youngster.id - Wellness kini semakin dipandang sebagai bagian dari gaya hidup, bukan sekadar aktivitas untuk menjaga kebugaran fisik. Di tengah aktivitas yang semakin padat, masyarakat mulai mencari cara untuk menjaga kesehatan secara lebih menyeluruh, termasuk mengelola stres, menjaga kesehatan mental, melakukan aktivitas yang disukai, hingga membangun koneksi dengan komunitas.
Perubahan tersebut turut memengaruhi cara masyarakat menikmati aktivitas olahraga. Olahraga tidak lagi hanya dilakukan untuk mencapai target kebugaran, tetapi juga menjadi bagian dari aktivitas untuk melepas penat dan menjaga keseimbangan diri.
Worldwide Survey of Fitness Trends 2026 dari American College of Sports Medicine (ACSM) menempatkan Exercise for Mental Health di peringkat keenam dalam tren kebugaran global. Sementara itu, Global Wellness Institute (GWI) mencatat ekonomi wellness global mencapai US$6,3 triliun pada 2023 dan diproyeksikan mendekati US$9 triliun pada 2028.
Tren tersebut menunjukkan bahwa wellness semakin berkembang menjadi pengalaman yang lebih beragam. Aktivitas fisik mulai dipadukan dengan kegiatan kreatif dan sosial untuk menciptakan pengalaman yang tidak hanya bermanfaat bagi tubuh, tetapi juga membantu memberikan ruang untuk beristirahat dan mengekspresikan diri.
Konsep tersebut juga diadopsi oleh Patchtastic Day 2026 yang digelar Salonpas Pain Relief Patch. Kegiatan ini memadukan olahraga dengan aktivitas kreatif dalam satu rangkaian pengalaman wellness.
Product Manager Salonpas Pain Relief Patch Ira Guci mengatakan, kegiatan ini mengajak perempuan menjadikan perawatan diri sebagai bagian dari keseharian sekaligus menyediakan ruang untuk beristirahat, berkreasi, dan terhubung dengan komunitas.
“Patchtastic Day 2026 dirancang sebagai ruang bagi perempuan untuk melepaskan penat, memulihkan energi, sekaligus kembali terhubung dengan komunitas,” ungkapnya dikutip Kamis (13/8/2026).
Berbeda dari kegiatan olahraga yang hanya berfokus pada aktivitas fisik, Patchtastic Day 2026 menghadirkan konsep Unique Experience Workout x Workshop yang menggabungkan aktivitas olahraga dan kreativitas.
Peserta dapat mengikuti berbagai kelas olahraga, seperti Pound Fit, Zumba, dan Yoga. Setelah berolahraga, mereka dapat melanjutkan aktivitas kreatif yang dirancang sebagai ruang untuk beristirahat sekaligus menenangkan pikiran. Aktivitas tersebut antara lain membuat gelang manik-manik, menghias bag charm, membuat tumbler keychain, Marudoll, hingga acrylic keychain.
Menurut Ira, perpaduan olahraga dan aktivitas kreatif tersebut menjadi cara untuk menghadirkan pengalaman wellness yang lebih beragam.
Selain workout dan art workshop, Patchtastic Day 2026 juga menghadirkan The Market yang menjadi ruang bagi komunitas. Area tersebut diisi berbagai tenant kuliner sehat, produk seni dan kerajinan tangan, serta studio olahraga mitra.
Konsep wellness yang lebih beragam juga terlihat dari perluasan rangkaian Patchtastic Day 2026 ke sejumlah kota di Indonesia.
Setelah berlangsung di Makassar pada 19 Juli 2026, rangkaian Road to Patchtastic Day akan berlanjut ke Medan pada 23 Agustus, Bandung pada 6 September, dan Banjarmasin pada 4 Oktober. Seluruh rangkaian kemudian akan berujung di Jakarta pada 7 November 2026.
“Ada dua kota, yaitu Medan dan Banjarmasin, menjadi wilayah baru yang dijangkau dalam rangkaian tahun ini. Secara keseluruhan, kegiatan ini menargetkan partisipasi 1.800 hingga 2.000 peserta dalam seluruh rangkaian Patchtastic Day 2026,” pungkasnya.
Perpaduan olahraga, aktivitas kreatif, dan komunitas menunjukkan bahwa pengalaman wellness kini semakin luas. Bagi generasi muda, menjaga keseimbangan diri tidak hanya dilakukan dengan berolahraga, tetapi juga dengan menyediakan ruang untuk beristirahat, melakukan aktivitas yang menyenangkan, dan terhubung dengan orang lain.
STEVY WIDIA
