youngster.id - Perusahaan distributor dan ritel telekomunikasi terintegrasi PT Erajaya Swasembada Tbk mempertegas komitmen keberlanjutannya melalui peluncuran Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report) perdana yang diterbitkan secara terpisah. Langkah ini menyoroti berbagai inisiatif nyata Perseroan dalam mengintegrasikan prinsip Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG) ke dalam strategi bisnis jangka panjang yang terukur dan berdampak luas.
Salah satu inisiatif unggulan yang menjadi fokus utama Erajaya adalah pengelolaan limbah elektronik melalui program “erafone Jaga Bumi”. Hingga saat ini, program tersebut telah berhasil mendaur ulang sebanyak 3.911 unit sampah elektronik (e-waste). Aksi nyata ini diperkirakan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap lingkungan dengan potensi pengurangan emisi sebesar 437 ton CO2e per tahun serta menciptakan penghematan energi mencapai 301.261 kWh.
Tidak hanya fokus pada limbah digital, Erajaya juga aktif melakukan upaya pengimbangan emisi melalui konservasi lingkungan yang kolaboratif. Perseroan telah menanam dan merawat 7.486 pohon di atas lahan seluas 16 hektar yang tersebar di wilayah Rumpin, Bogor, dan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda, Bandung. Program penghijauan ini dirancang tidak hanya untuk memulihkan ekosistem dan menyerap karbon, tetapi juga untuk memberdayakan ekonomi masyarakat di sekitar area konservasi.
Di sektor pengembangan sumber daya manusia, Erajaya berinvestasi pada peningkatan kompetensi melalui Erajaya Corporate University dan Program Kerjasama Peningkatan Vokasi di Bidang Ritel & Pemasaran. Inisiatif ini bertujuan menciptakan ekosistem bisnis yang inklusif dengan membekali talenta internal maupun mitra usaha lokal dengan keterampilan yang relevan bagi industri masa depan.
Deputy Group CEO PT Erajaya Swasembada Tbk, Hasan Aula, menyatakan bahwa keberlanjutan bagi Erajaya bukan sekadar inisiatif jangka pendek, melainkan perjalanan jangka panjang yang terintegrasi.
“Kami melihat keberlanjutan bukan sekadar inisiatif, tetapi sebagai arah strategis yang akan membentuk masa depan bisnis, dengansetiap langkah dirancang untuk memberikan dampak nyata, bagi lingkungan, bagi karyawan, maupun bagi masyarakat sekitar,” ujar Hasan, dikutip Sabtu (2/5/2026).
Dengan penyempurnaan metodologi perhitungan emisi gas rumah kaca Scope 1, 2, dan 3, Erajaya memastikan setiap langkah hijau yang diambil semakin transparan, akuntabel, dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi lingkungan serta masyarakat Indonesia.
“Ke depan, kami berfokus untuk memperkuat implementasi ESG melalui berbagai program yang relevan dengan kebutuhan bisnis dan masyarakat, serta memastikan Langkah keberlanjutan kami semakin terukur dan berdampak,” tutup Hasan.
STEVY WIDIA

















Discussion about this post