Industri Musik Digital Bakal Jadi Tren 2017

Indonesia menjadi incaran layanan bisnis musik streaming. (Foto: Ilustrasi/Youngsters.id)

youngster.id - Industri musik digital diprediksi akan menjadi tren. Hal itu ditunjukkan dengan tingginya penetrasi smartphone dan Internet yang menurut data APJII telah mencapai angka sebesar 132,7 juta pengguna Internet aktif.

Ventha Lesmana, Asosiasi Industri Rekaman Indonesia (ASIRI) mengemukakan dewasa ini hampir seluruh penikmat musik Indonesia mulai beralih dari konvensional ke arah digital. Dia menilai tren tersebut juga akan terus berlanjut hingga beberapa tahun ke depan.

“Sekarang kan eranya sudah digital, jadi industri musik digital ini ke depannya saya prediksi akan semakin bagus ya,” tuturnya baru-baru ini di Jakarta.

Menurut data International Federation of the Phonographic Industry (IFPI) melalui Global Music Report 2016, peningkatan jumlah pengguna smartphone dan Internet aktif telah mendukung perkembangann industri musik digital, khususnya layanan musik streaming.

McKinsey juga menjelaskan pada awal 2011, pendapatan dari unduh lagu dinilai 72% lebih tinggi dibandingkan dengan pendapatan musik digital. Namun pada 2015, rasio tersebut berubah menjadi 43% untuk musik digital berbanding 45% pendapatan unduh lagu.

Baca juga :   Musik Reggae Indonesia Mulai Bertransformasi ke Digital

Menurut Ventha, banyaknya pengguna musik digital dewasa ini juga didorong oleh dukungan sejumlah operator seluler yang menjadikan aplikasi musik digital sebagai bundling operator tertentu. Seperti layanan musik streming global Joox yang telah menggandeng operator Telkomsel tahun ini untuk menambah jumlah pengguna.

“Tentunya dukungan operator juga menjadi penting bagi industri musik digital ini. Makanya sekarang banyak operator yang digandeng oleh industri ini untuk dukungan koneksinya,” katanya.

Sementara itu, Senior Director Tencent Joox Benny Ho mengemukakan pergeseran pola konsumsi musik yang terjadi saat ini dinilai sebagai potensi yang akan terus berkembang dalam dunia digital. Dia mengatakan untuk menjadi dominan dalam industri digital tersebut, pemain harus memiliki konten yang menarik untuk konsumen.

“Konsumen itu butuh musik dan konten yang berkualitas sebagai salah satu strategi bisnis perusahaan secara keseluruhan,” katanya.

Seperti diketahui, McKinsey juga menyebutkann pendapatan musik digital di kawasan Asia kini tumbuh 8,8% setiap tahunnya dan diprediksi akan terjadi kenaikan sebesar 15% pada 2020.

Baca juga :   Yonder Music Targetkan Raih 2 Juta Pengguna

STEVY WIDIA