Jumat, 14 Agustus 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News

Konsumen Indonesia Makin Selektif saat Belanja Online

3 September 2020
in News
Reading Time: 1 min read
Penipuan Secara Mandiri

Konsumen belanja online. (Foto: Ilustrasi/istimewa)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Konsumen Indonesia semakin selektif saat berbelanja online. Mereka perlu mengunjungi 5,1 situs online sebelum membuat keputusan pembelian. Demikian laporan studi terbaru Facebook dan Bain Company bertajuk Digital Consumers of Tomorrow, Here Today, Bain & Company.

 

Country Director Facebook Company Indonesia, Pieter Lydian, mengatakan dengan perpindahan konsumen digital yang pesat dari luring ke daring, telah mendorong sejumlah perusahaan dan UMKM mengubah model bisnis pemasaran ke multi kanal. Seiring dengan makin banyaknya pemain di dagang el, maka pemilik toko daring perlu memperkuat merek mereka agar dapat bertahan.

“Kuncinya adalah bisnis perlu menyesuaikan tren konsumen masa kini yang akan terus membentuk tatanan kebiasaan baru,” ujar Pieter dalam siaran pers baru-baru ini di Jakarta.

Alasan utama yang mendasari perilaku ini adalah konsumen mencari ketersediaan produk yang lebih baik (37%) dan harga produk yang lebih terjangkau (35%). Selain mengunjungi lebih banyak situs, 45% konsumen Indonesia juga mengganti merek yang paling sering mereka beli.

Fase pencarian menjadi tahapan yang sangat penting karena 61%  konsumen di Indonesia mengatakan bahwa mereka masih tidak tahu apa yang ingin mereka beli ketika berbelanja online dan 53% mengatakan bahwa mereka mengenal tentang produk dan merek baru melalui platform media sosial, video pendek, dan perpesanan (12%).

Selanjutnya, laporan tersebut juga mengungkapkan bahwa para perusahaan modal ventura memiliki dana yang mengendap untuk diinvestasikan mencapai US$8,7 miliar pada akhir 2019.

Hal ini menjadi peluang bagi perusahaan rintisan teknologi di Asia Tenggara untuk mengumpulkan lebih banyak dana, bertumbuh, dan bersaing dalam skala yang lebih besar.

Laporan ini menunjukkan bahwa disrupsi mungkin lebih terlihat pada sektor kesehatan, pendidikan, dan hiburan daring lantaran konsumen secara bertahap menyesuaikan diri dengan gaya hidup konsumsi dari rumah seperti kegiatan pembelajaran di rumah, telemedicine, dan peningkatan preferensi terhadap online gaming dan live streaming.

STEVY WIDIA

Tags: Bain & CompanyFacebook Company Indonesiakonsumen digital
Previous Post

PasarPolis Raih Pendanaan Terbesar se-Asia Tenggara

Next Post

Transformasi Bisnis E-Commerce TelkomGroup Perkuat Upaya Profitabilitas Perusahaan

Related Posts

industri medtech Asia Pasifik
Digital Business

Bain & Company: Permintaan Alat Kesehatan Asia-Pasifik Diproyeksi Tembus US$132 Miliar pada 2030

7 Juli 2026
0
Bain & Company - Tenaga Medis
Industry

Bain & Company: Sistem Kesehatan Asia-Pasifik Krisis Tenaga Medis, AI Jadi Solusi Utama

17 Juni 2026
0
Ekonomi Hijau
Digital Business

Bain & StanChart: Ekonomi Hijau Asia Tenggara Capai US$290 Miliar, tetapi Hadapi Masalah Konversi

18 Mei 2026
0
Load More
Next Post
Telkom Indonesia

Transformasi Bisnis E-Commerce TelkomGroup Perkuat Upaya Profitabilitas Perusahaan

UMKM Tokopedia

3 Sektor UMKM Ini Yang Paling Banyak Masuk Ekosistem Digital

Kredivo

Tren Positif E-Commerce Terus Berlanjut

Discussion about this post

Recent Updates

pendanaan startup Asia Tenggara Juli 2026

Tembus US$4,77 Miliar, Pendanaan Startup Asia Tenggara Melonjak 180% di Juli 2026

14 Agustus 2026
kinerja keuangan XLSMART

Sinergi Merger Melesat, Laba Bersih XLSMART Melonjak 294% di Semester I-2026

14 Agustus 2026
Inavoice Cari Talent Anyar Season 2

Saring 225 Peserta, Inavoice Gaet 16 Voice Over Talent Baru di Season 2

14 Agustus 2026
UMKM binaan Pertamina

Tembus Rp8,57 Miliar, UMKM Binaan Pertamina Raup Omzet Berlimpah di Semester I-2026

14 Agustus 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
pendanaan startup Asia Tenggara Juli 2026

Tembus US$4,77 Miliar, Pendanaan Startup Asia Tenggara Melonjak 180% di Juli 2026

14 Agustus 2026
kinerja keuangan XLSMART

Sinergi Merger Melesat, Laba Bersih XLSMART Melonjak 294% di Semester I-2026

14 Agustus 2026
Inavoice Cari Talent Anyar Season 2

Saring 225 Peserta, Inavoice Gaet 16 Voice Over Talent Baru di Season 2

14 Agustus 2026
UMKM binaan Pertamina

Tembus Rp8,57 Miliar, UMKM Binaan Pertamina Raup Omzet Berlimpah di Semester I-2026

14 Agustus 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version