Jumat, 23 Oktober 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News Industry

Finfluencer Bakal Diverifikasi, AFTECH dan IARFC Siapkan Standar Kompetensi

23 Oktober 2026
in Industry
Reading Time: 2 mins read
Finfluencer Bakal Diverifikasi, AFTECH dan IARFC Siapkan Standar Kompetensi

(Ki-Ka) President & Chairman IARFC Indonesia Aidil Akbar Madjid, Wakil Ketua Umum IV AFTECH Claudia Kolonas, dan Sekretaris Jenderal AFTECH Firlie Ganinduto. (Foto: istimewa/aftech)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Media sosial semakin banyak digunakan masyarakat untuk mencari informasi seputar keuangan dan investasi. Namun, kemudahan memperoleh informasi belum selalu diikuti pemahaman yang memadai mengenai produk, biaya, dan risiko keuangan. Karena itu, kompetensi pembuat konten keuangan atau financial influencer (finfluencer) menjadi salah satu perhatian dalam upaya meningkatkan literasi dan pelindungan konsumen.

Hal ini mendorong, Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) bersama International Association of Registered Financial Consultants (IARFC) Indonesia mengembangkan program Verified Finfluencer. Inisiatif ini bertujuan memperkuat kompetensi penyampai informasi keuangan melalui standardisasi, edukasi, dan proses verifikasi.

Sekretaris Jenderal AFTECH, Firlie Ganinduto, mengatakan kolaborasi ini merupakan langkah untuk memperkuat tanggung jawab industri fintech dalam menyediakan informasi yang dapat dipercaya.

“Kematangan industri fintech perlu dicerminkan melalui manfaat dan tanggung jawabnya kepada masyarakat. Bersama IARFC, AFTECH memperkuat kompetensi penyampai informasi agar kemudahan akses diikuti pemahaman yang baik,” ujar Firlie dikutip Jumat (23/10/2026).

Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 mencatat indeks inklusi keuangan Indonesia mencapai 93,61%, sementara indeks literasi keuangan berada di angka 69,57%. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa perluasan akses layanan keuangan masih perlu diimbangi dengan pemahaman masyarakat yang lebih baik.

 

Tiga Kompetensi yang Disiapkan untuk Finfluencer

Wakil Ketua Umum IV AFTECH, Claudia Kolonas, menjelaskan bahwa program Verified Finfluencer akan mengacu pada Peraturan OJK Nomor 6 Tahun 2026 (POJK 6/2026). Kurikulumnya mencakup tiga unit kompetensi, yaitu perencanaan keuangan dasar, produk keuangan dan investasi digital, serta kode etik dan regulasi bagi penyampai informasi.

“Peserta dibekali kemampuan untuk menjelaskan karakteristik produk, manfaat, biaya, dan risiko secara berimbang. Finfluencer yang memenuhi persyaratan kelulusan akan tercantum dalam katalog yang dapat menjadi rujukan Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) dalam memilih mitra,” kata Claudia.

Program ini juga dirancang untuk melengkapi modul pembelajaran OJK dan dilengkapi pengembangan kompetensi berkelanjutan. Kerja sama AFTECH dan IARFC Indonesia akan berlangsung selama tiga tahun.

President & Chairman IARFC Indonesia, Aidil Akbar Madjid, menegaskan pentingnya menjaga kualitas pelatihan dan integritas proses verifikasi melalui standar penilaian yang jelas, penerapan kode etik, serta pengembangan kompetensi secara berkelanjutan.

“Kami berharap upaya ini dapat membantu finfluencer menyampaikan informasi yang benar dan bertanggung jawab sekaligus mengurangi risiko misinformasi yang dapat merugikan masyarakat maupun pelaku usaha jasa keuangan,” ujarnya.

POJK 6/2026 mengatur perilaku penyampai informasi di sektor jasa keuangan, termasuk batasan antara edukasi, pemasaran, dan rekomendasi, serta kewajiban transparansi dan penyampaian risiko. Aturan ini juga menegaskan tanggung jawab PUJK atas konten mitra pemasarannya, termasuk dalam memastikan kompetensi finfluencer.

Seluruh kerja sama pemasaran yang telah berjalan wajib disesuaikan dengan ketentuan baru paling lambat 4 Desember 2026, sesuai informasi dalam rilis AFTECH dan IARFC.

Meski demikian, sertifikasi Verified Finfluencer berfokus pada kompetensi penyampai informasi. Sertifikasi ini bukan izin untuk memberikan rekomendasi investasi personal dan bukan pula jaminan regulator atas produk keuangan tertentu.

Melalui program ini, AFTECH dan IARFC mendorong peningkatan kualitas informasi keuangan di ruang digital. Bagi masyarakat, keberadaan standar kompetensi dapat menjadi salah satu pertimbangan ketika memilih sumber informasi, tetapi pemahaman terhadap risiko dan keputusan investasi tetap perlu dilakukan secara mandiri.

 

STEVY WIDIA

Tags: AFTECHFinfluencerfintechIARFC Indonesiainvestasi digitalLiterasi keuanganOJKVerified Finfluencer
Previous Post

Tri Kembali Gelar BombasTri, Tahun Lalu Raup 30 Juta Tiket Undian

Related Posts

Peminat Saham AS Tertokenisasi di PINTU Naik 68%, Nvidia Melonjak 224%
Digital Business

Peminat Saham AS Tertokenisasi di PINTU Naik 68%, Nvidia Melonjak 224%

23 Oktober 2026
0
penurunan tarif pajak kripto 0,1%
Digital Business

OJK Dorong Penurunan Tarif Pajak Kripto Jadi 0,1%, Setara Transaksi Saham di Bursa

23 Oktober 2026
0
Pembiayaan Otomotif Carro Orico
Startup & Entrepreneurship

Carro Raih Pembiayaan Otomotif SGD450 Juta di Singapura

22 Oktober 2026
0
Load More

Discussion about this post

Recent Updates

Finfluencer Bakal Diverifikasi, AFTECH dan IARFC Siapkan Standar Kompetensi

Finfluencer Bakal Diverifikasi, AFTECH dan IARFC Siapkan Standar Kompetensi

23 Oktober 2026
Tri Kembali Gelar BombasTri, Tahun Lalu Raup 30 Juta Tiket Undian

Tri Kembali Gelar BombasTri, Tahun Lalu Raup 30 Juta Tiket Undian

23 Oktober 2026
GrabMart

Kebiasaan Belanja Konsumen Berubah, Pesanan GrabMart Dini Hari Naik 40,5%

23 Oktober 2026
Genon otomatisasi AI Nike

Lolos Validasi Nike, Startup Korea Genon Akselerasi Otomatisasi AI di Indonesia

23 Oktober 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Finfluencer Bakal Diverifikasi, AFTECH dan IARFC Siapkan Standar Kompetensi

Finfluencer Bakal Diverifikasi, AFTECH dan IARFC Siapkan Standar Kompetensi

23 Oktober 2026
Tri Kembali Gelar BombasTri, Tahun Lalu Raup 30 Juta Tiket Undian

Tri Kembali Gelar BombasTri, Tahun Lalu Raup 30 Juta Tiket Undian

23 Oktober 2026
GrabMart

Kebiasaan Belanja Konsumen Berubah, Pesanan GrabMart Dini Hari Naik 40,5%

23 Oktober 2026
Genon otomatisasi AI Nike

Lolos Validasi Nike, Startup Korea Genon Akselerasi Otomatisasi AI di Indonesia

23 Oktober 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version