Gandeng Black & Veatch, PT PP Garap Desain Teknik PLTGU Batam Bintan 1 Berkapasitas 120 MW

Black and Veatch x PT PP

Gandeng Black & Veatch, PT PP Garap Desain Teknik PLTGU Batam Bintan 1 Berkapasitas 120 MW (Foto: Istimewa/Black & Veatch)

youngster.id - Perusahaan rekayasa dan konstruksi global Black & Veatch ditunjuk oleh PT PP (Persero) Tbk untuk menyediakan layanan desain teknik terperinci (detailed engineering design) pada proyek Pembangkit Listrik Tenaga Siklus Gabungan (PLTGU) Batam Bintan 1 berkapasitas 120 megawatt (MW) di Pulau Batam, Kepulauan Riau.

Proyek milik PT PLN Batam ini dirancang untuk memperkuat pasokan listrik nasional guna menopang pesatnya pertumbuhan kawasan industri, investasi, serta ekosistem digital dan data center di wilayah Kawasan Perdagangan Bebas Batam.

Dalam kerja sama ini, Black & Veatch bertanggung jawab atas manajemen rekayasa, pengembangan desain mekanikal, elektrikal, instrumentasi, hingga penyusunan spesifikasi teknis dan analisis sistem untuk mendukung proses konstruksi PT PP.

Senior Vice President & Head of Asia-Pacific and India Black & Veatch, Jerin Raj, mengungkapkan bahwa keterlibatan perusahaan dalam proyek ini semakin memperkuat rekam jejak kepemimpinan tekniknya di Asia Pasifik.

“Sebagai salah satu perekonomian paling dinamis, Indonesia membutuhkan infrastruktur yang andal untuk menopang pertumbuhan dan ketahanan energi. Terpilihnya kami pada proyek PLTGU Batam Bintan 1 mencerminkan kepercayaan terhadap keahlian rekayasa Black & Veatch,” ujar Jerin, dikutip Jum’at (2/10/2026).

Sekretaris Perusahaan PT PLN Batam, Rudi Antono, menyambut baik kolaborasi global ini untuk memastikan proyek terbangun dengan standar kualitas, keselamatan, dan keandalan yang tinggi.

“Perkembangan sektor industri dan ekosistem digital di Batam membutuhkan dukungan infrastruktur kelistrikan yang andal, efisien, dan berkelanjutan. Kami berharap kolaborasi ini memberikan manfaat nyata bagi daya saing ekonomi Batam,” tegas Rudi.

Penunjukan ini menegaskan peran strategis PLTGU sebagai penyeimbang bauran energi dalam masa transisi energi di Indonesia. Hadir di Indonesia sejak 1972, Black & Veatch telah mendukung pembangunan berbagai infrastruktur energi nasional dengan total kapasitas pembangkitan mencapai 20 gigawatt (GW). (*AMBS)

 

Exit mobile version