youngster.id - Ekosistem layanan kesehatan terintegrasi, PT Bundamedik Tbk (BMHS), membukukan kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun 2025 dengan mencatatkan lonjakan laba bersih terkonsolidasi sebesar 57% menjadi Rp29,7 miliar, serta kenaikan EBITDA sebesar 9% YoY menjadi Rp242 miliar.
Direktur Utama PT Bundamedik Tbk, Agus Heru Darjono, menyatakan bahwa pertumbuhan laba bersih yang signifikan ini didorong oleh disiplin strategi yang kuat di semua lini bisnis.
“Di tengah dinamika industri yang terus berkembang, BMHS berhasil menjaga momentum pertumbuhan yang berkualitas. Capaian laba bersih yang tumbuh 57% mencerminkan konsistensi kami dalam mengeksekusi strategi secara disiplin, dari efisiensi operasional, ekspansi layanan kompleks yang bernilai tinggi, hingga penguatan ekosistem kesehatan yang terintegrasi,” ujar Agus, Kamis (11/6/2026).
Sepanjang tahun 2025, segmen korporasi dan asuransi menopang 43,2% pendapatan rumah sakit. Kapasitas tempat tidur naik 4% menjadi 601 unit berkat konsolidasi RSIA Pusura Tegalsari Surabaya, sementara volume tindakan bedah tumbuh 10% menjadi 16 ribu tindakan. Sebagai pelopor layanan ibu dan anak, segmen ini menyumbang 51% total pendapatan, diperkuat oleh layanan NICU RSIA Bunda Jakarta yang kini menjadi pusat rujukan nasional.
Lini anak usaha juga mencatat performa gemilang. Morula IVF memimpin pasar fertilitas nasional dengan pangsa pasar 41% pada kuartal IV-2025. Sementara itu, Diagnos Laboratorium mencatat pertumbuhan total volume tes sebesar 11% menjadi 957.447 tes di sepanjang tahun 2025.
Dari sisi inovasi klinis, BMHS memperkuat posisi sebagai pelopor Robotic Surgery di Indonesia dengan rekam jejak lebih dari 800 tindakan. RSU Bunda Jakarta bahkan mencatatkan tingkat keberhasilan 100% pada 8 prosedur transplantasi ginjal selama tahun 2025.
Ke depan, BMHS membidik peningkatan kapasitas hingga 1.000 tempat tidur pada akhir tahun 2028. Sebagai bagian dari strategi ekspansi tersebut, pada April 2026 BMHS telah menandatangani MoU dengan PT Sinar Medika Langgeng (anak usaha Sinar Mas Land) untuk membangun rumah sakit berstandar internasional di KEK BSD yang difokuskan pada layanan fertilitas, kesehatan wanita dan anak, serta bedah canggih guna menangkap potensi pasar medical tourism. (*AMBS)
