Jumat, 13 Februari 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline

Kama Batik Raih “Young Social Entrepreneurs” di Singapura

24 Oktober 2016
in Headline, News
Reading Time: 1 min read
Novi Purba : Jadikan Limbah Batik Cantik dan Berdaya

Novi Anathasia Purba, Founder dan CEO KAMA Batik (Foto: dok. pribadi/Youngsters.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Kama Batik wirausaha Pekalongan yang memanfaatkan limbah batik menjadi berbagai produk kerajinan, meraih “Young Social Entrepreneurs” (YSC) 2016 di Singapura. Tim Kama Batik yang terdiri dari Novi Anathasia Purba, Ajeng Hilarysa Pramesti dan Dyah Rasyid menjadi satu-satunya dari lima wakil Indonesia yang menerima YSE 2016 yang digelar SIF.

Pengumuman ini disampaikan Jean Tan Direktur Eksekutif Singapore International Foundation (SIF), akhir pekan lalu di Singapura. Ia mengatakan, hasil ini merupakan perjalanan setelah delapan bulan inkubasi. Ada 15 tim yang terseleksi dari ratusan tim yang mengajukan proposal.
Selain mendapat penghargaan, Kama Batik juga berkesempatan untuk bisa belajar dari wirausaha sosial di Malaysia .

Baca juga :   6 Tim Indonesia lolos "Young Social Entrepreneurs"

“Ini merupakan pelajaran berharga yang dapat menjadi dasar pengembangan usaha sosial,” ujarnya.

Selain Kama Batik, wiraswasta sosial ini menang adalah tim BeBonobo yang merupakan peserta gabungan dari Azerbaijan, Malaysia dan Yaman. Selain itu, Nomad yang merupakan tim dari Singapura, Praxium dari Singapura, PsychKick yang berasal Singapura. Tim pemenang lainnya adalah Saadhan dari India.

CEO dan pendiri Kama Batik Novi Anathasia Purba ditemui setelah pengumuman penerima YSE 2016 mengatakan akan memanfaatkan hadiah 20.000 dolar Singapura dari SIF untuk menambah modal usaha di Kama Batik. Pendanaan (funding) dan jejaring (network) sangatlah mereka butuhkan dalam berbisnis.

“Tidak bisa dipungkiri yang dikejar dari acara seperti ini adalah funding. Tapi, network yang didapat dari kesempatan seperti ini juga kami butuhkan,” ujarnya.

Usaha memanfaatkan limbah batik berupa potongan sisa kain, nantinya dijadikan buket bunga hingga gelang dilakukan sejak awal 2016, bersamaan dengan pengajuan proposal kompetisi YSE.

Baca juga :   Lenovo Hadirkan Rangkaian Laptop Yang Dukung Kemampuan Multitasking Para Gamer dan Kreator Konten

Pengerjaan produk semakin banyak dapat menghasilkan hingga 80 produk per hari, dengan melibatkan enam ibu rumah tangga di Pekalongan yang memiliki suami berpenghasilan rendah.

“Rencananya akan kami tambah awal November nanti menjadi 16. Selain itu, rencananya November juga akan dibuka outlet baru dengan mempekerjakan delapan para ibu di Yogyakarta,” katanya dilansir Antara.

STEVY WIDIA

Tags: KAMA BATIKYoung Social Entrepreneurs (YSC) 2016
Previous Post

Telkom Kembali Sabet 19 Penghargaan dan Raih Grand Stevie Award 2016

Next Post

Penyiaran Digital Masih Proses Penyiapan ASO

Related Posts

Novi Purba : Jadikan Limbah Batik Cantik dan Berdaya
Headline

Novi Purba : Jadikan Limbah Batik Cantik dan Berdaya

2 Juni 2016
0
6 Tim Indonesia lolos “Young Social Entrepreneurs”
Headline

6 Tim Indonesia lolos “Young Social Entrepreneurs”

15 April 2016
0
Load More
Next Post
Penyiaran Digital Masih Proses Penyiapan ASO

Penyiaran Digital Masih Proses Penyiapan ASO

Heni Sri Sundani : Memberdayakan Petani Dengan Solusi

Heni Sri Sundani : Memberdayakan Petani Dengan Solusi

Dorong Penerapan Teknologi Informasi Di Desa

200 Desa Pedalaman Bakal Melek Digital

Discussion about this post

Recent Updates

Studi AFTECH–Mandala

Studi AFTECH–Mandala: 30% Penduduk Dewasa Indonesia Masih Tak Terjangkau Kredit Formal

13 Februari 2026
ShopeePay

ShopeePay Luncurkan Kampanye Gebyar Ramadan 2026 dengan Promo dan Hadiah Umrah

13 Februari 2026
Privy Sudah Cegah 122 Juta Upaya Fraud

Privy Sudah Cegah 122 Juta Upaya Fraud

13 Februari 2026
XTransfer

XTransfer Dorong Solusi Pembayaran B2B untuk Percepat Ekspor UMKM di ASEAN

12 Februari 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
pendanaan Fintech

Inilah 5 Fintech dengan Pendanaan Terbesar di Indonesia Tahun 2025

15 Mei 2025
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Studi AFTECH–Mandala

Studi AFTECH–Mandala: 30% Penduduk Dewasa Indonesia Masih Tak Terjangkau Kredit Formal

13 Februari 2026
ShopeePay

ShopeePay Luncurkan Kampanye Gebyar Ramadan 2026 dengan Promo dan Hadiah Umrah

13 Februari 2026
Privy Sudah Cegah 122 Juta Upaya Fraud

Privy Sudah Cegah 122 Juta Upaya Fraud

13 Februari 2026
XTransfer

XTransfer Dorong Solusi Pembayaran B2B untuk Percepat Ekspor UMKM di ASEAN

12 Februari 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version