youngster.id - SMK Angkasa 1 asal Margahayu, Kabupaten Bandung, sukses menyabet gelar juara turnamen esports antarpelajar Garena Youth Championship (GYC) 2026 Free Fire. Kepastian gelar juara diperoleh setelah tim debutan ini mengamankan Booyah penentu pada game kedelapan babak Grand Finals yang berlangsung di UNAS Auditorium, Jakarta.
Pencapaian ini menjadi catatan manis bagi SMK Angkasa 1 karena mereka berhasil merengkuh trofi tertinggi pada musim perdana keikutsertaan mereka. Diperkuat oleh komposisi pemain Malvin Wiandra Wirawan, Muhammad Fakhri Sonjaya, Muhammad Rendi Aprilio Saputra, dan Muhammad Ramdani, SMK Angkasa 1 mengakhiri kompetisi dengan total 139 poin. Mereka berhasil mengungguli pesaing terdekat seperti SMAN 15 Makassar di peringkat kedua (137 poin), SMAN 2 Barabai di posisi ketiga (119 poin), dan SMKN 1 Talaga di peringkat keempat (115 poin).
Pemain SMK Angkasa 1, Muhammad Ramdani, mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian ini setelah melalui perjalanan kualifikasi yang penuh tantangan.
“Saya ingin berterima kasih kepada semua pihak yang sudah mendukung perjalanan kami sampai akhirnya berhasil meraih juara. Perjuangan kami sampai titik ini tidak mudah. Berkali-kali ikut turnamen offline dan kualifikasi, kami selalu gagal. Namun, berkat doa semua pihak, hari ini kami berhasil menjadi juara. Terima kasih kepada orang tua, guru, dan pembimbing yang mendukung kami,” ujar Ramdani, dikutip Selasa (3/11/2026).
Drama Format Champion Rush dan Tiket ke Ajang Internasional
Babak Grand Finals GYC 2026 Free Fire menerapkan format Champion Rush, di mana tim yang telah mengumpulkan minimal 80 poin harus mengamankan Booyah di game berikutnya untuk mengunci gelar juara. SMK Angkasa 1 sejatinya telah mengantongi status Champion Rush sejak game keempat setelah mengumpulkan 91 poin. Namun, ketatnya perlawanan membuat penentuan juara harus tertahan hingga game kedelapan di peta NexTerra, yang melibatkan tujuh tim berstatus Champion Rush.
Dalam situasi penentu di zona terakhir, SMK Angkasa 1 tampil disiplin dengan memanfaatkan momentum duel antara SMAN 2 Barabai dan SMK Kesatrian Purwokerto. Memasuki area aman dengan komposisi empat pemain utuh, SMK Angkasa 1 mampu menuntaskan perlawanan tiga pemain SMAN 2 Barabai guna mengamankan Booyah sekaligus mengunci gelar juara nasional.
Atas kemenangan ini, SMK Angkasa 1 berhak membawa pulang hadiah dana pendidikan sebesar Rp30 juta serta beasiswa kuliah penuh 100% dari Universitas Nasional (UNAS). Selain itu, para pemain SMK Angkasa 1 mendapatkan tiket bertanding di babak Play-ins Free Fire Nusantara Series (FFNS) 2027 Spring. SMK Angkasa 1 bersama SMAN 15 Makassar, SMAN 2 Barabai, dan SMKN 1 Talaga juga akan mewakili Indonesia di ajang internasional GYC Free Fire Asia Invitational 2026.
GYC 2026 Free Fire merupakan bagian dari program Garena Goes to School yang diselenggarakan dengan dukungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Kementerian Pemuda dan Olahraga RI, serta Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) guna mendorong keselarasan prestasi akademik dan nonakademik pelajar.
STEVY WIDIA
















Discussion about this post