youngster.id - Startup penyedia solusi iklim terintegrasi, CarbonEthics, mengoperasikan Rumah Karbon Biru (RKB) di Dusun Bungin, Desa Tanjungpakis, Kabupaten Karawang. Fasilitas ini dihadirkan sebagai pusat kegiatan masyarakat untuk melanjutkan pemulihan ekosistem pesisir sekaligus memperkuat kapasitas dan taraf ekonomi warga setempat.
Pembangunan RKB merupakan bagian dari pendampingan berkelanjutan CarbonEthics bersama komunitas lokal sejak 2022. Selama empat tahun terakhir, sebanyak lebih dari 74.000 bibit mangrove telah ditanam di lahan seluas 6,4 hektar. Dari total luas tersebut, 4 hektar di antaranya berhasil dipulihkan dengan tingkat kelangsungan hidup tanaman mencapai 85%.
Melalui program restorasi ini, kawasan pesisir Tanjungpakis diproyeksikan mampu menyerap lebih dari 4.900 ton setara karbondioksida (tCO2e) dalam kurun waktu 20 tahun mendatang.
Dampak Lingkungan dan Pemberdayaan Ekonomi Warga
Restorasi lingkungan yang dilakukan CarbonEthics sejalan dengan program pemberdayaan ekonomi masyarakat di enam desa sekitar. Inisiatif ini mencatatkan sejumlah capaian positif, seperti peningkatan pendapatan petani hingga 36%, pengembangan budidaya rumput laut sebanyak 1.000 kilogram, serta pembangunan 75 unit struktur pemecah ombak guna mencegah abrasi garis pantai.
Perwakilan Kantor Kelurahan Tanjungpakis, Damin, mengapresiasi kontribusi yang telah diberikan dan menekankan pentingnya komitmen bersama dalam menjaga kawasan tersebut.
“Kita sudah dibantu oleh CarbonEthics dalam melakukan penanaman mangrove. Tantangan berikutnya adalah bagaimana kita bersama-sama merawat mangrove tersebut agar dapat terus tumbuh dan memberikan manfaat,” ujar Damin, Selasa (8/9/2026).
Empat Pilar Utama Rumah Karbon Biru
Co-Founder dan Chief Executive Officer CarbonEthics, Bimo Soewadji, menjelaskan bahwa Rumah Karbon Biru (RKB) dirancang sebagai ruang kolaboratif bagi masyarakat untuk belajar, bekerja sama, serta mengembangkan usaha berbasis lingkungan. Untuk mendukung keberlanjutan fungsi tersebut, operasional RKB ditopang oleh empat pilar kegiatan utama, yaitu Womenpreneurs Studio yang fokus pada pengembangan potensi ekonomi komunitas perempuan lokal, serta Youth Talent Hub sebagai wadah peningkatan keterampilan dan kapasitas generasi muda.
Selain itu, RKB juga menjalankan program Coastal Circular Economy untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah berbasis prinsip ekonomi sirkular, yang berjalan seiring dengan pilar Coastal Resilience guna memperkuat ketahanan masyarakat pesisir dalam menghadapi ancaman bencana alam.
“RKB akan berhasil ketika masyarakat mengambil peran di dalamnya, bersama-sama menjaga lingkungan dan membangun ketahanan wilayahnya,” tegas Bimo.
Sinergi Lintas Sektor untuk Keberlanjutan
Acara peresmian RKB dihadiri oleh perwakilan pemerintah daerah, komunitas lokal, akademisi, serta mitra korporasi. CarbonEthics turut menyampaikan apresiasi kepada sejumlah mitra strategis seperti Allianz Indonesia, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT PLN (Persero), dan PT Telkom International Indonesia yang telah mendukung kegiatan penanaman mangrove di Tanjungpakis sepanjang periode 2023–2025.
Rangkaian acara ditutup dengan kunjungan bersama ke lokasi pemulihan mangrove di Dusun Bungin. Bimo berharap kolaborasi multifihak ini terus berlanjut secara konsisten demi terciptanya dampak sosial dan lingkungan yang jangka panjang.
“Keberhasilan RKB bukan diukur dari seberapa banyak kegiatan yang kita lakukan, tetapi dari seberapa besar perubahan yang dapat terus berjalan,” pungkas Bimo.
STEVY WIDIA
