Peta Jalan Infrastruktur Digital Indonesia: Panduan Strategis Menuju Indonesia Emas 2045

Peta Jalan Infrastruktur Digital Indonesia

Peta Jalan Infrastruktur Digital Indonesia: Panduan Strategis Menuju Indonesia Emas 2045 (Foto: Ilustrasi/GeminiAI)

youngster.id - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas secara resmi meluncurkan Buku Peta Jalan (Roadmap) Infrastruktur Digital Indonesia 2026–2030. Dokumen ini dirancang sebagai panduan strategis dan teknokratis untuk memperkuat fondasi ekonomi digital nasional serta menopang pencapaian visi Indonesia Emas 2045.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur digital yang berorientasi pada kebermanfaatan nyata bagi masyarakat luas.

“Saya senang sekali dengan adanya roadmap ini supaya infrastruktur kita bukan sekadar asal jalan, namun juga berguna bagi masyarakat. Kita berharap infrastruktur digital yang disiapkan Bappenas bersama kementerian/lembaga lain dapat kita gunakan untuk kepentingan bangsa Indonesia mencapai Indonesia Emas tahun 2045,” ujar Rachmat, dikutip Selasa (4/8/2026).

Buku Peta Jalan ini menjadi referensi penting dalam penyusunan kebijakan, perencanaan investasi, penguatan regulasi, hingga pengembangan kelembagaan. Langkah ini ditujukan untuk membangun ekosistem digital nasional yang inklusif, aman, tangguh, dan berdaulat.

Mendorong Produktivitas dan Kesejahteraan Masyarakat

Deputi Bidang Ekonomi dan Transformasi Digital Kementerian PPN/Bappenas, Vivi Yulaswati, menjelaskan bahwa kesiapan infrastruktur dan proses digitalisasi merupakan kunci utama dalam mendongkrak produktivitas serta kesejahteraan masyarakat di era digital.

“Infrastruktur digital merupakan kunci berjalannya ekonomi digital. Roadmap ini bukan hanya sekadar dokumen, namun kontrak kepada masyarakat agar pada empat sampai lima tahun ke depan, kualitas hidup masyarakat bisa menjadi lebih baik terutama melalui proses digitalisasi,” ungkap Vivi.

Turut hadir dalam acara peluncuran tersebut Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Viada Hafid, yang memaparkan tiga pilar utama transformasi digital nasional, gambaran lanskap digital Indonesia saat ini, serta capaian pengelolaan spektrum frekuensi dan perluasan akses jaringan.

Kolaborasi Lintas Sektor untuk Ekosistem Digital

Acara peluncuran dilanjutkan dengan diskusi panel yang menghadirkan pemangku kepentingan dari unsur pemerintah, industri, dan akademisi.

Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, Wayan Toni Supriyanto, memaparkan strategi implementasi peta jalan, termasuk penyempurnaan regulasi guna mempercepat pemerataan akses. Dari sudut pandang industri, Ketua Umum Asosiasi Masyarakat Telematika (MASTEL) Indonesia, Sarwoto Atmosutarno, menggarisbawahi pentingnya kolaborasi untuk mewujudkan gigabit city serta penguatan industri telekomunikasi nasional. Sementara itu, Akademisi Telkom University, Nachwan Mufti Adriansyah, memberikan analisis mengenai tantangan dan pemetaan kesenjangan infrastruktur digital yang perlu ditangani secara bertahap.

Melalui sinergi antarlembaga dan industri ini, Peta Jalan Infrastruktur Digital 2026–2030 diharapkan dapat memastikan bahwa pembangunan digital tidak hanya berfokus pada fisik semata, melainkan menjawab kebutuhan riil masyarakat dan industri nasional.

 

STEVY WIDIA 

Exit mobile version