Sabtu, 27 Juni 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News Industry

Perempuan Kini Jadi Motor Ekonomi Restoratif Indonesia

27 Juni 2026
in Industry
Reading Time: 3 mins read
Perempuan Kini Jadi Motor Ekonomi Restoratif Indonesia

Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda dan Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Veronica Tan . (Foto: stevywidia/youngster.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Di tengah ancaman perubahan iklim, krisis pangan, hingga tantangan ekonomi, muncul pendekatan baru yang mulai mendapat perhatian di Indonesia, yakni ekonomi restoratif. Berbeda dengan model pembangunan yang hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, pendekatan ini berupaya menciptakan kesejahteraan sekaligus memulihkan lingkungan dan memperkuat komunitas.

Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Veronica Tan mengatakan, penguatan ekonomi perempuan menjadi bagian penting dari strategi pembangunan nasional. Menurutnya, dengan jumlah perempuan yang mencapai hampir separuh populasi Indonesia, potensi tersebut perlu didukung melalui kebijakan yang memberikan ruang, akses, dan kesempatan untuk berkembang.

“Kuncinya adalah ekonomi restoratif, mengembalikan kembali. Tujuan kita bagaimana perempuan yang sudah punya kapasitas ini bisa mendapat ruang, akses, dan berpartisipasi dalam strategi ekonomi nasional,” kata Veronica jumpa media Weaving Wonders: Tenun, Pangan, Energi, dan Perempuan – Dari Warisan ke Kekuatan Ekonomi, Kamis (25/6/2026), di Jakarta.

Veronica menjelaskan, selama ini isu perempuan sering kali hanya dikaitkan dengan perlindungan hukum atau penanganan kasus. Padahal, persoalan ekonomi juga menjadi tantangan besar yang perlu mendapat perhatian.

Karena itu, Kementerian PPPA mengembangkan program Kebun Pangan Perempuan dengan pendekatan yang berbeda. Program ini tidak dibangun dari nol, melainkan memperkuat perempuan-perempuan yang telah menjadi penggerak di komunitasnya melalui akses, pendampingan, dan kolaborasi lintas sektor.

Langkah awal dilakukan di NTT melalui pemanfaatan sekitar 650 hektare lahan Perhutanan Sosial yang dikelola kelompok dengan 93 persen anggotanya merupakan perempuan. Lahan tersebut tidak hanya dimanfaatkan untuk memproduksi pangan, tetapi juga menjadi pusat pengembangan komoditas lokal, edukasi ketahanan pangan keluarga, hingga pelestarian lingkungan.

Konsep ekonomi restoratif juga diwujudkan melalui kolaborasi lintas kementerian, mulai dari penyediaan bibit, pengembangan energi surya, hingga peningkatan kapasitas kelompok perempuan.

Menurut Veronica, ketahanan pangan menjadi pintu masuk yang strategis karena berkaitan langsung dengan kualitas hidup keluarga, termasuk upaya menekan angka stunting.

“Stunting itu sebenarnya berawal dari perut. Karena itu kita mengaitkan program ini dengan Kebun Pangan Perempuan supaya edukasi tentang makanan lokal kembali hidup dan keluarga memiliki akses pangan yang lebih baik,” ujarnya.

Model serupa juga mulai disiapkan Pemerintah Provinsi Maluku Utara. Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, mengatakan pemerintah daerah tengah mempersiapkan sekitar 900 hektare kawasan hutan sosial yang nantinya akan dikelola oleh kelompok perempuan dan keluarga.

“Kami sedang menyiapkan inventaris dan legalitasnya. Kurang lebih sekitar 900 hektare hutan sosial akan diberikan kepada keluarga dan perempuan untuk dikelola,” kata Sherly.

Tidak hanya menyediakan lahan, pemerintah daerah juga telah memetakan berbagai komoditas unggulan yang memiliki nilai ekonomi tinggi, seperti aren, cengkeh, pala, dan bambu. Bahkan, kerja sama dengan offtaker telah disiapkan agar hasil produksi masyarakat memiliki pasar yang jelas, termasuk peluang ekspor.

Pendekatan ini diharapkan membuat masyarakat tidak hanya memproduksi bahan mentah, tetapi juga memahami rantai nilai produknya sejak awal.

Sherly menilai banyak potensi daerah yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Seperti bunga telang dan kenari yang tumbuh di banyak wilayah Maluku Utara.

