youngster.id - GuarantCo, bagian dari Private Infrastructure Development Group (PIDG), menandai masuknya mereka ke pasar Indonesia dengan memberikan jaminan gagal bayar (payment default guarantee) 100% untuk penerbitan obligasi PT Ketrosden Triasmitra Tbk (Triasmitra).
Jaminan pertama dari dua rangkaian ini akan menyokong total penerbitan obligasi emiten infrastruktur telekomunikasi berkode saham (IDX: TIAS) tersebut hingga mencapai Rp730 miliar (sekitar US$42 juta).
Dana yang dihimpun dari obligasi ini akan dialokasikan penuh untuk mendanai pengembangan dan pembangunan sistem kabel serat optik bawah laut (greenfield subsea fibre optic cable system) sepanjang 2.641 km di wilayah Indonesia bagian tengah. Proyek strategis ini dirancang untuk menghubungkan Pulau Bali, Nusa Tenggara, dan Sulawesi, yang diproyeksikan memberikan akses internet lebih cepat bagi sekitar 5,3 juta orang.
Pencairan tahap pertama (tranche I) dari obligasi ini telah mencapai penyelesaian keuangan (financial close) dengan total nilai Rp220 miliar (sekitar US$12,7 juta) yang terbagi dalam tenor 3, 5, dan 10 tahun.
Proyek kabel laut tengah ini diharapkan mampu menjembatani kesenjangan jaringan kabel utama (backbone) antara Indonesia bagian barat dan tengah. Di samping itu, kehadiran infrastruktur baru ini akan memicu persaingan sehat di pasar infrastruktur telekomunikasi yang selama ini cenderung monopolistik, sehingga mampu meningkatkan kualitas bandwidth bagi pengguna ritel maupun korporat.
“Penggalangan dana Rp220 miliar ini merupakan langkah penting memperkuat infrastruktur konektivitas digital di Indonesia Tengah. Dengan dukungan GuarantCo, kami optimistis proyek ini akan sukses dan memberikan dampak positif jangka panjang bagi peta jalan transformasi digital nasional,” ujar Titus Dondi Patria, Direktur Utama PT Ketrosden Triasmitra Tbk, dikutip Kamis (18/6/2026).
Masuknya GuarantCo ke Indonesia didukung penuh oleh dana bantuan teknis dari PIDG untuk menyelaraskan dokumentasi penjaminan obligasi sesuai dengan standar internasional. Langkah ini mempertegas komitmen PIDG di Indonesia, setelah sebelumnya pada Juli 2025 lalu menyuntikkan investasi ke dalam pendanaan KINETIK (Kemitraan Australia-Indonesia untuk Iklim, Energi Terbarukan, dan Infrastruktur).
Nishant Kumar, Managing Director of Asia Investments di GuarantCo, menyatakan bahwa proyek ini sejalan dengan sasaran pemerintah Indonesia untuk memperluas konektivitas nasional dan mendorong pertumbuhan produktivitas di pulau-pulau yang kurang terhubung.
“Masuknya GuarantCo ke pasar Indonesia merupakan momen yang sangat menarik, karena kami telah membidik pasar ini cukup lama dengan menyadari dampak berkelanjutan yang transformatif yang dapat diberikan oleh solusi peningkatan kredit (credit enhancement) kami,” kata Nishant.
Menurutnya, proyek ini meningkatkan kapasitas, kecepatan, dan kualitas pita lebar (broadband) bagi pengguna akhir, sekaligus menarik partisipasi sektor swasta dalam infrastruktur kritis guna menciptakan dinamika persaingan baru di pasar infrastruktur telekomunikasi yang sebelumnya cenderung tertutup. (*AMBS)
