Kamis, 12 Februari 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News

Ini 3 Tahap Proses Kreatif Membuat Lagu Versi Kunto dan Ronald

22 Oktober 2018
in News
Reading Time: 2 mins read
Ini 3 Tahap Proses Kreatif Membuat Lagu Versi Kunto dan Ronald

DJ Ronald Steven, Rezki Yanuar Country Brand Manager Shopee dan penyanyi Kunto Aji dalam acara Bincang Shopee.(Foto: istimewa/youngster.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Musik sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia. Di zaman serba canggih ini ada bermacam ragam musik hadir di sekitar kita. Namun ternyata proses kreatif di balik pembuatan sebuah musik tidak melulu ditentukan dari peralatan yang canggih.

Untuk mengulik akan hal itu Shopee menghadirkan dua musisi yang berperan aktif membangun industri musik tanah air di acara BincangShopee edisi Sumpah Pemuda bertemakan “Inspirasi Nada, Karya Pemuda” pada 20 Oktober 2018 di Jakarta.

Kedua musisi itu adalah Kunto Aji, penyanyi dan penulis lagu yang baru saja merilis album keduanya, dan Ronald Steven, music director perhelatan Asian Games 2018 kemarin. Keduanya berbagi tips dan trik seputar proses kreatif dalam pembuatan musik dan lagu guna meningkatkan kecintaan talenta muda terhadap musik Indonesia.

“Di edisi spesial Sumpah Pemuda ini, kami menghadirkan dua musisi muda berprestasi untuk membagikan pengalaman mereka berkecimpung di industri musik Indonesia. Hal ini tentunya sejalan dengan komitmen berkelanjutan kami untuk mengedukasi dan meningkatkan taraf hidup pengguna dan masyarakat Indonesia secara menyeluruh,” ungkap Rezki Yanuar, Country Brand Manager, Shopee dalam keterangannya, Minggu (21/10/2018) di Jakarta.

Baca juga :   Lindungi Desain Mewah Galaxy Note20 Series Dengan Samsung Care+

Menurut dia, kegiatan ini untuk mewadahi generasi muda dalam berkarya terutama di bidang musik. “Dengan hadirnya Kunto Aji dan Ronald Steven, kami berharap kegiatan ini dapat mewadahi upaya generasi penerus industri musik Indonesia untuk mendapatkan ilmu-ilmu yang mereka butuhkan langsung dari para ahlinya, sehingga mereka tidak perlu ragu untuk terus berkarya,” kata Rezki.

Dalam diskusi itu terungkap tiga tahap yang kerap dilakukan oleh Kunto Aji dan Ronald Steven ketika memproduksi karya mereka.

Riset, riset, riset

Ketimbang langsung masuk ke dapur musik, Kunto Aji menekankan pentingnya upaya untuk melakukan riset setelah menentukan tema besar karyamu. Ini juga yang menyebabkan karya-karya pria kelahiran Yogyakarta ini begitu segar di telinga. Setelah menentukan isu kesehatan mental sebagai tema besar untuk album keduanya yang berjudul “Mantra Mantra”.

Baca juga :   YPT Gelar Pameran Virtual Produk Inovasi di Bidang Kesehatan, Pendidikan dan Lingkungan

Kunto mengaku dirinya juga giat membaca literatur dan berkonsultasi dengan rekannya yang seorang psikolog untuk mendalami seputar isu ini. Hasilnya? Ia bisa menyatukan 9 ‘mantra’ dengan kerangka cerita yang luar biasa. Dengan proses riset yang cukup lama ini juga yang membuat Aji terpikir untuk memasukkan frekuensi 396 Hz di salah satu ‘mantranya’ yang berjudul Rehat.

Menurut penelitian Solfeggio Frequencies milik Dr. Joseph Pulio, seorang psikolog asal Amerika Serikat, frekuensi 396 Hz ini bisa mengurangi pikiran negatif dan menyehatkan mental, lho, Sobat Shopee!

Sama halnya untuk memproduksi musik. Bagi Ronald Steven, salah satu kutipan favoritnya dari Steve Jobs yang berbunyi “stay hungry, stay foolish” ini mengharuskan dirinya untuk haus akan ilmu dan update seputar teknologi dan genre musik terbaru.