“Hal-hal yang ada di depan mata kita sering diabaikan, padahal sebenarnya punya nilai ekonomi yang luar biasa jika bertemu dengan ekosistem yang tepat,” ujarnya.

Meski peluang ekonomi terbuka semakin luas, Sherly menilai pemberdayaan perempuan tidak cukup hanya melalui bantuan modal atau pelatihan.

Yang jauh lebih penting adalah membangun ekosistem yang membuat perempuan bisa terus belajar, saling mendukung, dan memiliki akses terhadap pasar, pendampingan, serta jejaring usaha.

“Modal saja tidak cukup, pelatihan saja tidak cukup, market saja tidak cukup. Perempuan membutuhkan ekosistem yang menguatkan dari hari ke hari, dari minggu ke minggu,” katanya.

Menurutnya, ketika perempuan memiliki kesempatan berkembang secara ekonomi, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh individu, tetapi juga keluarga dan masyarakat.

“Jika perempuan berdaya, anak terlindungi. Ekonomi perempuan bukan hanya tentang menambah pendapatan satu orang, tetapi menjaga kesehatan, pendidikan, dan masa depan keluarganya,” ujarnya.

Program seperti Kebun Pangan Perempuan menunjukkan bahwa pemberdayaan perempuan tidak selalu dimulai dari proyek besar. Dari kebun pangan, pemanfaatan komoditas lokal, hingga komunitas di tingkat desa, perempuan dapat menjadi motor ekonomi restoratif yang sekaligus menjaga lingkungan, memperkuat ketahanan pangan, dan menciptakan pembangunan yang lebih berkelanjutan.

 

 

STEVY WIDIA

Tags: Ekonomi RestoratifKebun Pangan PerempuanKementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA)ketahanan panganmaluku utarapemberdayaan perempuanVeronica Tan
Previous Post

Coursera: 99% Perusahaan Indonesia Rekrut Lulusan Pemilik Micro-credentials

Next Post

Jutaan Akun Anak Dinonaktifkan, Platform Digital Mulai Perketat Perlindungan Pengguna Muda

Related Posts

Perkuat Ekonomi Restoratif Lewat Tenun dan Ketahanan Pangan
Industry

Perkuat Ekonomi Restoratif Lewat Tenun dan Ketahanan Pangan

13 Juni 2026
0
SheHacks 2026
Digital Business

SheHacks 2026 Dorong Pelaku UMKM Perempuan Manfaatkan AI untuk Tumbuh

6 Juni 2026
0
Command Center Pupuk Indonesia
Technology

Pantau Stok Real-Time, Pupuk Indonesia Operasikan Command Center Distribusi Nasional

21 Mei 2026
0
Load More
Next Post
anak

Jutaan Akun Anak Dinonaktifkan, Platform Digital Mulai Perketat Perlindungan Pengguna Muda

Discussion about this post

Recent Updates

anak

Jutaan Akun Anak Dinonaktifkan, Platform Digital Mulai Perketat Perlindungan Pengguna Muda

27 Juni 2026
Perempuan Kini Jadi Motor Ekonomi Restoratif Indonesia

Perempuan Kini Jadi Motor Ekonomi Restoratif Indonesia

27 Juni 2026
Coursera - Micro-credentials

Coursera: 99% Perusahaan Indonesia Rekrut Lulusan Pemilik Micro-credentials

27 Juni 2026
Amar Bank JAFF Market 2026

Dongkrak Inklusi Keuangan Kreatif, Amar Bank dan JAFF Market 2026 Gandeng BPI Perkuat Ekosistem Film

27 Juni 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
anak

Jutaan Akun Anak Dinonaktifkan, Platform Digital Mulai Perketat Perlindungan Pengguna Muda

27 Juni 2026
Perempuan Kini Jadi Motor Ekonomi Restoratif Indonesia

Perempuan Kini Jadi Motor Ekonomi Restoratif Indonesia

27 Juni 2026
Coursera - Micro-credentials

Coursera: 99% Perusahaan Indonesia Rekrut Lulusan Pemilik Micro-credentials

27 Juni 2026
Amar Bank JAFF Market 2026

Dongkrak Inklusi Keuangan Kreatif, Amar Bank dan JAFF Market 2026 Gandeng BPI Perkuat Ekosistem Film

27 Juni 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version