youngster.id - The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Jakarta menarik lebih dari 225.000 partisipan dan pengunjung dari 82 negara pada 21–25 Oktober 2026. Capaian ini menjadikan WCCE 2026 sebagai penyelenggaraan terbesar sejak konferensi ekonomi kreatif global tersebut pertama kali digelar pada 2018.
Mengusung tema “Inclusively Creative: Collective Continuity”, WCCE 2026 mempertemukan pemerintah, pelaku industri, komunitas, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif. Rangkaian kegiatan juga membuka ruang bagi kreator dan pelaku usaha lokal untuk memperluas jejaring serta menjajaki peluang di pasar global.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menekankan pentingnya kolaborasi dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif.
“Setiap orang memiliki cahayanya masing-masing. Ketika cahaya-cahaya itu disatukan, kita bisa menjadi mercusuar yang menerangi jalan menuju dunia yang lebih baik,” ujarnya, dikutip Kamis (29/10/2026).
Kegiatan WCCE 2026 tidak hanya terpusat di satu lokasi, tetapi tersebar di berbagai ruang kreatif Jakarta agar lebih banyak pelaku industri dan masyarakat dapat berpartisipasi.
Di Ashta District 8 SCBD, pengunjung dapat menemukan karya desainer, arsitek, praktisi fesyen berkelanjutan, studio kreatif, dan merek lokal. Sementara itu, MGP Space SCBD menghadirkan pengalaman interaktif serta pameran yang mencakup gim, teknologi imersif, musik, film, dan inovasi digital.
Adapun WCCE Weekland di SCBD Park menghadirkan 88 merek lokal melalui bazar kreatif, instalasi seni, pertunjukan musik, pengalaman kuliner, produk lokal, dan berbagai kegiatan komunitas.
Rangkaian kegiatan tersebut membuka ruang bagi kreator lokal untuk memperkenalkan karya, membangun jejaring, serta menjajaki peluang kolaborasi dan bisnis dengan mitra dari dalam maupun luar negeri.
WCCE 2026 melibatkan lebih dari 200 kolaborator melalui pendekatan hexahelix yang mempertemukan enam elemen ekosistem, yaitu pemerintah, akademisi, pelaku bisnis, komunitas, media, dan agregator.
Melalui kegiatan business-to-business (B2B), pelaku usaha kreatif memperoleh kesempatan untuk bertemu calon mitra dan menjajaki peluang kerja sama. Keterlibatan atase perdagangan juga membantu memperluas akses
“Pendekatan ini membuka ruang bagi kreator lokal untuk memperkenalkan karya, membangun jejaring, serta menjajaki peluang kolaborasi dan bisnis dengan mitra dari dalam maupun luar negeri,” pungkas Irene.
Indonesia menginisiasi WCCE di Bali pada 2018. Setelah diselenggarakan di Dubai pada 2021, Bali pada 2022, dan Tashkent pada 2024, konferensi ini berlanjut di Jakarta pada 2026. Glasgow, Inggris, diumumkan sebagai tuan rumah WCCE 2028.
STEVY WIDIA
















Discussion about this post