youngster.id - Penyedia solusi perangkat lunak dan komputasi awan (cloud) global, SoftwareOne, bersama Crayon secara resmi mengumumkan penyelesaian integrasi bisnis kanal (channel business) mereka di seluruh kawasan Asia-Pasifik (APAC). Seluruh operasional kanal kini berintegrasi di bawah entitas dan merek tunggal SoftwareOne guna membentuk ekosistem layanan teknologi yang lebih luas bagi para mitra bisnis di wilayah tersebut.
Penggabungan ini menyatukan kapabilitas kedua organisasi dalam manajemen aset perangkat lunak, cloud, keamanan siber, data, hingga kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI). Langkah integrasi ini juga dirancang untuk memperluas akses pasar dan sumber daya spesialis—seperti arsitek solusi, pakar keamanan, serta tim pengembangan praktik bisnis—tanpa mengganggu kepemilikan hubungan langsung antara mitra (reseller) dan pelanggan mereka.
Presiden APAC SoftwareOne, Varun Paliwal, menjelaskan bahwa penyatuan ini berorientasi pada penciptaan peluang pertumbuhan dan peningkatan fleksibilitas mitra dalam merespons kebutuhan pasar.
“Crayon dan SoftwareOne sama-sama telah membangun hubungan yang kuat dengan para mitra serta memiliki kapabilitas teknologi yang mendalam di seluruh kawasan. Dengan menyatukan kekuatan tersebut, kami dapat menawarkan kepada para mitra cakupan layanan dan peluang yang lebih luas, sekaligus tetap mempertahankan keahlian lokal dan hubungan yang menjadikan kanal ini berhasil,” ujar Varun, dikutip Rabu (14/10/2026).
Lonjakan Belanja TIK dan Kebutuhan Integrasi AI
Integrasi bisnis kanal ini berlangsung di tengah pertumbuhan investasi teknologi yang masif di kawasan Asia-Pasifik. Berdasarkan data International Data Corporation (IDC), belanja Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di kawasan APAC diproyeksikan menembus US$647 miliar pada 2026. Selain itu, belanja untuk AI dan AI generatif diperkirakan mencapai US$370 miliar pada 2029 dengan Tingkat Pertumbuhan Tahunan Gabungan (Compound Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 38,4%.
Seiring bergesernya fokus korporasi dari tahap eksperimen AI menuju adopsi skala besar, mitra teknologi dituntut untuk menyediakan keahlian teknis dan model komersial yang adaptif. Melalui integrasi ini, SoftwareOne menerapkan model layanan yang mendukung penyampaian solusi secara to, through, and with partners (kepada, melalui, dan bersama mitra), termasuk dukungan infrastruktur manajemen langganan dan penagihan otomatis via platform Cloud-IQ.
Ekosistem Global dengan Pendekatan Pasar Lokal
Secara global, SoftwareOne beroperasi di lebih dari 70 negara dengan didukung sekitar 12.000 tenaga profesional serta akses ke lebih dari 7.500 vendor perangkat lunak. Portofolio gabungan ini turut menghadirkan program Partner Connections untuk menjembatani kolaborasi antar-reseller serta ISV Innovation Hub guna mendukung komersialisasi kekayaan intelektual (intellectual property) mitra di marketplace global.
Kepala Bisnis Kanal APAC SoftwareOne, Vikas Bhonsle, menambahkan bahwa tolok ukur utama dari penggabungan ini terletak pada nilai tambah yang diterima oleh ekosistem mitra.
“Dampak terpenting dari penggabungan ini adalah semakin besarnya peluang yang tercipta bagi para mitra kami. Kami dapat menghadirkan lebih banyak keahlian dalam setiap kolaborasi, lebih banyak layanan ke dalam portofolio mereka, serta koneksi yang lebih kuat ke dalam ekosistem mereka,” kata Vikas.
Melalui jaringan operasional lokal di berbagai negara APAC, struktur terpadu ini diharapkan dapat menyeimbangkan ketersediaan sumber daya skala global dengan pemahaman mendalam terhadap kondisi regulasi dan dinamika pasar di masing-masing negara. (*AMBS)
















Discussion about this post