youngster.id - Aktivitas finansial masyarakat semakin bergeser ke ranah digital. Namun, hal ini juga diikuti meningkatnya risiko kejahatan siber yang dapat mengancam data hingga kondisi finansial pengguna. Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat terdapat 1,52 miliar serangan siber di Indonesia sepanjang semester I 2026.
Ancaman siber juga tidak berhenti pada pencurian data. Akun dan tabungan masyarakat turut menjadi sasaran, terutama melalui berbagai modus penipuan yang semakin canggih. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Indonesia Anti-Scam Center (IASC) menerima 608 ribu laporan penipuan siber sejak November 2024 hingga Juni 2026. Dari laporan tersebut, total kerugian masyarakat mencapai Rp7,5 triliun.
Besarnya angka tersebut menunjukkan bahwa keamanan dalam bertransaksi digital kini tidak hanya berkaitan dengan perlindungan data pribadi, tetapi juga semakin erat dengan perlindungan finansial.
Di tengah kondisi tersebut, PT Asuransi MSIG Indonesia (MSIG Indonesia) bersama Jenius by SMBC Indonesia menghadirkan Asuransi Siber Personal Lines bagi nasabah Jenius. Produk ini dirancang untuk memberikan perlindungan terhadap berbagai risiko kejahatan siber dalam aktivitas transaksi keuangan digital.
Presiden Direktur MSIG Indonesia Tomosuke Tsuruoka mengatakan, perkembangan risiko digital membuat kebutuhan terhadap perlindungan siber semakin relevan bagi masyarakat.
“Perlindungan siber harus sederhana, terjangkau, dan mudah diakses, serta dapat mengikuti nasabah dalam berbagai aktivitas finansial dan digital mereka,” ujar Tomosuke.
Menurutnya, kolaborasi dengan Jenius merupakan bagian dari upaya menghadirkan perlindungan yang dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat ketika menjalankan berbagai aktivitas digital dan mengejar tujuan finansial.
Asuransi Siber Personal Lines juga dirancang dengan premi yang terjangkau serta akses pembelian yang dapat dilakukan melalui aplikasi Jenius by SMBC Indonesia. Dengan demikian, perlindungan siber dapat diakses langsung dari ekosistem layanan perbankan digital yang digunakan nasabah.
Wealth Management Business Head Bank SMBC Indonesia Lilyana Sutianto mengatakan, perkembangan teknologi telah mengubah cara masyarakat menjalankan aktivitas finansial sehari-hari.
“Mulai dari bertransaksi, berbelanja, hingga berinvestasi. Perubahan ini membentuk ekspektasi dan perilaku baru dari para nasabah yang membutuhkan proteksi layanan keuangan ekstra yang tidak hanya mudah diakses, tetapi juga personal, terintegrasi, dan memberikan rasa aman,” ujar Lilyana.
Ia menambahkan, kolaborasi MSIG Indonesia dan Jenius menjadi bagian dari komitmen Bank SMBC Indonesia untuk membantu masyarakat menjalani kehidupan finansial dengan lebih aman dan percaya diri di tengah perkembangan ekonomi digital.
Kehadiran perlindungan tersebut menjadi semakin relevan ketika aktivitas finansial masyarakat semakin bergantung pada layanan digital. Di satu sisi, teknologi membuat transaksi menjadi lebih cepat dan praktis. Di sisi lain, pengguna perlu semakin memahami risiko keamanan yang dapat muncul dari aktivitas tersebut.
Dengan meningkatnya ancaman siber, perlindungan terhadap transaksi digital pun mulai berkembang dari sekadar upaya menjaga keamanan akun menjadi bagian dari pengelolaan risiko finansial masyarakat.
STEVY WIDIA

















Discussion about this post