youngster.id - Indonesia memiliki kekayaan pangan berbasis sumber daya lokal yang berpotensi untuk dikembangkan. Hal ini mendorong PT Indofood Sukses Makmur Tbk kembali membuka Program Indofood Riset Nugraha (IRN) 2026–2027. Ini adalah program bantuan dana riset yang ditujukan bagi mahasiswa S1 dari berbagai disiplin ilmu di seluruh Indonesia. Fokus penelitian adalah potensi pangan lokal.
Ketua Program IRN sekaligus Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk, Suaimi Suriady mengatakan, selama dua dekade terakhir program ini telah menjadi wadah bagi ribuan mahasiswa untuk mengembangkan penelitian yang relevan dengan tantangan pangan di Indonesia.
“IRN tidak hanya memberikan dukungan dana penelitian, tetapi juga menjadi wadah pembelajaran, kolaborasi, dan pengembangan kapasitas bagi ribuan mahasiswa Indonesia. Tahun ini kami mendorong lebih banyak mahasiswa untuk memanfaatkan kesempatan ini dan mengeksplorasi kekayaan pangan lokal Indonesia untuk masa depan pangan yang berkelanjutan,” ucapnya dikutip Rabu (10/6/2026).
Program ini kembali mengangkat tema “Penelitian Pangan Fungsional Berbasis Potensi dan Kearifan Lokal”. Melalui tema tersebut, mahasiswa didorong untuk mengembangkan berbagai potensi pangan lokal Indonesia menjadi inovasi yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat bagi kesehatan masyarakat. Program IRN 2026–2027 terbuka bagi mahasiswa S1 dari seluruh Indonesia yang tengah menyelesaikan tugas akhir.
“Kami percaya bahwa riset-riset yang lahir dari tangan mahasiswa hari ini dapat menjadi fondasi lahirnya solusi pangan, kesehatan masyarakat, dan inovasi Indonesia di masa depan. Karena itu, kami berharap semakin banyak generasi muda yang terinspirasi untuk berkontribusi melalui penelitian yang berdampak,” kata Suaimi lagi.
Program IRN 2026–2027 menerima proposal penelitian yang berfokus pada eksplorasi sumber daya alam darat dan laut berbasis potensi dan kearifan lokal, mencakup produk pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, kelautan, peternakan, dan air. Cakupan bidang penelitian meliputi Agro-Teknologi (Budidaya), Teknologi Proses/Pengolahan, Gizi dan Kesehatan Masyarakat serta Sosial Budaya, Ekonomi dan Pemasaran. Selain itu, program ini terbuka bagi mahasiswa dari semua program studi, tidak hanya mahasiswa Teknologi Pangan, selama topik penelitian sesuai dengan tema dan bidang cakupan yang ditetapkan. Setiap mahasiswa dapat mengajukan proposal penelitian hingga 31 Agustus 2026, dan selanjutnya akan diseleksi oleh Tim Pakar IRN yang terdiri dari akademisi dan praktisi lintas disiplin ilmu.
Ketua Tim Pakar sekaligus Guru Besar IPB Prof Purwiyatno Hariyadi mengatakan, proposal yang kuat bukan hanya soal teknis penulisan, melainkan soal relevansi dan kejelasan kontribusi riset terhadap tema program.
“Kami ingin mendorong mahasiswa di seluruh Indonesia untuk lebih peka, sensitif dan ekploratif dalam mengangkat kearifan lokal serta potensi disekitar mereka, lalu mentransformasikannya menjadi inovasi pangan fungsional yang berbasis ilmiah,” ujarnya.
Selama 20 tahun pelaksanaannya, Program IRN telah menerima lebih dari 8.300 proposal penelitian dan mendanai lebih dari 1.100 penelitian mahasiswa dari lebih dari 200 universitas dan perguruan tinggi di seluruh Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua. Program ini didukung oleh tim pakar lintas disiplin ilmu dari berbagai perguruan tinggi terkemuka di Indonesia yang terlibat aktif dalam proses seleksi, pendampingan, hingga evaluasi hasil penelitian mahasiswa.
Indofood juga menggelar rangkaian sosialisasi secara daring dan luring ke berbagai perguruan tinggi di Indonesia sepanjang Juni 2026. Kegiatan ini ditujukan untuk membantu mahasiswa memahami mekanisme pendaftaran, kriteria seleksi, hingga strategi menyusun proposal penelitian yang kompetitif.
STEVY WIDIA



















Discussion about this post