youngster.id - Dalam rangka memperingati Bulan Inklusi Keuangan 2026, PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MR.D.I.Y. Indonesia) berkolaborasi dengan PT Bank CIMB Niaga Tbk dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menggelar Pelatihan Manajemen Keuangan dan Bisnis Berkelanjutan bagi Industri Kecil dan Menengah (IKM).
Mengusung tema “Growing Sustainably Together: Future Proofing ESG-Driven Supply Chain”, kegiatan ini diikuti oleh 100 pelaku IKM binaan Kemenperin dan pemasok lokal MR.D.I.Y. Indonesia. Pelatihan ini bertujuan mempercepat transformasi hijau dan memperkuat pengelolaan keuangan rantai pasok lokal agar lebih berdaya saing di pasar modern.
CFO MR.D.I.Y. Indonesia, Rika Juniaty Tanzil, menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas para pemasok lokal demi mewujudkan rantai pasok yang bertanggung jawab.
“Keberlanjutan merupakan bagian dari cara kami bertumbuh bersama ekosistem. Kami percaya bahwa ketika pemasok lokal memiliki akses terhadap pengetahuan keuangan, manajemen bisnis, serta kapasitas yang tepat, mereka akan memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan kualitas, efisiensi, dan daya saing bisnisnya,” ujar Rika, dikutip Sabtu (17/10/2026).
Dorong Akses Pembiayaan Hijau dan Solusi Transaksi Bisnis
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Reni Yanita, menyambut positif kolaborasi lintas sektor ini sebagai dorongan nyata terhadap Program Pemberdayaan IKM Hijau yang diluncurkan sejak Juli 2026. Menurut data Kemenperin, populasi IKM di Indonesia mencapai 4,52 juta unit usaha atau setara 99,7% dari total industri nasional.
“Transformasi menuju industri hijau bukan hanya tanggung jawab industri skala besar, tetapi juga menjadi peluang strategis bagi IKM dalam negeri. Kolaborasi dengan MR.D.I.Y. Indonesia dan CIMB Niaga dapat membantu IKM mendapatkan role model dalam menggerakkan transformasi hijau,” kata Reni.
Sejalan dengan semangat inklusi keuangan, Head of Corporate Banking CIMB Niaga, Miranty Supardi, menyatakan komitmen bank untuk mendampingi transisi hijau IKM melalui penyediaan one-stop financial service dan skema supplier financing guna mengoptimalkan arus kas bisnis pelaku usaha.
Dukungan Rantai Pasok Lokal dan Sertifikasi Keberlanjutan
Pelatihan ini turut menghadirkan wawasan praktis dari pakar keberlanjutan seperti Tri Hita Consulting mengenai penerapan ESG, Jejakin terkait perhitungan jejak karbon, serta kisah sukses dari pemasok lokal MR.D.I.Y. Indonesia, CV Karya Wahana Sentosa (KWaS Wooden Kitchenware). KWaS membagikan pengalamannya menerapkan penggunaan kayu bersertifikasi Forest Stewardship Council (FSC) yang berhasil mendongkrak performa penjuallannya di jaringan toko MR.D.I.Y. Indonesia per Oktober 2026 mencapai 85% dibandingkan total penjualan sepanjang 2025.
MR.D.I.Y. Indonesia mencatat total transaksi pembelian terhadap mitra pemasok lokal mencapai Rp949 miliar sepanjang tahun 2025. Melalui lebih dari 1.400 jaringan tokonya di seluruh Indonesia, MR.D.I.Y. berkomitmen terus membuka akses pasar nasional yang luas bagi produk-produk buatan dalam negeri.
STEVY WIDIA

















Discussion about this post