengan performa penjualan sektor e-commerce sepanjang tahun 2016 yang diprediksi tumbuh 22% di Tanah Air. Sebuah pertumbuhan yang fantastis, karena di India hanya tumbuh 0,24% dan 0,15% secara global.

“Transformasi teknologi digital di Indonesia turut mendorong pertumbuhan ekonomi. Sektor TIK menjadi penyumbang GDP terbesar kedua di Indonesia pada Semester I-2016. Hal ini juga disebabkan karena pesatnya perkembangan teknologi digital,” ujarnya.

Sektor TIK dinilai masih memberikan peluang besar bagi para pelaku industri untuk menginvestasikan dana, atau mengembangkan bisnis teknologi informasi dan komunikasi. Karena itu, kata Erik, pemerintah Indonesia juga menyadari potensi besar ekonomi yang dapat diperoleh melalui penggunaan teknologi, khususnya peranannya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi bangsa.

“Guna mendukung hal tersebut, pemerintah Indonesia menyadari pentingnya fokus pada persoalan deregulasi dan pembangunan infrastruktur, investasi, dan ekspansi bisnis,” tandasnya.

Erik juga menyampaikan kehadiran Telkomtelstra di Indonesia sebagai penyedia layanan TIK yang berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, terutama dari sisi digital, dengan menyediakan produk dan layanan yang unggul.

Karena itu, Telkomtelstra selalu berusaha menjaga hubungan baik dengan para pemangku kepentingan di Tanah Air untuk terus mendorong transformasi teknologi digital. Disamping itu, pada acara Telstra Vantage 2016, Erik mengajak perusahaan internasional untuk ekspansi bisnis dan investasi ke Indonesia.

 

STEVY WIDIA

Tags: ekonomi digitalstartupTelkomtelstra
Previous Post

Telkomsel, Provider Telekomunikasi Paling Responsif di Indonesia

Next Post

Sinergi BUMN Telkom Dukung LKBN Antara

Related Posts

Ekonomi Digital Indonesia
Digital Business

Kontribusi UMKM Diproyeksikan Capai 58% Pasar E-Commerce Asia Tenggara pada 2029

18 Mei 2026
0
Pasar E-Commerce Asia Tenggara 2029
Digital Business

Pasar E-Commerce Asia Tenggara Diprediksi Tembus US$289,8 Miliar pada 2029

15 Mei 2026
0
Keamanan Siber UMKM Indonesia
Technology

Siber Indonesia Diserang 170 Kali per Detik, Zimbra Ajak UMKM Perkuat Keamanan Email

13 Mei 2026
0
Load More
Next Post
Sinergi BUMN Telkom Dukung LKBN Antara

Sinergi BUMN Telkom Dukung LKBN Antara

Game Prime 2016 Akan Digelar di Surabaya dan Jakarta

Game Prime 2016 Akan Digelar di Surabaya dan Jakarta

Bekraf Ajak Desainer Untuk Bantu Industri Kreatif Banyuwangi

Bekraf Ajak Desainer Untuk Bantu Industri Kreatif Banyuwangi

Discussion about this post

Recent Updates

OSL Indonesia x ICEX Group

Resmi Migrasi dari CFX, OSL Indonesia Gabung Ekosistem ICEX Group

18 Mei 2026
Pengguna Keuangan Digital OJK 2026

OJK Catat Pengguna Keuangan Digital Tembus 17,17 Juta, Fokus Industri Bergeser ke Perlindungan Konsumen

18 Mei 2026
Ekonomi Digital Indonesia

Kontribusi UMKM Diproyeksikan Capai 58% Pasar E-Commerce Asia Tenggara pada 2029

18 Mei 2026
Pertamina Goes to Campus 2026

Pertamina Goes to Campus 2026: Dorong Inovasi Mahasiswa di Sektor Energi Berkelanjutan

18 Mei 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
OSL Indonesia x ICEX Group

Resmi Migrasi dari CFX, OSL Indonesia Gabung Ekosistem ICEX Group

18 Mei 2026
Pengguna Keuangan Digital OJK 2026

OJK Catat Pengguna Keuangan Digital Tembus 17,17 Juta, Fokus Industri Bergeser ke Perlindungan Konsumen

18 Mei 2026
Ekonomi Digital Indonesia

Kontribusi UMKM Diproyeksikan Capai 58% Pasar E-Commerce Asia Tenggara pada 2029

18 Mei 2026
Pertamina Goes to Campus 2026

Pertamina Goes to Campus 2026: Dorong Inovasi Mahasiswa di Sektor Energi Berkelanjutan

18 Mei 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version