youngster.id - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) menandatangani Trade Facility Agreement dengan PT Bank Mizuho Indonesia. Melalui kerja sama ini, PGE meraih fasilitas non-cash loan dengan plafon mencapai US$75 juta. Fasilitas ini diberikan secara tanpa agunan (clean basis), yang mencerminkan tingkat kepercayaan tinggi terhadap profil risiko dan kesehatan kinerja keuangan PGE.
Skema yang disepakati merupakan fasilitas pinjaman dan trade tanpa komitmen (omnibus facility). Cakupannya meliputi fasilitas Bank Garansi, Standby Letter of Credit (SBLC), Letter of Credit (L/C) Impor, Account Payable Financing (APF), hingga fasilitas pinjaman berulang (revolving loan facility). Seluruh instrumen ini dihadirkan untuk menopang operasional serta rencana pengembangan proyek panas bumi PGE.
Direktur Keuangan PGE, Fransetya Hutabarat, menegaskan bahwa penandatanganan ini menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pembiayaan dan mendukung pertumbuhan jangka panjang perseroan.
“Kami mengapresiasi kepercayaan dan dukungan Bank Mizuho Indonesia melalui fasilitas ini. Fasilitas ini akan mendukung kebutuhan operasional dan pengembangan proyek-proyek PGE ke depan, sekaligus menjadi fondasi kemitraan jangka panjang yang saling menguntungkan. Kami berharap kolaborasi ini dapat mendorong percepatan transisi energi menuju Net Zero Emission di Indonesia,” ujar Fransetya, dikutip Sabtu (25/7/2026).
Dukungan bagi Transisi Energi Bersih
Direktur Marketing PT Bank Mizuho Indonesia, Heru Gautama Hatman, menyampaikan bahwa kemitraan ini merupakan bentuk komitmen nyata institusinya dalam mendukung akselerasi energi bersih di Tanah Air.
“Kami berharap kerja sama ini bukan hanya menjadi fasilitas pembiayaan semata, tetapi juga bentuk dukungan terhadap ambisi PGE untuk menjadi contoh pengembangan panas bumi, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di tingkat dunia,” kata Heru.
Sebagai bagian dari salah satu grup jasa keuangan terbesar di Jepang, keterlibatan Bank Mizuho memperkuat ekosistem pendanaan hijau (green financing) PGE yang sebelumnya telah disokong oleh berbagai lembaga keuangan internasional.
PGE terus menerapkan strategi pembiayaan yang terukur dan prudent demi menjamin keberlanjutan investasi pada proyek ekosistem panas bumi. Melalui sinergi dengan mitra keuangan global, PGE menargetkan kapasitas terpasang yang dikelola secara mandiri dapat mencapai 1 gigawatt (GW) pada tahun 2028, dan melambung menjadi 1,8 GW pada tahun 2034.
Langkah ekspansif ini sekaligus mempertegas kontribusi PGE dalam menjaga ketahanan dan swasembada energi nasional di era transisi energi berkelanjutan. (*AMBS)

















Discussion about this post