youngster.id - Pengelola dan pemilik aset real estat Asia-Pasifik, ESR, bersama Indonesia Investment Authority (INA) dan mitra pemodal lainnya mengumumkan komitmen investasi bersama untuk membangun dua fasilitas logistik modern berstandar institusional di kawasan Cikarang, Jabodetabek. Langkah strategis ini dilakukan untuk mengakselerasi pertumbuhan jangka panjang sektor logistik, manufaktur, dan jaringan rantai pasok di Indonesia.
Pembangunan proyek pertama, ESR Cikarang Logistics Park 4, resmi dimulai melalui acara peletakan batu pertama (groundbreaking). Berlokasi di Kawasan Industri Jababeka, fasilitas industri dan logistik bertaraf Grade A ini ditargetkan rampung pada 2027 dan diproyeksikan menjadi gudang modern non-captive (disewakan kepada pihak ketiga) terbesar di area tersebut.
Selain itu, kemitraan ini juga mencakup pengembangan ESR Cibitung Distribution Hub di MM2100 Industrial Town. Fasilitas logistik tiga lantai bertaraf Grade A tersebut dijadwalkan beroperasi pada 2028 guna memenuhi kebutuhan kegiatan manufaktur dan distribusi regional.
Dukung Pertumbuhan Pasar Logistik US$188 Miliar
Pengembangan dua infrastruktur di koridor industri timur Jabodetabek ini ditujukan untuk merespons pesatnya permintaan dari penyedia jasa logistik pihak ketiga (third-party logistics/3PL) internasional maupun pabrik multinasional. Berdasarkan data industri, pasar transportasi barang dan logistik Indonesia diproyeksikan menembus angka lebih dari US$188 miliar pada 2031, yang didorong oleh pertumbuhan e-commerce, peningkatan ekspor manufaktur, dan konsumsi domestik.
Head of Southeast Asia ESR, Jai Mirpuri, mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan salah satu pasar paling dinamis di Asia Tenggara dengan fundamental ekonomi yang kokoh.
“Kami terus melihat tingginya permintaan pasar dari pelanggan di sektor manufaktur maupun logistik. Pembangunan fasilitas baru di Jabodetabek ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan pelanggan akan aset berskala besar dengan spesifikasi tinggi yang dilengkapi fitur otomatisasi, efisiensi operasional, dan keberlanjutan,” ujar Jai, dikutip Rabu (12/8/2026).
Optimisme INA Terhadap Pasar Pergudangan Modern
Kemitraan strategis ini mempertegas peran INA dalam mendorong masuknya modal asing ke sektor infrastruktur vital nasional. Ketua Dewan Direktur INA, Oki Ramadhana, menjelaskan bahwa pasar pergudangan modern di Indonesia saat ini masih memiliki tingkat penetrasi yang tergolong rendah, sehingga menyimpan potensi pertumbuhan yang sangat besar.
“Prospek pergudangan modern tetap kuat, didukung oleh tren nearshoring pada aktivitas manufaktur, peningkatan penetrasi e-commerce, serta industrialisasi yang terus berkembang. Bersama ESR, kami berupaya memperkuat infrastruktur yang mendukung pertumbuhan industri Indonesia,” kata Oki.
Kedua fasilitas pergudangan Grade A tersebut dibangun menggunakan standar teknis tinggi, mencakup kapasitas daya dukung lantai yang diperkuat untuk mendukung teknologi otomasi, tata ruang vertikal yang tinggi, serta penerapan fitur ramah lingkungan seperti pencahayaan dan ventilasi alami hingga integrasi sistem energi terbarukan.
HENNI S.















Discussion about this post