Kolaborasi F&B dan Pop Culture Makin Playful, Pop Mie Gandeng Pokémon

Ki-ka Head of Corporate PR, PT Indofood Sukses Makmur Tbk Andrew Hallatu, GM Marketing Noodle Division PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk Julia Atman, dan Senior Brand Manager Pop Mie, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk ⁠Antonius Pandu pada peluncuran Pop Mie Edisi Spesial Pokémon. (Foto: stevywidia/youngster)

youngster.id - Persaingan di industri makanan membuat brand semakin bereksperimen dengan kolaborasi yang tidak biasa untuk menarik perhatian di tengah pasar yang semakin ramai. Alhasil, kolaborasi antara brand makanan dan karakter pop culture kini tidak lagi berhenti pada kemasan. Karakter yang sudah memiliki basis penggemar dapat diterjemahkan menjadi pengalaman baru, mulai dari merchandise hingga inovasi rasa.

Perkembangan tersebut terlihat dalam sejumlah kolaborasi makanan dengan karakter dan IP populer. Laporan Taste Tomorrow dari Puratos mencatat kolaborasi menjadi salah satu strategi yang banyak digunakan brand makanan dan minuman pada 2025, terutama untuk meningkatkan perhatian dan engagement konsumen. Menurut laporan tersebut,

Tren tersebut juga sejalan dengan karakter konsumen muda.  Riset Morning Consult terhadap 1.001 Gen Z menunjukkan bahwa kelompok ini melihat makanan dan minuman bukan hanya sebagai kebutuhan fungsional, tetapi juga sebagai sarana untuk bersosialisasi, mengeksplorasi, dan memanjakan diri. Sementara itu, data YPulse menunjukkan Gen Z tertarik pada snack edisi terbatas dan musiman yang terasa spesial serta mudah dibagikan, sekaligus lebih terbuka terhadap kombinasi rasa yang eksperimental.

Kolaborasi antara pop culture dan brand F&B hadir dari Pop Mie yang menggandeng Pokémon melalui Pop Mie Edisi Spesial Pokémon. Kolaborasi ini tidak hanya menghadirkan karakter Pikachu dan Charmander pada produk, tetapi menerjemahkan karakter keduanya ke dalam pengalaman rasa.

Senior Brand Manager Pop Mie PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk Antonius Pandu mengatakan, kolaborasi dengan Pokémon menjadi cara bagi Pop Mie untuk menghadirkan pengalaman berbeda dengan memadukan kekuatan pop culture global dan inovasi produk.

“Pop Mie Edisi Spesial Pokémon menghadirkan cara baru menikmati cup noodle dengan memadukan kekuatan pop culture global dan inovasi Pop Mie. Melalui dua varian spesial dengan rasa dan topping yang terinspirasi dari Pokémon, kami ingin mengajak pencinta Pop Mie dan Pokémon untuk tidak hanya melihat Pokémon favorit mereka, tetapi juga merasakan inspirasinya dan menemukan kejutan di setiap sajian,” kata Pandu pada acara peluncuran, Kamis (24/9/2026) di Jakarta.

Menurut Pandu, pendekatan tersebut diterapkan melalui dua varian spesial yang masing-masing mengambil inspirasi dari karakter Pokémon. Pop Mie Chicken Yuzu terinspirasi dari energi listrik Pikachu, sementara Pop Mie Spicy Torimen mengambil elemen api yang identik dengan Charmander.

Pada varian Chicken Yuzu, Pop Mie menghadirkan topping pop sparks berupa popping candy. Topping tersebut memberikan sensasi letupan ketika disantap, sehingga pengalaman menikmati mi tidak hanya mengandalkan rasa chicken yuzu, tetapi juga menghadirkan elemen kejutan.

Sementara itu, Pop Mie Spicy Torimen menggunakan topping fiery burst berupa boba pedas. Elemen ini terinspirasi dari karakter Charmander dan memberikan tambahan sensasi pedas pada sajian.

Konsep tersebut juga sejalan dengan kecenderungan konsumen muda untuk mencoba kombinasi rasa yang berbeda. YPulse menemukan bahwa 74% responden usia 18–24 tahun dan 76% responden usia 13–17 tahun menyatakan menyukai snack dengan kombinasi yang tidak biasa. Temuan tersebut menunjukkan adanya ruang bagi produk makanan untuk menawarkan pengalaman rasa yang lebih eksperimental kepada konsumen muda.

Pandu menegaskan, karakter Pokémon menjadi bagian dari pop culture yang relevan untuk membawa Pop Mie ke pengalaman yang lebih playful. Setiap karakter memiliki ciri khas yang kemudian diterjemahkan ke dalam rasa dan topping yang berbeda.

“Kami melihat Pokémon sebagai bagian dari pop culture yang sangat relevan untuk membawa Pop Mie ke pengalaman yang lebih playful. Setiap Pokémon memiliki keunikan dan elemen yang khas, dan kami menerjemahkannya melalui pengalaman rasa yang berbeda. Mulai dari sensasi popping candy yang terinspirasi Pikachu hingga spicy boba yang terinspirasi Charmander, kami ingin setiap sajian memberikan little surprise yang bisa membuat momen dan mood kamu jadi lebih seru,” tambahnya.

Kolaborasi tersebut juga hadir bertepatan dengan perjalanan Pokémon yang memasuki usia 30 tahun. Selama tiga dekade, karakter seperti Pikachu dan Charmander telah menjadi bagian dari budaya pop global dan memiliki basis penggemar lintas generasi.

Tentu dari sisi keamanan pangan, kedua varian Pop Mie Edisi Spesial Pokémon telah mengantongi Izin Edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta sertifikasi halal. Dengan demikian, inovasi pada rasa dan topping tetap disertai pemenuhan standar keamanan dan mutu produk.

STEVY WIDIA

Exit mobile version