Sabar dan nikmati prosesnya

‘Mantra Mantra’ garapan Kunto Aji membutuhkan masa inkubasi selama 2 tahun. Aji memilih untuk mengikuti proses eksplorasi musik yang cukup panjang sampai akhirnya bertemu dengan kata ‘sepakat’ di kepalanya; dari proses riset yang memakan waktu 6 bulan, sampai akhirnya produksi. Meski sempat terbersit ketakutan bahwa orang tak bisa menangkap apa yang coba disampaikan, proses demi proses dilalui Aji sampai akhirnya melahirkan lirik-lirik yang bersifat visual, naratif, dan deskriptif untuk dapat dinikmati pendengar.

Kualitas karya menjadi tujuan utama

Baca juga :   iPrice: Shopee Salip Lazada di Pasar e-Commerce Indonesia

Bagi kalian yang sudah memilih menekuni musik sebagai profesi, jangan lupa untuk terus mengingatkan diri sendiri bahwa tujuan utama dari proses pembuatan sebuah karya harus musik itu sendiri. Diakui Ronald Steven, ini menjadi hal ini membantunya saat dihadapkan dengan kondisi di mana ia harus bersikap profesional dalam mengaransemen lagu yang nggak disukai, seperti perbedaan selera dalam genre. Selain karena bisa membuat diri merasa puas, ini menjadi pengingat diri sendiri akan alasan ia memilih menekuni musik.

STEVY WIDIA

Tags: BincangShopee edisi Sumpah PemudaKunto AjiRonald StevenShopee
Previous Post

Startup Fintech Jadi Harapan Inklusi Keuangan di Indonesia

Next Post

Telkom Dukung Implementasi Uang Elektronik BKE Pay Melalui T-Money

Related Posts

Batik Keris
FEATURES

Batik Keris Terapkan Strategi “Heritage Tech” Untuk Tetap Relevan

7 Februari 2026
0
Shopee x Paragon
e-COMMERCE

Shopee dan Paragon Hadirkan Belanja Kecantikan O2O di Beauty Science Tech 2026

24 Januari 2026
0
Shopee Luncurkan Ekspor Flexi, Peluang Bagi UMKM Atur Toko Luar Negeri Sendiri
e-COMMERCE

Shopee Catat 90 Juta Produk UMKM Tembus Global

23 Januari 2026
0
Load More
Next Post
Telkom Dukung Implementasi Uang Elektronik BKE Pay Melalui T-Money

Telkom Dukung Implementasi Uang Elektronik BKE Pay Melalui T-Money

Startup EightCode: Lewati Masa Kritis Dengan Cara Unik

Startup EightCode: Lewati Masa Kritis Dengan Cara Unik

Johnson & Johnson Jadi Tempat Kerja Terbaik 2018

Johnson & Johnson Jadi Tempat Kerja Terbaik 2018

Discussion about this post

Recent Updates

DANA - WEF Davos 2026

DANA Perkuat Posisi Teknologi Finansial Indonesia di WEF Davos 2026

12 Februari 2026
TikTok Shop

TikTok Shop Indonesia Tembus Rp200 Triliun, Jadi Pasar Terbesar Kedua di Dunia

12 Februari 2026
XLSMART

Sambut Ramadan 2026, XLSMART Perluas Jaringan 5G Dengan Dukungan Teknologi AI-Ready

11 Februari 2026
ngaji.ai

Transformasi Ngaji.ai Dari Aplikasi Belajar Jadi Pendamping Ibadah

11 Februari 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
pendanaan Fintech

Inilah 5 Fintech dengan Pendanaan Terbesar di Indonesia Tahun 2025

15 Mei 2025
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
DANA - WEF Davos 2026

DANA Perkuat Posisi Teknologi Finansial Indonesia di WEF Davos 2026

12 Februari 2026
TikTok Shop

TikTok Shop Indonesia Tembus Rp200 Triliun, Jadi Pasar Terbesar Kedua di Dunia

12 Februari 2026
XLSMART

Sambut Ramadan 2026, XLSMART Perluas Jaringan 5G Dengan Dukungan Teknologi AI-Ready

11 Februari 2026
ngaji.ai

Transformasi Ngaji.ai Dari Aplikasi Belajar Jadi Pendamping Ibadah

11 Februari 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version