youngster.id - Marriott International kembali menegaskan komitmennya dalam mengembangkan talenta internal sekaligus meningkatkan standar pariwisata ramah lingkungan lewat edisi ketiga APEC Sustainable Bartender Championship. Kompetisi regional yang mencakup kawasan Asia Pasifik (kecuali Tiongkok) ini menantang para profesional bar untuk mendefinisikan ulang miksologi modern melalui operasional minim limbah (zero-waste).
Mengusung tema kreatif “The Future Larder”, ajang ini menyelaraskan keahlian minuman tingkat tinggi dengan prinsip keberlanjutan global Serve 360 milik Marriott International. Para peserta dituntut memanfaatkan bahan-bahan lokal inovatif serta teknik persiapan berkelanjutan yang merefleksikan warisan budaya destinasi masing-masing.
Senior Director of Operations untuk Indonesia & Malaysia Marriott International, Masri, menjelaskan bahwa kompetisi ini membuktikan layanan kelas dunia, hasil bisnis, dan keberlanjutan dapat berjalan beriringan.
“Dengan memanfaatkan bahan-bahan lokal serta praktik minim limbah, para rising star ini turut membantu membangun masa depan industri yang lebih bertanggung jawab,” ungkap Masri, dikutip Sabtu (27/6/2026).
Finalis Terbaik Asal Indonesia dan Malaysia Siap Melaju ke Regional
Setelah melalui fase operasional intensif selama satu bulan di hotel masing-masing, babak final yang mengevaluasi performa penjualan, integrasi bahan, hingga keberlanjutan operasional sukses digelar pada 10 Juni 2026. Dua bartender terbaik dari Indonesia dan Malaysia berhasil keluar sebagai pemenang dan siap bersaing di final regional:
- Pemenang Indonesia: Deni Alan Hartono (The Westin Resort, Nusa Dua Bali) lewat kreasi cocktail “Segara Alchemy”. Deni memanfaatkan minyak ikan Cakalang asap dari dapur melalui metode fat-washing pada Absolut Elyx, serta mendaur ulang sisa potongan sayuran dan kulit jeruk menjadi komponen kesegaran minuman.
- Pemenang Malaysia: Tharshan Velu (Four Points by Sheraton, Kuala Lumpur Chinatown) lewat kreasi “Refresh Garden”. Tharshan menginfusi Monkey 47 Dry Gin dengan bunga kantan khas Malaysia, serta mendaur ulang kulit jeruk dan buah yang terlalu matang menjadi cairan jeruk jernih (clarified citrus).
Melalui kompetisi berskala regional ini, Marriott International terus memicu inovasi ramah lingkungan dari tingkat dasar, mendukung ekosistem lokal, serta mendorong tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility) yang bermakna di industri hospitality.
STEVY WIDIA



















Discussion about this post