Senin, 14 September 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News Industry

Investor Pasar Modal Tembus 30 Juta SID, Kesenjangan Inklusi dan Literasi Keuangan Jadi Sorotan

14 September 2026
in Industry
Reading Time: 2 mins read
Investor Pasar Modal Indonesia 30 Juta SID

Investor Pasar Modal Tembus 30 Juta SID, Kesenjangan Inklusi dan Literasi Keuangan Jadi Sorotan (Foto: Istimewa)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Pasar modal Indonesia mencatatkan pertumbuhan pesat dengan kedatangan hampir sepuluh juta pemilik rekening baru sepanjang tahun ini. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat jumlah Single Investor Identification (SID) telah menyentuh 30.274.265 per 7 Agustus 2026, atau melonjak 48,78% dibandingkan akhir tahun lalu. Menariknya, sekitar 54% dari total investor tersebut merupakan anak muda di bawah usia 30 tahun.

Namun, laju pertumbuhan jumlah investor ini belum diimbangi oleh pemahaman finansial yang memadai. Data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang disusun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama BPS dan LPS menunjukkan indeks inklusi keuangan nasional berada di angka 93,61%, sementara indeks literasi keuangan baru mencapai 69,57%.

Kesenjangan sebesar 24,04 poin persentase tersebut menandakan bahwa akses terhadap produk keuangan sudah tersebar luas, tetapi belum sepenuhnya dipahami oleh masyarakat.

Literasi Pasar Modal Rendah dan Risiko Investasi Ilegal

Pada instrumen pasar modal, jurang kesenjangan literasi mencatatkan angka yang jauh lebih tajam. Berdasarkan SNLIK 2025, indeks literasi pasar modal hanya sebesar 17,78%. Artinya, dari sepuluh orang yang memiliki akses ke layanan keuangan formal, tidak sampai dua orang yang benar-benar paham terhadap produk investasi yang mereka beli.

Minimnya literasi ini berdampak pada tingginya angka kerugian masyarakat akibat penipuan keuangan. Satgas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) mencatat kerugian masyarakat akibat investasi ilegal menembus Rp142,22 triliun pada periode 2017 hingga kuartal III/2025. Di saat yang sama, Indonesia Anti-Scam Centre menerima 515.345 laporan penipuan sepanjang 22 November 2024 hingga 31 Maret 2026.

Praktisi keuangan dan pakar manajemen risiko, Dr. Dhiraj Kelly, menilai hambatan utama masyarakat saat ini telah bergeser dari aksesibilitas menjadi pemahaman risiko.

“Hambatan masyarakat hari ini sudah bergeser. Dulu persoalannya bagaimana membuka akses, sekarang persoalannya bagaimana menilai apa yang sudah ada di genggaman. Satu aplikasi bisa diunduh dalam lima menit, tapi kemampuan membaca risikonya tidak tumbuh secepat itu,” kata Dhiraj, Senin (14/9/2026).

Tiga Pilar Penting Sebelum Memulai Investasi

Dhiraj menekankan bahwa kerugian yang dialami investor pemula umumnya dipicu oleh kekeliruan dalam proses analisis personal, bukan karena instrumennya yang salah. Ia merumuskan tiga proses dasar yang wajib dipahami investor. Pertama, terkait Peruntukan Dana, yaitu menentukan tujuan penggunaan dana serta jangka waktu pemakaiannya secara jelas. Kedua, mengenai Batas Toleransi Risiko, yang mencakup perhitungan toleransi penurunan nilai aset yang masih dapat diterima tanpa mengganggu stabilitas keuangan rumah tangga. Ketiga, memastikan Sumber Dana, yakni memastikan modal yang digunakan benar-benar merupakan dana menganggur, bukan dana darurat, dana kebutuhan pokok, apalagi hasil dari pinjaman.

Ia juga menyoroti materi edukasi finansial di media sosial yang dinilai terlalu condong membahas potensi imbal hasil. Sebaliknya, aspek volatilitas, drawdown, efek leverage, biaya transaksi, hingga tekanan emosional saat rugi justru jarang diulas secara seimbang.

“Masyarakat agar tidak mengambil keputusan investasi semata karena tergiur besaran return, melainkan wajib disesuaikan dengan kondisi finansial, likuiditas, dan toleransi risiko pribadi. Seluruh materi edukasi yang disampaikan berdasar pada prinsip kesadaran risiko, di mana setiap keputusan investasi dan trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu masing-masing,” pungkasnya. (*AMBS)

 

Tags: Bursa Efek IndonesiaDhiraj Kellyinvestasi ilegalinvestor pemulaLiterasi keuanganmanajemen risikoOJKpasar modalRiskWise CommunitySaham IndonesiaSID
Previous Post

Bain & Company: Investasi Keberlanjutan US$17 Triliun, Konsumen Indonesia Makin Sadar Lingkungan

Next Post

Indonet Integrasikan Layanan Internet dan AI Credit dalam Satu Paket Langganan

Related Posts

Ondo Finance FLOQ Tokenisasi Saham AS Indonesia
Digital Business

Perluas Akses Investor, Ondo Finance dan FLOQ Jajaki Tokenisasi Saham AS di Indonesia

10 September 2026
0
Transaksi Kripto Indonesia Juli 2026
Digital Business

Transaksi Kripto Indonesia Turun 28,2% di Juli 2026, Jumlah Pengguna Tembus 22,9 Juta Akun

10 September 2026
0
Indonesia Jadi Pasar Kripto yang Underrated, Adopsinya Tembus 22,9 Juta Akun
Digital Business

Indonesia Jadi Pasar Kripto yang Underrated, Adopsinya Tembus 22,9 Juta Akun

9 September 2026
0
Load More
Next Post
Indonet Integrasikan Layanan Internet AI Credit

Indonet Integrasikan Layanan Internet dan AI Credit dalam Satu Paket Langganan

Discussion about this post

Recent Updates

Indonet Integrasikan Layanan Internet AI Credit

Indonet Integrasikan Layanan Internet dan AI Credit dalam Satu Paket Langganan

14 September 2026
Investor Pasar Modal Indonesia 30 Juta SID

Investor Pasar Modal Tembus 30 Juta SID, Kesenjangan Inklusi dan Literasi Keuangan Jadi Sorotan

14 September 2026
Bain Company Indonesia Investasi Berkelanjutan

Bain & Company: Investasi Keberlanjutan US$17 Triliun, Konsumen Indonesia Makin Sadar Lingkungan

14 September 2026
Sinar Mas Land D.A.N.C.E Digital Hub BSD City

Sinar Mas Land Rilis Platform D.A.N.C.E Perkuat Ekosistem Digital Hub BSD City

14 September 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Indonet Integrasikan Layanan Internet AI Credit

Indonet Integrasikan Layanan Internet dan AI Credit dalam Satu Paket Langganan

14 September 2026
Investor Pasar Modal Indonesia 30 Juta SID

Investor Pasar Modal Tembus 30 Juta SID, Kesenjangan Inklusi dan Literasi Keuangan Jadi Sorotan

14 September 2026
Bain Company Indonesia Investasi Berkelanjutan

Bain & Company: Investasi Keberlanjutan US$17 Triliun, Konsumen Indonesia Makin Sadar Lingkungan

14 September 2026
Sinar Mas Land D.A.N.C.E Digital Hub BSD City

Sinar Mas Land Rilis Platform D.A.N.C.E Perkuat Ekosistem Digital Hub BSD City

14 September 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version