youngster.id - Bank digital Bank Raya (PT Bank Raya Indonesia Tbk) mencatatkan pertumbuhan bisnis digital yang signifikan sepanjang Kuartal I 2026. Melalui strategi transformasi yang agresif namun terukur, anak usaha BRI ini sukses menjadikan sektor digital sebagai motor penggerak utama kinerja keuangan perusahaan.
Dalam gelaran Public Expose Live 2026 yang diselenggarakan secara virtual, manajemen memaparkan bahwa porsi kredit digital Bank Raya kini mendominasi hingga 46% dari keseluruhan portofolio kredit perusahaan. Angka tersebut melompat tajam dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya yang baru tercatat sebesar 32%.
Total penyaluran kredit digital Bank Raya hingga maret 2026 sukses menembus Rp8,14 triliun atau tumbuh 29,0% secara tahunan (year-on-year/yoy). Sementara itu, nilai outstanding kredit digital juga ikut terkerek naik 33,1% menjadi Rp3,14 triliun.
“Pertumbuhan ini mencerminkan fokus kami pada strategi pertumbuhan bisnis digital berkualitas. Kami optimis bisnis digital terus memiliki prospek yang menjanjikan di masa depan. Di tengah dinamika global, kami selalu berupaya menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan penguatan fundamental,” ujar Direktur Utama Bank Raya, Ida Bagus Ketut Subagia, dikutip Rabu (10/6/2026).
Pertumbuhan masif ini disokong oleh produk digital lintas segmen (cross segment) yang komprehensif. Salah satu produk digital unggulan, Pinang Dana Talangan, mencatatkan performa luar biasa dengan nilai penyaluran mencapai Rp7,25 triliun, atau tumbuh 33,4% (yoy). Produk ini telah dimanfaatkan oleh sekitar 52 ribu Agen BRILink dan Agen Gadai di seluruh Indonesia.
Keberhasilan ini tidak lepas dari implementasi strategi eksploitasi dan eksplorasi. Melalui strategi eksploitasi, Bank Raya bertindak sebagai digital attacker yang mengoptimalkan potensi pasar UMKM di dalam ekosistem BRI Group dengan jaringan Online to Offline (O2O) terluas. Di sisi lain, strategi eksplorasi dilakukan lewat kemitraan strategis dengan berbagai pihak eksternal di luar ekosistem induk.
Dampak positif dari ekspansi digital ini juga tecermin pada pos pendanaan. Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Raya menyentuh Rp8,44 triliun, di mana tabungan digital (Digital Saving) menjadi kontributor utama yang meroket sebesar 63,9% (yoy) menjadi Rp2,30 triliun. Saat ini, Aplikasi Raya telah digunakan oleh lebih dari satu juta nasabah dengan menyediakan lebih dari 100 fitur finansial.
Akselerasi pada lini digital turut memperkokoh indikator fundamental keuangan emiten berkode AGRO ini. Bank Raya membukukan laba bersih sebesar Rp6,79 milar pada Kuartal I 2026. Profitabilitas ini didorong oleh kenaikan Net Interest Margin (NIM) sebesar 91 basis poin menjadi 5,78%, naik dari posisi 4,87% pada Kuartal I 2025 hasil dari efisiensi biaya dana (cost of fund).
Dari sisi manajemen risiko dan likuiditas, Bank Raya berada dalam kondisi yang sangat aman di atas ketentuan regulator. Rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) terjaga di level 81,64%, sedangkan Capital Adequacy Ratio (CAR) kokoh di angka 41,80%. (*AMBS)

















Discussion about this post