Selasa, 20 Oktober 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News Industry

Upaya Pengelolaan Kawasan Konservasi Kepulauan Lucipara Diperkuat Lewat Survei Ilmiah Terpadu

20 Oktober 2026
in Industry
Reading Time: 2 mins read
Pengelolaan kawasan konservasi Kepulauan Lucipara

Upaya Pengelolaan Kawasan Konservasi Kepulauan Lucipara Diperkuat Lewat Survei Ilmiah Terpadu (Foto: Istimewa/CTC)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Maluku bersama Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), Coral Triangle Center (CTC), dan konsorsium mitra lokal memperkuat upaya pengelolaan kawasan konservasi di Kepulauan Lucipara, Laut Banda. Langkah ini diwujudkan melalui pelaksanaan survei terpadu yang berlangsung pada 15–29 Oktober 2026.

Survei yang menjangkau Kepulauan Lucipara, Pulau Teon, Pulau Manuk, Pulau Hatta, dan Pulau Manukang ini berfokus pada pengumpulan data berbasis sains. Data tersebut akan menjadi dasar penyusunan dokumen rencana pengelolaan dan zonasi kawasan konservasi seluas 388.712,10 hektare agar beroperasi secara efektif, adaptif, serta berkelanjutan.

Pengembangan dan penyusunan rencana tata kelola kawasan ini merupakan tindak lanjut atas pencadangan wilayah oleh Pemerintah Provinsi Maluku melalui Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Maluku Nomor 2 Tahun 2025 tentang RTRW Provinsi Maluku Tahun 2025–2044. Penyusunan dokumen rencana pengelolaan dan zonasi tersebut menjadi syarat utama menuju penetapan resmi kawasan konservasi oleh Pemerintah Pusat.

Langkah strategis ini sekaligus mendukung target nasional Indonesia dalam mengoptimalkan pengelolaan kawasan konservasi laut, yang diproyeksikan meningkat dari 30,9 juta hektare menjadi 97,5 juta hektare pada tahun 2045.

Tata Kelola Berbasis Sains untuk Cegah Illegal Fishing

Kepala DKP Provinsi Maluku, Erawan Asikin, menjelaskan bahwa sejalan dengan arahan Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, penyusunan rencana pengelolaan ini bertujuan memastikan kawasan Kepulauan Lucipara terlindungi dari aktivitas penangkapan ikan ilegal (illegal fishing) maupun praktik perusakan lingkungan laut lainnya.

“Pemerintah Provinsi Maluku memiliki komitmen kuat untuk mendukung upaya konservasi laut sekaligus memastikan sumber daya pesisir dan laut tetap memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, setiap tahapan menuju penetapan kawasan konservasi harus didukung oleh data yang kredibel dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan,” ujar Erawan.

Erawan menambahkan bahwa lewat upaya pengelolaan dan perlindungan yang tepat, wilayah perairan ini diharapkan dapat tumbuh menjadi destinasi wisata bahari kelas dunia yang memberikan dampak ekologis, sosial, dan ekonomi bagi masyarakat Maluku.

Penyusunan Zonasi dan Integrasi Hak Adat (TURF)

Direktur Program Kelautan YKAN, Muhammad Ilman, menegaskan pentingnya data kredibel dalam merancang tata kelola kawasan. Survei lapangan mencakup pemetaan habitat bentik, pemantauan terumbu karang, pemetaan pesawat nirawak (UAV), pengukuran karbon biru, hingga riset sosial-ekonomi masyarakat.

“Kawasan konservasi yang efektif tidak dibangun berdasarkan persepsi, tetapi berdasarkan bukti ilmiah. Melalui survei ini, kami ingin memahami kondisi ekosistem hingga pola pemanfaatan sumber daya oleh masyarakat sebagai fondasi dalam menyusun rancangan zonasi yang seimbang,” jelas Ilman.

Sementara itu, Direktur Eksekutif CTC, Rili Djohani, menyoroti pentingnya menjaga ekosistem Laut Banda yang menjadi habitat langka penyu, paus, lumba-lumba, dan area pemijahan ikan.

Guna memperkuat efektivitas tata kelola di lapangan, model pengelolaan kawasan konservasi ini mengintegrasikan skema pengelolaan perikanan berbasis hak (Territorial Use Rights for Fishing/TURF) bersama masyarakat adat setempat, dengan mengacu pada prinsip Free, Prior, and Informed Consent (FPIC). Pendekatan ini memadukan pengetahuan lokal dengan analisis ilmiah agar pengelolaan kawasan berjalan adil dan berkelanjutan.

 

HENNI S.

Tags: DKP MalukuKepulauan LuciparaKonservasi LautLaut BandaPengelolaan Kawasan KonservasiPerikanan BerkelanjutanYKANZonasi Laut
Previous Post

Dani Yogatama: Bawa Reka Melesat di Sektor AI Global

Next Post

Pasar M&A ASEAN Melonjak 30%, Pendapatan Investment Banking Citi Naik 35% pada 2026

Related Posts

No Content Available
Load More
Next Post
Pendapatan Investment Banking Citi

Pasar M&A ASEAN Melonjak 30%, Pendapatan Investment Banking Citi Naik 35% pada 2026

Discussion about this post

Recent Updates

Pendapatan Investment Banking Citi

Pasar M&A ASEAN Melonjak 30%, Pendapatan Investment Banking Citi Naik 35% pada 2026

20 Oktober 2026
Pengelolaan kawasan konservasi Kepulauan Lucipara

Upaya Pengelolaan Kawasan Konservasi Kepulauan Lucipara Diperkuat Lewat Survei Ilmiah Terpadu

20 Oktober 2026
Dani Yogatama Reka AI

Dani Yogatama: Bawa Reka Melesat di Sektor AI Global

20 Oktober 2026
Chandra Asri fasilitas CA-EDC

Didukung DIM dan INA, Chandra Asri Kembangkan Fasilitas CA-EDC

20 Oktober 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Pendapatan Investment Banking Citi

Pasar M&A ASEAN Melonjak 30%, Pendapatan Investment Banking Citi Naik 35% pada 2026

20 Oktober 2026
Pengelolaan kawasan konservasi Kepulauan Lucipara

Upaya Pengelolaan Kawasan Konservasi Kepulauan Lucipara Diperkuat Lewat Survei Ilmiah Terpadu

20 Oktober 2026
Dani Yogatama Reka AI

Dani Yogatama: Bawa Reka Melesat di Sektor AI Global

20 Oktober 2026
Chandra Asri fasilitas CA-EDC

Didukung DIM dan INA, Chandra Asri Kembangkan Fasilitas CA-EDC

20 Oktober 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version