youngster.id - Menyambut momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 20 Mei, Amartha melalui amartha.org resmi membuka pendaftaran Beasiswa Amartha 2026. Tahun ini, kuota penerima ditingkatkan menjadi 335 orang, yang terdiri dari 85 mahasiswa dan 250 pelajar SMA/SMK sederajat di seluruh Indonesia.
Langkah ini diambil untuk merespons proyeksi Kementerian Komunikasi dan Informatika (IMDI 2024) yang menyebut Indonesia membutuhkan 12 juta talenta digital hingga 2030, namun masih menghadapi kekurangan sekitar 2,7 juta tenaga ahli.
Program beasiswa ini difokuskan pada bidang Science, Technology, Engineering, Arts, dan Mathematics (STEAM) untuk mencetak talenta digital yang adaptif.
Chairman of amartha.org, Aria Widyanto, menjelaskan bahwa tantangan utama talenta muda di daerah bukanlah minimnya potensi, melainkan terbatasnya akses dan eksposur.
“Kami berupaya menjembatani potensi talenta daerah agar unggul secara akademis, memiliki jiwa kepemimpinan, dan mampu menyelesaikan tantangan di akar rumput,” ujar Aria, dikutip Sabtu (2/5/2026).
Amartha menghadirkan tiga kategori beasiswa strategis sebagai upaya nyata untuk memastikan pemerataan akses pendidikan di Indonesia. Pertama, terdapat Beasiswa STEAM dan Frontier yang secara khusus ditujukan bagi mahasiswa minimal semester empat dengan IPK sekurang-kurangnya 3,0 di sepuluh perguruan tinggi mitra terkemuka, seperti UI, ITB, IPB, UGM, hingga Unhas. Melalui kategori ini, penerima manfaat akan mendapatkan dukungan komprehensif berupa bantuan biaya pendidikan hingga Rp22 juta per tahun, tunjangan biaya hidup, serta kesempatan eksklusif untuk mengikuti program magang.
Selain menyasar jenjang pendidikan tinggi, Amartha juga menghadirkan Beasiswa Amartha Cendekia yang diperuntukkan bagi pelajar kelas XI SMA/SMK sederajat dengan semangat belajar tinggi namun menghadapi keterbatasan finansial. Program ini memberikan bantuan dana sebesar Rp3 juta per tahun, serta tambahan bonus apresiasi senilai Rp5 juta bagi para penerima yang berhasil melanjutkan studinya ke perguruan tinggi. Melalui skema ini, Amartha berupaya mencetak talenta muda yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kesiapan matang untuk berkontribusi bagi masyarakat.
Tidak hanya bantuan dana, para penerima manfaat akan mendapatkan pendampingan intensif dari para profesional, kelas pengembangan diri, dan kesempatan mengerjakan proyek sosial yang didanai langsung oleh Amartha.
Amartha kini memperluas kolaborasi dengan universitas di berbagai wilayah, mulai dari Universitas Syiah Kuala di Aceh hingga Universitas Mulawarman di Kalimantan, guna memastikan kualitas dan relevansi pengembangan talenta lokal.
STEVY WIDIA



















Discussion about this post