youngster.id - Asian Games 2026 akan menjadi kesempatan berikutnya bagi Timnas Esports Indonesia untuk mencatatkan prestasi di ajang olahraga terbesar Asia tersebut. Menjelang Asian Games Aichi-Nagoya 2026, persiapan Timnas Esports Indonesia dilakukan dengan pendekatan yang lebih menyeluruh.
Pengurus Besar Esport Indonesia (PB ESI) menegaskan, pelatnas Timnas Esport Indonesia kali ini bukan hanya kemampuan teknis dan strategi permainan, kondisi fisik, mental, nutrisi, hingga recovery atlet juga menjadi perhatian melalui penerapan sports science.
Manajer Tim Nasional Esports Indonesia Glorya Famiela Ralahalo mengatakan, persiapan menghadapi berbagai kompetisi internasional merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kesungguhan atlet dan pelatih serta dukungan dari ekosistem esports.
“Timnas Esports Indonesia membawa kehormatan, harapan bangsa dan negara. PB ESI berkomitmen menyiapkan para atlet melalui pembinaan yang serius, modern, dan terukur untuk menghadapi rangkaian kompetisi internasional,” ucap Glorya pada jumpa pers, Selasa (15/9/2026) di Jakarta.
Selain Asian Games yang akan berlangsung pada 19 September – 4 Oktober 2026, para atlet juga akan menghadapi rangkaian agenda kompetisi internasional. Seperti Global Esports Games Los Angeles 2026 dijadwalkan pada 1–7 Desember 2026 serta sejumlah kompetisi antarnegara pada 2027.
Glorya menegaskan, pembinaan tersebut tidak hanya berfokus pada latihan teknis. PB ESI juga melibatkan tim sports science untuk mendapatkan gambaran yang lebih objektif mengenai kondisi dan kebutuhan setiap atlet. Pendekatan ini mencakup kebugaran, program latihan, kualitas recovery, pola tidur, aspek mental, hingga dukungan nutritionist dan dokter.
“Setiap kompetisi membutuhkan persiapan yang matang dan evaluasi yang berkesinambungan. Program latihan, evaluasi performa, serta pengelolaan kondisi fisik dan mental disusun secara terukur berdasarkan kebutuhan atlet dan target kompetisi,” ujarnya.
Tim Sport Science Timnas Esport Indonesia Yudhi Esa Saputra menambahkan, melalui penerapan sports science, persiapan Timnas Esports Indonesia tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis dan strategi permainan.
“Pelatnas kali ini mencakup pemantauan kesiapan fisik dan mental, nutrisi, pengelolaan beban latihan, serta analisis performa para atlet. Pendekatan ini membantu tim pelatih menyusun program yang terukur serta relevan dengan kebutuhan atlet dan karakter setiap kompetisi,” ujarnya.
Menurut Yudhi, kesinambungan Pelatnas penting karena Timnas akan menghadapi sejumlah agenda internasional dengan karakter dan tingkat persaingan yang berbeda. Para atlet juga menjalani latihan teknis, fisik, dan mental dengan intensitas tinggi.
Karena itu, aspek seperti mobilitas, postur, daya tahan, serta kenyamanan otot dan sendi turut diperhatikan agar atlet dapat menjalani latihan dan pertandingan dengan nyaman serta tetap berkonsentrasi secara optimal.
Pendekatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa persiapan atlet esports tidak hanya berkaitan dengan kemampuan bermain. Kondisi fisik menjadi salah satu fondasi yang perlu dijaga agar atlet mampu mempertahankan konsentrasi ketika menjalani latihan maupun pertandingan dalam durasi panjang.
Untuk mendukung rangkaian pelatnas hingga ke pertandingan, PB ESI juga berkolaborasi dengan PT Hisamitsu Pharma Indonesia melalui Salonpas.
“Esports adalah cabang olahraga modern yang berkembang pesat, dan sama seperti olahraga tradisional, kesiapan fisik para atlet sangat penting untuk mencapai performa terbaik. Kami berharap kemitraan strategis Salonpas dan PB ESI dapat semakin memperkuat ekosistem esport Indonesia dan berkontribusi pada pertumbuhan yang berkelanjutan,” kata Sato Ryo, Presiden Direktur PT Hisamitsu Pharma Indonesia.
Dengan semua persiapan itu, PB ESI optimistis para atlet dapat tampil maksimal dalam berbagai kompetisi internasional, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan esports yang diperhitungkan dunia, sejalan dengan visi Esports Indonesia Mendunia.
STEVY WIDIA

















Discussion about this post