youngster.id - Di tengah meningkatnya antusiasme menuju FIFA World Cup 2026, peluang bagi talenta muda sepak bola Indonesia juga semakin terbuka. Coca-Cola Indonesia bersama Garuda Gemah Nusantara (GGN) meluncurkan Festival Sepak Bola Rakyat, sebuah program yang tidak hanya menghadirkan kemeriahan Piala Dunia, tetapi juga menjadi wadah pembinaan pemain muda usia 15 hingga 18 tahun dari berbagai daerah.
Direktur GGN, Rizky Aidi, mengatakan Festival Sepak Bola Rakyat merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem sepak bola yang lebih inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.
“Festival Sepak Bola Rakyat adalah wujud nyata dari visi kami untuk menjadi katalis perubahan dalam membangun sepak bola yang inklusif, berkualitas, dan berkelanjutan di tengah komunitas Indonesia. Tanpa melihat usia atau tim, setiap orang di festival ini punya ruang untuk bersinar,” ujarnya dikutip Kamis (18/6/2026).
Menurut Rizky, festival ini bukan sekadar turnamen. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi sekaligus membangun mimpi di dunia sepak bola.
“Ini adalah panggung bagi anak-anak dari Labuan Bajo hingga Palu untuk bermimpi lebih tinggi. Di sinilah esensi sepak bola kembali ke akarnya, menjadi kegembiraan rakyat yang membuka ruang bagi semangat dan solidaritas tumbuh bersama,” katanya.
Festival ini digelar di empat kota, yakni Labuan Bajo, Jakarta, Palu, dan Makassar. Tak hanya menjadi ajang kompetisi, program ini juga menghadirkan berbagai kegiatan edukatif dan interaktif yang bertujuan membantu pemain muda mengembangkan kemampuan sekaligus memperluas pengalaman mereka di dunia sepak bola.
Selama festival berlangsung, peserta akan mengikuti berbagai aktivitas mulai dari coaching clinic, exhibition match, hingga podcast bertajuk Nobar (Ngobrol Bola Ramean) bersama Coca-Cola. Program ini menghadirkan sejumlah figur sepak bola nasional seperti Pelatih Timnas Indonesia U-20 Nova Arianto, mantan kapten Timnas Indonesia Evan Dimas, dan pemain Timnas Indonesia Victor Dethan.
Wakil Ketua Umum PSSI Ratu Tisha Destria mengatakan festival ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan teknis peserta, tetapi juga menanamkan nilai sportivitas, disiplin, dan kerja sama tim.
“Dengan melibatkan sekolah-sekolah sepak bola dari berbagai daerah, festival ini menjadi wadah untuk belajar sekaligus bertanding,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari Pelatih Timnas Indonesia U-20 Nova Arianto. Menurutnya, pembinaan usia muda merupakan fondasi penting bagi perkembangan sepak bola nasional.
“Pembinaan sejak tahap awal sangat penting bagi kemajuan sepak bola nasional kita. Inisiatif seperti ini menghadirkan harapan baru untuk masa depan,” kata Nova.
Selain melalui pembinaan talenta muda, Coca-Cola Indonesia juga menghadirkan berbagai aktivasi untuk membawa semangat FIFA World Cup 2026 lebih dekat kepada masyarakat.
Senior Director of Public Affairs, Communications, and Sustainability PT Coca-Cola Indonesia, Triyono Prijosoesilo, mengatakan Indonesia menjadi salah satu negara di Asia Tenggara yang terpilih untuk menghadirkan pengalaman tersebut.
“Merupakan sebuah kehormatan bahwa Indonesia menjadi salah satu dari sedikit negara di Asia Tenggara yang terpilih menjadi tuan rumah pengalaman istimewa ini,” ujarnya.
Salah satunya melalui instalasi bertema Piala Dunia di sejumlah rangkaian Commuter Line rute Cikarang dan Bogor yang menghadirkan nuansa sepak bola dalam perjalanan sehari-hari para komuter.
“Melalui berbagai aktivitas FIFA World Cup 2026 ini, Coca-Cola Indonesia ingin menghadirkan momen kebersamaan yang penuh sukacita dan berkesan, baik bagi para penggemar sepak bola maupun masyarakat luas. Kami ingin semua orang dapat menjadi bagian dari perayaan global ini dengan cara yang dekat dan relevan bagi masyarakat Indonesia,” kata Eva Lusiana, President Director, Coca-Cola Indonesia.
Coca-Cola juga berkolaborasi dengan musisi Indonesia seperti Tiara Andini, Silet Open Up, Ecko Show, dan Eka Gustiwana untuk menghadirkan anthem lokal berjudul “Jump”, adaptasi resmi dari lagu legendaris Van Halen. Lagu tersebut dirancang untuk menyatukan semangat sepak bola dunia dengan sentuhan budaya Indonesia, sekaligus mengajak masyarakat merayakan FIFA World Cup 2026 melalui musik dan kebersamaan.
“Mulai dari Commuter Line tematik hingga anthem lokal hasil kolaborasi, setiap aktivasi yang kami hadirkan merupakan undangan bagi masyarakat untuk ikut merayakan, mempererat kebersamaan, dan merasakan semangat turnamen dengan cara yang mudah diakses, berkesan, dan khas,” kata Fitriana Adhisti, Director Coca-Cola Trademark, Coca-Cola Indonesia.
Melalui kombinasi pembinaan talenta muda, pengalaman interaktif, musik, hingga aktivasi di ruang publik, semangat FIFA World Cup 2026 diharapkan tidak hanya menjadi perayaan olahraga, tetapi juga momentum untuk menginspirasi generasi muda Indonesia mengejar mimpi mereka, baik di dalam maupun di luar lapangan hijau.
STEVY WIDIA
















Discussion about this post