youngster.id - Peringatan Hari Perumahan Nasional pada 25 Agustus menggarisbawahi pentingnya penyediaan hunian layak bagi masyarakat, khususnya Gen Z dan Milenial. Seiring tingginya harga rumah di area perkotaan, opsi sewa modern seperti co-living kini menjadi alternatif utama bagi generasi produktif.
Penyedia hunian co-living Cove mencatat pergeseran tren di mana 95% penghuninya merupakan Gen Z dan Milenial yang menuntut fleksibilitas serta kemudahan akses.
“Bagi mereka hunian yang layak tidak hanya sekadar kamar yang cukup untuk tidur, namun sebuah hunian yang dapat mendukung mobilitas, gaya hidup, dan pergeseran preferensi mereka yang cenderung dinamis,” ungkap Dian Paskalis, Country Director of Growth and VP of Online Marketing Cove.
Komitmen Sewa Singkat dan Toleransi Commuting Rendah
Data Cove tahun 2026 menunjukkan hampir 60% penghuni Gen Z dan Milenial memilih durasi sewa singkat antara 1–3 bulan, melonjak 32 poin persentase dalam tiga tahun terakhir. Pergeseran ini didorong oleh gaya hidup dinamis serta tuntutan fleksibilitas karier, bukan semata-mata alasan finansial.
Dari sisi kriteria pemilihan tempat tinggal, terdapat tiga alasan utama yang mendasari keputusan generasi muda saat memilih hunian. Faktor ketersediaan fasilitas kamar yang lengkap menjadi alasan paling dominan yang dipilih oleh 79% responden. Selanjutnya, efisiensi mobilitas juga menjadi pertimbangan penting, di mana 52% responden memprioritaskan jarak lokasi hunian yang dekat dengan kantor serta ketersediaan transportasi umum. Selain itu, aspek gaya hidup turut memegang peranan; sebanyak 51% responden memilih hunian berdasarkan keberadaan fasilitas bersama pendukung seperti area gym, rooftop, hingga kolam renang.
Faktor lokasi mencatat penguatan signifikan hingga meningkat lebih dari 20 poin persentase dalam tiga tahun terakhir. Wilayah Jakarta Selatan (64%), Jakarta Pusat (43%), dan Jakarta Barat (35%) menjadi area paling diminati. Menariknya, 51% penghuni merupakan warga Jabodetabek yang ingin memangkas durasi perjalanan (commuting) ke tempat beraktivitas.
Di samping itu, kebersihan gedung yang buruk (52%) serta ketidaklengkapan fasilitas seperti Wi-Fi stabil dan lift (43%) menjadi faktor utama yang paling sering membatalkan niat generasi muda saat memilih hunian sewa konvensional.
STEVY WIDIA
