Kesiapan Infrastruktur TIK Bagi Daya Saing Negara

Akhmad Najib, Asisten Kesejahteraan Rakyat Setda Sumatera Selatan; Gatot S. Dewa Broto, Deputi IV (Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga) Kementerian Pemuda dan Olahraga; Hudson Liu, CEO PT. Huawei Tech Investment; Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika; Xie Feng, Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia; Sylviana Murni, Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Pariwisata dan Kebudayaan; dan Muddai Madang, Wakil Ketua Komite Olimpiade Indonesia, saling bergenggaman tangan pada acara Indonesia ICT Carnival ke-3 di Hotel Raffles (25/8), Jakarta. (Foto: Huawei Indonesia/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Infrastruktur dan transformasi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sangat penting bagi daya saing sebuah negara. Kenaikan investasi di bidang TIK sebesar 20% dapat berpotensi untuk meningkatkan PDB sebuah negara sebesar 1%.

Demikian dikemukakan CEO PT Huawei Tech Investment (Huawei Indonesia), Hudson Liu, pada event “Indonesia ICT Carnival 2016” ketiga di Raffles Jakarta, yang digelar PT Huawei Tech Investment (Huawei Indonesia), beberapa hari lalu.

“Huawei selalu siap untuk berkolaborasi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta kementerian untuk menciptakan inisiatif nasional dalam membangun Smart Nation & Tech City, transformasi siaran digital, perluasan konektivitas pita lebar, e-Commerce & pemberdayaan ekosistem Cloud, dan pengembangan bakat di bidang ICT untuk Indonesia yang lebih terhubung dan terdigitalisasi,” ujar Liu.

Huawei, lanjut Liu, berkomitmen untuk memberikan dukungan terhadap pengembangan infrastruktur TIK pita lebar di Indonesia. Caranya, dengan memberikan bantuan untuk memudahkan transformasi pengalaman pelanggan dan meningkatkan infrastruktur TIK Tanah Air melalui kerja sama dengan mitra lokal dan pemerintah untuk mengelola kesiapan masyarakat maupun kota sebagai tuan rumah acara olahraga berskala besar.

Solusi TIK yang terintegrasi untuk acara olahraga juga dapat membantu dalam mengamati kegiatan sekitar wilayah pertandingan, seperti memantau keamanan di wilayah pertandingan melalui sistem TIK, memantau transportasi di wilayah pertandingan melalui sistem pengawasan, dan pengiriman sistem secara multimedia untuk mempromosikan kolaborasi antar agensi. Semua sistem tersebut dapat dikembangkan melalui penggunaan sistem cloud di pusat data acara olahraga dan jaringan nirkabel dalam infrastruktur jaringan keamanan.

Cloud computing merupakan sebuah solusi yang mampu membantu para pegawai dan pelanggan untuk mengakses data berharga yang dikumpulkan sebelum, selama, dan sesudah berlangsungnya acara. Solusi ini juga mampu menangani banyak informasi secara langsung (real-time) di seluruh perangkat selular yang sesuai dengan permintaan.

Dalam masa penggunaan tinggi, infrastruktur cloud dapat membantu penyelenggara untuk menekan biaya operasional. Sebab, sistem ini mudah untuk dihapus setelah selesainya pertandingan dan penyelenggara hanya dikenakan biaya dalam masa penggunaan yang tinggi. Selain itu, komputasi awan juga mampu menyimpan informasi berharga mengenai sebuah pertandingan dalam bentuk pola atau gambar yang dapat digunakan pada kesempatan lain. Penggunaan solusi cloud juga dapat mengurangi jumlah peralatan yang biasanya digunakan untuk membangun pusat data tradisional dan juga menangani masalah keamanan siber.

“Huawei percaya akan pentingnya infrastruktur TIK yang terintegrasi untuk memastikan kelancaran sebuah acara. Contohnya adalah sistem TIK yang terintegrasi dapat mengidentifikasi gangguan secara langsung (realtime) sehingga dapat segera dilakukan tindakan pencegahan. Selain itu, sistem transportasi TIK yang terintegrasi juga memberikan kemudahan bagi aparat pemerintah dalam mengawasi lalu lintas di sekitar wilayah pertandingan, memberikan keamanan bagi para atlet dan tokoh penting, serta dapat melakukan intervensi dalam keadaan darurat,” ujar Mohamad Rosidi, Deputy Director of ICT Strategy & Marketing, Huawei Indonesia.

Dalam kesempatan ini, Huawei juga memperkenalkan berbagai teknologi serta solusi yang dapat meningkatkan pengalaman pengguna di tempat pertandingan, seperti solusi Wireless to the X (WTTx) dengan basis Virtual Reality (VR). Solusi WTTx ini memberikan layanan pita lebar 4.5G dan 5G dengan fiber-class dan kecepatan tinggi yang memberikan kesempatan bagi keluarga untuk menikmati koneksi internet yang mulus dan menambah pengalaman pengguna melalui 4K-TV on-demand, VR Movies, permainan, dan aplikasi smart home.

Sebelumnya, Huawei juga telah mendukung berbagai kegiatan olahraga berskala dunia seperti Olimpiade Beijing, Asian Games di Guangzhou, dan stadion Gold Coast SUNS Metricon di Australia, dengan memberikan solusi TIK end-to-end untuk memastikan kesiapan infrastruktur, wilayah yang strategis, dan pusat operasi untuk kesuksesan sebuah acara.

 

RADEN DIBI IRNAWAN