youngster.id - Platform perjalanan, Traveloka, merilis laporan Q3 2026 SEA Index yang merekam pergeseran preferensi wisatawan di kawasan regional. Berdasarkan data pemesanan akomodasi periode kuartal ketiga 2026, perjalanan berbasis wisata religi, nilai sejarah (heritage), serta pencarian destinasi berudara sejuk menjadi pendorong utama pertumbuhan industri pariwisata, khususnya bagi pasar Indonesia.
Untuk pasar internasional dari Indonesia, destinasi wisata religi di Arab Saudi mencatatkan lonjakan signifikan. Pemesanan akomodasi wisatawan asal Indonesia ke Makkah tumbuh lebih dari 50% secara tahunan (year-on-year). Kota Makkah, Jeddah, dan Madinah bahkan secara bersamaan masuk ke dalam daftar sepuluh destinasi internasional dengan pertumbuhan pemesanan tercepat dari Indonesia.
Sementara itu, pada segmen perjalanan domestik, masyarakat Indonesia cenderung memilih destinasi dataran tinggi guna melepas penat di tengah musim kemarau. Kabupaten Wonosobo di Jawa Tengah dan Kabupaten Sukabumi di Jawa Barat memimpin pertumbuhan pemesanan akomodasi domestik, menegaskan tingginya minat masyarakat terhadap udara sejuk wilayah pegunungan.
Indonesia Jadi Pusat Daya Tarik Wisata Religi Regional
Indonesia tidak hanya menjadi pengirim wisatawan religi ke luar negeri, tetapi juga menjadi destinasi tujuan utama bagi wisatawan mancanegara asal Asia Tenggara. Laporan Traveloka mencatat peningkatan ketertarikan wisatawan asal Malaysia terhadap warisan sejarah dan keagamaan di Pulau Jawa.
Candi Borobudur dan kompleks Candi Prambanan menjadi magnet utama yang mendorong peningkatan pemesanan akomodasi ke Magelang dan Yogyakarta dari Malaysia. Kunjungan ini mencerminkan tingginya apresiasi terhadap nilai arsitektur, sejarah, dan ikatan budaya antarnegara bertetangga di kawasan regional.
Pergerakan Tren Pariwisata di Asia Tenggara
Selain Indonesia, laporan Traveloka Q3 2026 SEA Index turut memetakan dinamika tren perjalanan di beberapa negara tetangga. Di Singapura, pemesanan perjalanan ke Melbourne, Australia, melonjak lebih dari tiga kali lipat seiring tingginya minat warga setempat menikmati pergantian musim dingin dan semi. Sementara itu di Thailand, destinasi alam Khao Yai menjadi tujuan domestik terfavorit selama musim hujan berkat pemandangan serba hijau, sedangkan Chongqing di Tiongkok memimpin pemesanan internasional.
Di sisi lain, wisatawan asal Vietnam mencatatkan peningkatan pemesanan akomodasi lebih dari dua kali lipat ke kota bersejarah Luang Prabang di Laos, di samping lonjakan pencarian destinasi jarak jauh ke New York sebesar 152%. Untuk segmen destinasi bahari, Pulau Phú Quốc di Vietnam berhasil mencatatkan pertumbuhan pemesanan di atas rata-rata dari seluruh lima negara pasar utama, sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai destinasi pantai unggulan di kawasan Asia Tenggara.
Rangkaian data Q3 2026 SEA Index ini menegaskan bahwa perilaku wisatawan di Indonesia dan Asia Tenggara semakin terarah (intentional travel), dengan kejelasan tujuan perjalanan seperti pencarian pengalaman spiritual, pemulihan diri di lingkungan alam, serta eksplorasi nilai budaya setempat.
STEVY WIDIA

















Discussion about this post