youngster.id - Di tengah pesatnya transformasi digital dan perkembangan teknologi artificial intelligence (AI), perusahaan solusi digital Lintasarta merombak jajaran direksinya. Armand Hermawan ditunjuk sebagai President Director & Chief Executive Officer (PDCEO), menggantikan Bayu Hanantasena yang telah mengakhiri masa jabatannya.
Dalam keterangan resmi Lintasarta menyebut, pergantian kepemimpinan ini bukan sekadar rotasi. Melainkan bagian dari strategi untuk menjaga momentum pertumbuhan di era digital yang semakin kompetitif, terutama dengan semakin masifnya adopsi AI di berbagai sektor industri.
Armand Hermawan menegaskan komitmennya untuk melanjutkan transformasi yang telah dibangun, sekaligus memperkuat posisi Lintasarta di ekosistem digital nasional.
“Lintasarta telah memiliki fondasi yang kuat sebagai penyedia solusi digital dan AI. Ke depan, kami akan memperkuat eksekusi bisnis dengan mengintegrasikan kapabilitas 4C Services sebagai satu ekosistem end-to-end. Fokus kami adalah memastikan setiap solusi yang dihadirkan tidak hanya relevan secara teknologi, tetapi juga memberikan dampak bisnis yang nyata bagi pelanggan dan industri,” ungkapnya, dikutip Kamis (23/4/2026).
Dengan pengalaman lebih dari 25 tahun, Armand dikenal memiliki rekam jejak panjang di berbagai sektor strategis—mulai dari telekomunikasi, jasa keuangan, hingga pembiayaan infrastruktur dan transformasi digital. Sebelum bergabung dengan Lintasarta, ia menjabat sebagai CEO Artajasa dan pernah menduduki sejumlah posisi penting di Indosat Ooredoo Hutchison, Angkasa Pura II, serta PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero).
Sebagai bagian dari Indosat Ooredoo Hutchison Group, Lintasarta kini memposisikan diri sebagai “Beyond AI Factory”—sebuah peran strategis untuk mendorong adopsi AI di Indonesia melalui solusi terintegrasi dan kolaborasi lintas sektor.
Langkah ini menunjukkan bahwa AI bukan lagi sekadar tren teknologi, melainkan sudah menjadi inti dari strategi bisnis perusahaan. Dengan kepemimpinan baru, Lintasarta menargetkan penguatan solusi digital yang tidak hanya andal dan aman, tetapi juga scalable untuk menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang.
Tren ini bukan tanpa alasan. Penggunaan AI di Indonesia sendiri tengah mengalami lonjakan signifikan. Dalam setahun terakhir, sekitar 69% masyarakat Indonesia tercatat telah menggunakan AI, dengan generasi muda menjadi kontributor terbesar. Bahkan, total waktu penggunaan aplikasi AI di Indonesia mencapai lebih dari 2,4 miliar jam sepanjang 2025—menunjukkan bahwa teknologi ini sudah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari, bukan sekadar tren sesaat.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 23 April 2026, perusahaan juga mengangkat Hendra Lesmana sebagai Director & Chief Commercial Officer.
Perubahan ini diharapkan mampu memperkuat posisi Lintasarta sebagai pemain kunci dalam ekosistem digital Indonesia, sekaligus mempercepat adopsi AI secara lebih luas di berbagai sektor.
STEVY WIDIA
